KOMPAS.com – Penyelenggaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel Open 2026 Seri II mencatat sejarah baru dalam perkembangan padel di Indonesia. Ajang ini memecahkan rekor peserta terbanyak dengan lebih dari 800 atlet dari 20 provinsi yang bersaing memperebutkan peringkat nasional sekaligus peluang masuk tim nasional.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi kepercayaan Perkumpulan Besar Padel Indonesia ( PBPI) yang menunjuk Kota Semarang sebagai tuan rumah.
Menurutnya, kehadiran ratusan atlet tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata.
“Ini menjadi berkah bagi Kota Semarang. Ada sekitar 800 atlet yang datang, dan satu atlet bisa membawa lima hingga enam anggota keluarga. Hotel penuh, restoran ramai. Inilah bentuk nyata sport tourism yang terus kami kembangkan,” ujar Agustina.
Ia menambahkan, tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah, seperti Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan, menunjukkan bahwa Semarang semakin menarik sebagai tuan rumah ajang olahraga nasional.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pun berkomitmen menghadirkan lebih banyak kompetisi olahraga guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda (SPOM) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Usman Ali Mustofa menyebut, seri Semarang menjadi yang terbesar dibandingkan enam penyelenggaraan sebelumnya.
“Kami menginstruksikan delegasi dari 20 provinsi untuk mengirimkan atlet terbaiknya. Hasil Sirnas ini akan masuk dalam daftar panjang (long list) untuk seleksi nasional dan pemusatan latihan nasional (pelatnas),” jelasnya.
Usman mengatakan, ajang tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Indonesia menghadapi agenda internasional, seperti eksibisi pekan olahraga provinsi (porprov) dan kualifikasi Piala Dunia, serta kejuaraan Asia Cup Junior dengan Indonesia sebagai tuan rumah.
Capaian ini semakin menegaskan posisi Semarang sebagai salah satu pusat pertumbuhan olahraga modern di Indonesia. Agustina pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ekosistem olahraga yang inklusif dan berdampak luas.
“Kami berharap masyarakat semakin mencintai padel. Selain untuk prestasi, olahraga ini juga menjadi ruang kebersamaan. Pemkot Semarang akan terus mendukung kegiatan yang menggerakkan olahraga sekaligus ekonomi warga,” pungkasnya.