Viral Video Bobby Nasution Cabut Bendera Golkar, Kader Golkar Sumut Ambil Tindakan

Kompas.com - 19/06/2023, 18:57 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kader Partai Golongan Karya (Golkar) Sumatera Utara (Sumut) Apri Budi melaporkan akun media sosial (medsos) Instagram dan portal berita diduga menyebarkan hoaks video yang menarasikan Wali Kota (Walkot) Medan Bobby Nasution mencabut bendera Golkar, ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumut.

Total ada empat akun Instagram, yakni medanheadlines, cctv.medan, lintas.sumut, hits_kalakkaro.id yang dipolisikan dalam bentuk pengaduan masyarakat (dumas).

Selain itu, ada satu portal berita nasional tvonenews.com dan empat portal berita lokal, yaitu Lintas10.com, disway.id, kilat.com, democrazy.id.

"Saya mendatangi Markas Polda Sumut untuk melaporkan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan sejumlah akun Instagram serta portal berita," kata Apri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (19/6/2023).

Baca juga: Kenapa Muncul Keterangan “Instagram User” di DM Instagram

Di dampingi kuasa hukumnya, ia menegaskan bahwa sejumlah akun Instagram dan portal berita tersebut disinyalir menyebar hoaks video pencopotan bendera Partai Golkar yang dilakukan Bobby.

Akun Instagram telah memuat video secara serentak pada 9 Juni 2023. Begitu juga portal berita ada yang memuat kabar hoaks ini pada 11 Juni 2023 dengan menarasikan bendera kuning yang dicopot Wali Kota Medan itu adalah milik Golkar. Padahal, bendera itu bukan milik Golkar.

Dalam video Instagram dan portal berita tersebut juga menarasikan Bobby seolah membedakan perlakuan antara bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Golkar.

Dari video yang beredar, Bobby terlihat seperti sedang mengarahkan petugas untuk mencabut bendera berwarna kuning yang terpasang di Jalan Sudirman.

Baca juga: PPP Sodorkan Sandiaga buat Dampingi Ganjar, Masuk Kriteria PDI-P?

Dalam video itu kemudian menampilkan bendera PDI-P yang terpasang di pinggir jalan Kota Medan. Pengunggah video menyebut menantu Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) itu memerintahkan bendera Golkar dicabut, tetapi membiarkan bendera PDI-P terpasang.

Tak lama setelah video tersebut viral, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sumut sekaligus Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah menginformasikan lewat akun Instagram pribadinya bahwa video pencopotan bendera Golkar itu adalah hoaks.

"(Sudah disebutkan) Wagub Sumut Musa Rajekshah bahwa video pencopotan bendera Golkar itu adalah hoaks, meski postingan itu sudah dihapus. Hanya saja di akun Facebook Musa Rajekshah masih ada," kata Apri.

Selaku kader Partai Golkar, ia merasa dirugikan dengan dugaan penyebaran hoaks tersebut. Apalagi, dalam video itu dinarasikan seolah-olah Bobby dibenturkan dengan Partai Golkar.

Baca juga: Tarian Multietnis Kota Medan Pukau Warga Batam, Bobby: Momen Tepat Kenalkan Budaya Melayu

Pasalnya, kata Apri, Golkar adalah partai pengusung dan berjuang memenangkan Bobby Nasution pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan 2020.

Oleh karena itu, ia meminta Polda Sumut untuk memanggil dan memeriksa pemilik akun Instagram serta portal berita yang melakukan penyebaran dugaan hoaks tersebut.

"Saya juga meminta agar Polda Sumut memanggil Ketua DPD I Golkar Sumut Musa Rajekshah untuk dimintai keterangan terkait pernyataannya yang menyebut video tersebut adalah hoaks. Namun pada hari yang sama postingan di Instagram Musa Rajekshah di-takedown. Ini ada apa?" tutur Apri.

Tak hanya itu, ia juga meminta Polda Sumut untuk mengusut tuntas dalang video hoaks tersebut.

Baca juga: [HOAKS] Lionel Messi Takjub dan Puji Kemegahan Stadion Gelora Bung Karno

"Siapakah yang membuat video hoaks tersebut? Ini harus di ungkap siapa dalangnya. Jangan-jangan akun Instagram dan portal berita itu hanya di suruh-suruh untuk memposting. Kalau benar, maka tentunya ada yang memerintahkan," kata Apri.

