"Fashion on the River 2024", Batik Batu dalam Indahnya Alam Coban Talun

Kompas.com - 29/09/2024, 12:08 WIB
I Jalaludin S,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menggelar " Fashion on the River" bertema “Where Style Flows, Hope Rises” di Coban Talun, Sabtu (28/9/2024).

Acara tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kota Batu, terutama dalam bidang fashion dan wastra.

Penjabat (Pj) Wali Kota (Walkot) Batu Aries Agung Paewai mengaku bangga dengan produk lokal, khususnya batik Kota Batu. 

"Ini adalah kesempatan kami untuk memperkenalkan produk lokal Kota Batu, terutama batiknya. Banyak desainer kita yang tidak kalah bersaing dengan desainer nasional,” ujarnya dalam siaran pers. 

Aries mengatakan, pihaknya pernah mengunjungi para pembatik di Kota Batu dan melihat langsung keindahan batik tulis dengan motif khas Batu. 

“Semoga dari acara ini, produk kami semakin dikenal, tidak hanya secara lokal, tetapi juga nasional dan internasional," harapnya.

Aries juga berharap, dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Coban Talun, produk-produk lokal semakin mendapat tempat di hati masyarakat. 

Baca juga: Pada BSOW 2024, Pemkot Batu Tampilkan Ragam Anggrek Nusantara

Acara itu juga diharapkan mampu mendongkrak potensi wisata dan memperkuat perekonomian masyarakat setempat, sekaligus memperkenalkan keindahan alam serta kekayaan budaya Kota Batu melalui fashion.

Terlebih, Coban Talun memiliki panorama hutan yang asri dan aliran sungai yang segar sehingga menjadi saksi kemeriahan acara Fashion on the River edisi kedua. 

"Mudah-mudahan acara ini memberikan inspirasi kepada para pelaku industri kreatif kita untuk terus menghasilkan produk terbaik," imbuhnya.

100 model, 80 Karya

Acara yang diikuti 100 model dari berbagai generasi itu menampilkan 80 karya desain busana batik dari desainer-desainer lokal Kota Batu. 

Tidak hanya model profesional, beberapa pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turut ambil bagian dalam acara itu. Mereka menunjukkan kebanggaan mereka terhadap produk fashion lokal. 

Acara itu diharapkan menjadi bukti sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

Baca juga: Jelang Porprov Jatim 2025, Pemkot Batu Bakal Bangun Jalur Lintas Olahraga BMX

Oleh karenanya, festival itu bukan hanya sekadar peragaan busana, tetapi juga menjadi komitmen Pemkot Batu untuk terus membangun potensi industri wastra yang ada.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Sidiq mengatakan, Kota Batu memiliki 27 industri wastra. Lewat event tersebut, pihaknya berharap dapat mengolaborasikan potensi tersebut dengan industri fashion. 

Fashion on the River bukan hanya sekadar ajang fashion, tetapi juga bentuk nyata dukungan kami terhadap ekonomi kreatif," ujarnya. 

Arief  menambahkan, setelah sukses pada gelaran pertama di Coban Putri, acara ini kembali hadir di Coban Talun dengan suasana yang lebih segar dan alami. 

"Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan eksistensi Coban Talun sebagai destinasi wisata alam yang mendukung perkembangan ekonomi kreatif Kota Batu," katanya.

Baca juga: Pemkot Batu Segera Relokasi Bangunan Sekolah Terdampak Bencana Tanah Gerak

Adapun "Fashion on the River" juga digelar untuk memperingati Hari Batik Nasional serta Hari Pariwisata Internasional.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com