Tangani Banjir Semarang, Walkot Agustina Kerahkan 27 Pompa dan Koordinasi dengan BNPB

Kompas.com - 26/10/2025, 13:25 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Wali Kota (Walkot) Semarang Agustina Wilujeng bergerak cepat menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Semarang akibat hujan berintensitas tinggi sejak Rabu (22/10/2025) malam.

Berbagai langkah darurat diterapkan, mulai dari pengerahan 27 pompa penyedot air hingga koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Kami telah mengoperasikan pompa-pompa milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan memastikan operatornya siaga 24 jam,” kata Agustina.

Ia menjelaskan, penanganan banjir dilakukan secara berbasis kawasan, meliputi daerah Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru.

Pemkot Semarang juga bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dalam mengaktifkan pompa stasioner maupun pompa portabel di titik-titik genangan utama.

Baca juga: Update Banjir Pantura Semarang-Demak Jumat Malam: Kemacetan Mulai Terurai, Genangan Masih Tinggi

“Informasi dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, hari ini ada tambahan dua unit pompa di sekitar Trimulyo dan depan pabrik es Saripetojo, serta sepuluh unit Dongfeng di Jalan Kaligawe, sehingga total ada 27 pompa dengan kapasitas 250 hingga 2.000 liter per detik. Secara keseluruhan, kapasitas pompa kami mencapai sekitar 26.000 liter per detik,” terangnya.

Selain langkah teknis, Pemkot Semarang juga membuka dapur umum dan pos komando logistik bagi warga terdampak banjir.

“Saya meminta agar posko ini menjadi pusat penyaluran bantuan, pendataan, dan koordinasi kegiatan sosial,” ujar Agustina.

Melalui Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang Endro P Martantono, Pemkot Semarang juga telah berkoordinasi dengan BNPB agar segera melaksanakan OMC untuk mengendalikan curah hujan di wilayah Semarang. Operasi ini diharapkan berlangsung selama tiga hingga lima hari ke depan.

“Kami akan manfaatkan rekayasa cuaca. Jika sampai besok sore, Minggu (26/10/2025), tidak turun hujan, besar kemungkinan genangan akan surut total,” jelasnya.

Baca juga: BMKG: Peningkatan Curah Hujan hingga 30 Oktober 2025, Cek Wilayahnya

Agustina menegaskan, Pemkot Semarang tidak akan tinggal diam dalam menghadapi persoalan banjir. Ia mengapresiasi seluruh elemen yang turut membantu percepatan penanganan di lapangan.

“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat, daerah, lembaga, dan masyarakat. Kebersamaan dan kolaborasi adalah kunci utama dalam mengatasi banjir,” tuturnya.

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Inklusif, Pemkot Semarang Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Global

Bangun Ekonomi Inklusif, Pemkot Semarang Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Global

Semarang

"Tim Oren" Semarang Tengah, Garda Terdepan Jaga Estetika Kota dari Sampah Liar

Semarang
Kota Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Kemenag Nilai Posisi Strategis

Kota Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Kemenag Nilai Posisi Strategis

Semarang
Pemkot Semarang–BBWS Pastikan Pantura Genuk Minim Banjir Saat Puncak Musim Hujan

Pemkot Semarang–BBWS Pastikan Pantura Genuk Minim Banjir Saat Puncak Musim Hujan

Semarang
Rano Karno Kunjungi Kota Lama Semarang, Pelajari Revitalisasi Kawasan Bersejarah

Rano Karno Kunjungi Kota Lama Semarang, Pelajari Revitalisasi Kawasan Bersejarah

Semarang
Dampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Apresiasi KKMP Sampangan

Dampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Apresiasi KKMP Sampangan

Semarang
Wali Kota Semarang Tegaskan Keterlibatan Warga Jadi Kunci Pencegahan Banjir

Wali Kota Semarang Tegaskan Keterlibatan Warga Jadi Kunci Pencegahan Banjir

Semarang
Jembatan Sungai Beringin Ambrol, Wali Kota Semarang Ungkap Penyebab dan Langkah Darurat

Jembatan Sungai Beringin Ambrol, Wali Kota Semarang Ungkap Penyebab dan Langkah Darurat

Semarang
Dukung Kerja Bakti Pembersihan Kali Banger, Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat

Dukung Kerja Bakti Pembersihan Kali Banger, Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat

Semarang
Angka Harapan Hidup Tembus 78 Tahun, IPM Kota Semarang Lampaui Rata-rata Jateng

Angka Harapan Hidup Tembus 78 Tahun, IPM Kota Semarang Lampaui Rata-rata Jateng

Semarang
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Semarang
Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Semarang
Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Semarang
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Semarang
Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com