Ia menegaskan bahwa Partai Golkar mendukung penuh Wali Kota Medan Bobby dalam menegakkan aturan.

Khususnya, terkait Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 46 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pajak Reklame.

 

Terkini Lainnya
Turunkan Angka Pengangguran, Pemkot Medan Gelar Job Fair Mini di Setiap Kecamatan

Turunkan Angka Pengangguran, Pemkot Medan Gelar Job Fair Mini di Setiap Kecamatan

Medan Berkah
Berkat PBB dan BPHTB, Surplus APBD Kota Medan 2024 Meningkat Jadi Rp 326,47 Miliar

Berkat PBB dan BPHTB, Surplus APBD Kota Medan 2024 Meningkat Jadi Rp 326,47 Miliar

Medan Berkah
15 Rusa Totol Jinak dari Istana Kepresidenan Bogor Resmi Jadi Koleksi Taman Cadika Medan

15 Rusa Totol Jinak dari Istana Kepresidenan Bogor Resmi Jadi Koleksi Taman Cadika Medan

Medan Berkah
Usai Kota Lama Kesawan Direvitalisasi Bobby Nasution, Omzet Pelaku Usaha di Kawasan Ini Meningkat

Usai Kota Lama Kesawan Direvitalisasi Bobby Nasution, Omzet Pelaku Usaha di Kawasan Ini Meningkat

Medan Berkah
Pemkot Medan dan Politeknik Pariwisata Gelar Job Expo, Tersedia 1.374 Lowongan 

Pemkot Medan dan Politeknik Pariwisata Gelar Job Expo, Tersedia 1.374 Lowongan 

Medan Berkah
IPS Naik Jadi 2,94, Kota Medan Raih Peringkat Pertama di Sumut

IPS Naik Jadi 2,94, Kota Medan Raih Peringkat Pertama di Sumut

Medan Berkah
DPRD Kota Medan Periode 2024-2029 Dilantik, Bobby Nasution: Semoga Jalankan Tugas dengan Baik

DPRD Kota Medan Periode 2024-2029 Dilantik, Bobby Nasution: Semoga Jalankan Tugas dengan Baik

Medan Berkah
Buka Turnamen Sepak Bola Korpri Se-Sumut, Bobby Nasution Disambut Meriah Masyarakat Samosir

Buka Turnamen Sepak Bola Korpri Se-Sumut, Bobby Nasution Disambut Meriah Masyarakat Samosir

Medan Berkah
Diresmikan Bobby Nasution, Taman Cadika Medan Kini Hadir dengan Wajah Baru

Diresmikan Bobby Nasution, Taman Cadika Medan Kini Hadir dengan Wajah Baru

Medan Berkah
Walkot Bobby Optimistis Proyek-proyek Multiyears Akan Bermanfaat bagi Masyarakat

Walkot Bobby Optimistis Proyek-proyek Multiyears Akan Bermanfaat bagi Masyarakat

Medan Berkah
Tinjau Proyek Multiyears, Bobby Nasution: Alhamdulilah, Kata Kuncinya Sebentar Lagi Selesai

Tinjau Proyek Multiyears, Bobby Nasution: Alhamdulilah, Kata Kuncinya Sebentar Lagi Selesai

Medan Berkah
Tinjau Banjir di Medan, Bobby Nasution Instruksikan Berbagai Pihak Bertindak Cepat Bantu Warga

Tinjau Banjir di Medan, Bobby Nasution Instruksikan Berbagai Pihak Bertindak Cepat Bantu Warga

Medan Berkah
Bangun Halte Percontohan dan Gunakan 60 Bus Listrik, Bobby Nasution: Ciri Kota Maju Transportasinya Layak

Bangun Halte Percontohan dan Gunakan 60 Bus Listrik, Bobby Nasution: Ciri Kota Maju Transportasinya Layak

Medan Berkah
Sempat Gagal 4 Kali, Pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang Dituntaskan

Sempat Gagal 4 Kali, Pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang Dituntaskan

Medan Berkah
Hadiri PMT di Kota Medan, Kahiyang Ayu Asyik Bermain bersama Anak-anak PAUD

Hadiri PMT di Kota Medan, Kahiyang Ayu Asyik Bermain bersama Anak-anak PAUD

Medan Berkah
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com