Wali Kota Semarang Siapkan Skema Konektivitas Kawasan Heritage Semarang Lama

Kompas.com - 21/09/2025, 20:26 WIB
Y A Sasongko,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bakal menata kawasan Semarang Lama yang meliputi Kota Lama, Kampung Melayu, Kampung Kauman, dan Pecinan.

Agustina mengatakan, kawasan tersebut ditata dengan membangun akses penghubung untuk memperkuat konektivitas sekaligus membuka peluang pengembangan destinasi wisata di Kota Semarang.

Hal itu disampaikan pihaknya usai menghadiri kompetisi DOSS Photolympic 2025 Chapter Semarang di Oudetrap Kota Lama Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (21/9/2025).

"Rencananya, jalur ini akan menghubungkan Kota Lama ke Kampung Melayu hingga Kampung Kauman dan chinatown sehingga spot-spot yang menarik wisatawan lebih panjang dan lebih banyak lagi," ujar Agustina dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu.

Baca juga: Lawang Sewu Short Film Festival 2025 Segera Digelar, Berikut Rangkaian Programnya

Agustina melanjutkan, tidak hanya Kota Lama yang memiliki kisah sejarah. Kawasan Kampung Melayu, Kampung Kauman, bahkan Pecinan yang berada di sekeliling Kota Lama juga menyimpan ribuan ragam cerita.

Ia berharap, melalui pengembangan heritage Semarang Lama, minat berwisata ke Kota Semarang makin tinggi.

Wisatawan dapat berkesempatan mengunjungi beberapa destinasi sekaligus serta menghabiskan waktu yang cukup lama di Kota Semarang.

"Jadi tidak berhenti di Kota Lama saja, tetapi meluas ke tempat-tempat lainnya sehingga pengunjung bisa berlama-lama di Kota Semarang," imbuhnya.

Baca juga: Kota Semarang Raih Predikat Tertinggi GM-DTGI Award 2025

Agustina menambahkan, pihaknya akan memastikan kesiapan jalur pendukung tersebut sudah bisa beroperasi tahun depan.

Saat ini beberapa lokasi menjadi prioritas pembenahan, salah satunya pembangunan jembatan di sekitar Jalan Inspeksi, dekat Klenteng Tay Kak Sie.

"Tahun depan, jika Kota Semarang berkesempatan menjadi tuan rumah kompetisi DOSS Photolympic Chapter Semarang lagi, para fotografer bisa lebih banyak hunting obyek foto dan mengeksplorasi kawasan Semarang Lama," kata Agustina. 

Pada kesempatan tersebut, Agustina juga mengapresiasi terselenggaranya kompetisi DOSS Photolympic 2025 Chapter Semarang.

Baca juga: Pastikan Kota Semarang Aman Terkendali, Wali Kota Agustina; Kami Terus Berupaya Jaga Kedamaian

Ajang kompetisi fotografi tahunan tersebut menggabungkan konsep lomba foto dengan photo rally serta memadukan kemampuan memotret dan kemampuan menganalisa panduan soal yang diberikan oleh tim juri.

Acara diikuti ratusan peserta dari berbagai komunitas fotografi baik dari Kota Semarang maupun luar kota Semarang.

Para peserta ditantang untuk mencari jawaban soal dalam bentuk foto di 20 lokasi yang telah ditentukan di sudut-sudut Kota Lama.

"Luar biasa antusiasme pesertanya banyak sekali. Sampai 700-san peserta. Tidak hanya dari Kota Semarang, ada yang datang dari Yogyakarta, Jepara, bahkan Surabaya," ujarnya.

Baca juga: Diinisiasi Wali Kota Agustina, Program Keluarga Cemara Diapresiasi Para Ibu

Lomba tersebut digelar di tujuh kota besar di Indonesia. Lima peserta terbaik akan membawa pulang hadiah dengan total senilai Rp 10 juta.

Adapun pemenang utama akan melangkah ke Jakarta untuk mewakili Kota Semarang di Grand Final DOSS Photolympic 2025 dan terbuka peluang besar untuk memenangkan total hadiah hingga Rp 70 juta. 

Sebagai bentuk dukungan, Agustina turut memberikan tambahan hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta untuk mengapresiasi pemenang di luar kategori yang telah ditentukan panitia.

Dirinya menyatakan bahwa Kota Semarang merupakan kota yang tidak pernah habis untuk diabadikan. Ada ragam budaya, ruang publik, lanskap kota yang penuh warna dan layak dilihat dari perspektif kreatif.

Baca juga: Perkuat Persatuan, Pemkot Semarang Ajak Warga Jaga Perdamaian lewat Apel Semarang Damai

"Terima kasih banyak telah menjadikan Kota Lama Semarang sebagai lokasi hunting. Saya meyakini hasil-hasil para fotografer ini baik semua sehingga mampu menggambarkan narasi visual Kota Semarang yang kuat. Tentunya memberikan resonansi kebahagiaan bagi penontonnya," tutur Agustina.

Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Inklusif, Pemkot Semarang Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Global

Bangun Ekonomi Inklusif, Pemkot Semarang Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Global

Semarang

"Tim Oren" Semarang Tengah, Garda Terdepan Jaga Estetika Kota dari Sampah Liar

Semarang
Kota Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Kemenag Nilai Posisi Strategis

Kota Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Kemenag Nilai Posisi Strategis

Semarang
Pemkot Semarang–BBWS Pastikan Pantura Genuk Minim Banjir Saat Puncak Musim Hujan

Pemkot Semarang–BBWS Pastikan Pantura Genuk Minim Banjir Saat Puncak Musim Hujan

Semarang
Rano Karno Kunjungi Kota Lama Semarang, Pelajari Revitalisasi Kawasan Bersejarah

Rano Karno Kunjungi Kota Lama Semarang, Pelajari Revitalisasi Kawasan Bersejarah

Semarang
Dampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Apresiasi KKMP Sampangan

Dampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Apresiasi KKMP Sampangan

Semarang
Wali Kota Semarang Tegaskan Keterlibatan Warga Jadi Kunci Pencegahan Banjir

Wali Kota Semarang Tegaskan Keterlibatan Warga Jadi Kunci Pencegahan Banjir

Semarang
Jembatan Sungai Beringin Ambrol, Wali Kota Semarang Ungkap Penyebab dan Langkah Darurat

Jembatan Sungai Beringin Ambrol, Wali Kota Semarang Ungkap Penyebab dan Langkah Darurat

Semarang
Dukung Kerja Bakti Pembersihan Kali Banger, Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat

Dukung Kerja Bakti Pembersihan Kali Banger, Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat

Semarang
Angka Harapan Hidup Tembus 78 Tahun, IPM Kota Semarang Lampaui Rata-rata Jateng

Angka Harapan Hidup Tembus 78 Tahun, IPM Kota Semarang Lampaui Rata-rata Jateng

Semarang
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Semarang
Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Semarang
Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Semarang
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Semarang
Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com