Pada BSOW 2024, Pemkot Batu Tampilkan Ragam Anggrek Nusantara

Kompas.com - 25/09/2024, 08:00 WIB
Novyana,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Batu Shining Orchid Week (BSOW) ke-7 yang menjadi salah satu rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kota Batu, akan dilaksanakan pada 5-13 Oktober 2024 di Balai Kota Among Tani, Kota Batu.

Acara yang bertemakan "Always Growing, Always Loving, Always Blooming" ini merupakan kolaborasi antara komunitas Pencinta Anggrek Indonesia (PAI) Malang Raya dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, serta bertujuan memamerkan beragam keindahan anggrek Nusantara.

Perlu diketahui, BSOW merupakan pameran anggrek tahunan yang diadakan PAI Malang Raya yang berkolaborasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.

Ketua pelaksana BSOW Dedit Setia Sandi Ardi mengatakan bahwa lomba anggrek nasional untuk umum akan diadakan.

Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Batu Gelar Gerakan Pangan Murah

Selain itu, akan ada lomba display anggrek yang diikuti delapan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Pencinta Anggrek Indonesia (PAI) yang terdiri dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, dan Papua.

Bursa anggrek juga akan diadakan dan diramaikan 72 stan pengusaha anggrek dari berbagai penjuru Indonesia.

Ketua Pelaksana BSOW Dedit Setia Sandi Ardi mengatakan, lewat BSOW 2024, ia berharap nantinya tanaman anggrek bisa diperkenalkan secara luas kepada dunia.

Bahkan, sebutnya, kualitas dan keindahan anggrek akan ditampilkan lewat konsep island landscape atau konsep kepulauan yang ditata sebaik mungkin sesuai tema yang disajikan.

Baca juga: Cerita Berdirinya Pertashop di Desa Sumberbrantas Kota Batu, Mempermudah Petani Beli BBM

Lalu, untuk bisa membawa pulang keindahan anggrek, kita menyediakan 72 stan bursa anggrek dari seluruh Indonesia,” katanya dalam rilis pers, Selasa (24/9/2024).

BSOW 2024 akan menampilkan keindahan dunia anggrek dengan inovasi dan ide cemerlang serta mengikuti tren.

Adapun anggrek yang akan dihadirkan dalam pameran ini adalah anggrek ekspor dari Taiwan dan Thailand kemudian spesies asli Indonesia seperti Phalaenopsis gigantea, Bulbophyllum phalaenopsis, dan produk unggulan dari penyilang terbaik di Indonesia.

Baca juga: Kampanyekan Antikorupsi, Pemkot Batu Terima Penghargaan dari KPK

"Kami harap BSOW 2024 bisa menjadi wadah baik bagi para pecinta tanaman anggrek, dan kegiatan ini mampu menjadi daya tarik wisatawan terhadap wisata di Kota Batu dan bisa berlanjut di tahun tahun berikutnya,” tutup Dedit.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com