KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru terus berupaya menekan angka stunting melalui program pemberian asupan makanan bergizi gratis bagi anak-anak yang terindikasi stunting. Program ini menjadi langkah nyata Pemkot Pekanbaru dalam mewujudkan target “ zero stunting” di Kota Bertuah.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan bahwa program asupan gizi gratis tersebut telah berjalan selama satu bulan dan akan diberikan selama tiga bulan penuh kepada anak-anak yang terdata mengalami stunting atau gagal tumbuh.
“Sekitar 3.000 anak-anak stunting hari ini, Selasa (28/10/2025), sedang dalam proses pemberian asupan gizi. Program ini sudah berjalan satu bulan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/10/2025).
Agung menjelaskan, pemberian asupan bergizi ini ditujukan untuk memperbaiki tumbuh kembang anak dan menambah berat badan mereka sesuai target kesehatan.
Baca juga: Obesitas Tak Cuma Berat Badan Berlebih, Dokter Ungkap Dampak Seriusnya
“Mudah-mudahan berat dan tingginya bisa tercapai, sehingga Pekanbaru zero stunting,” tambahnya.
Program ini menyasar ribuan anak yang sebelumnya terdata melalui kegiatan sweeping oleh kader pos pelayanan terpadu (posyandu) dan kader Keluarga Berencana (KB) pada Juli 2025.
Dari hasil pendataan, ditemukan lebih dari 2.000 anak mengalami stunting di berbagai wilayah kota. Pemkot Pekanbaru kemudian memperluas cakupan hingga hampir 3.000 anak untuk memastikan seluruh kasus tertangani.
Agung menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan setengah-setengah, sebab hal ini menyangkut masa depan generasi Pekanbaru. Ia optimistis dengan program asupan gizi gratis, seluruh anak di Pekanbaru dapat tumbuh sehat, cerdas, dan kuat.
Baca juga: Ulat Sayur Ditemukan di MBG Bangkalan, Ahli Gizi UGM: Tidak Berbahaya tapi Tak Dianjurkan Dikonsumsi
“Setiap anak berhak tumbuh sehat dan kuat. Pemerintah akan terus berupaya agar Pekanbaru terbebas dari stunting,” tegasnya.