Tekan Inflasi Pangan, Pemkot Tangerang Lakukan Gerakan Tanam Cabai 

Kompas.com - 05/07/2024, 10:02 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) melakukan Gerakan Tanam Cabai di lahan seluas 3.000 meter (m) di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (4/7/2024).

Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya mengendalikan inflasi pangan di Kota Tangerang. 

Program tersebut diharapkan meningkatkan produksi cabai hingga 2 ton dan dapat dipasok ke pasar untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Muhdorun menjelaskan, cabai merupakan salah satu komoditas yang menyebabkan terjadinya inflasi. 

“Cabai ini bisa diupayakan sendiri apabila kita dapat memanfaatkan lahan-lahan terbuka, seperti saat ini yang kami manfaatkan dengan petani lokal untuk menanam cabai keriting,” ujarnya melansir tangerangkota.go.id.

Muhdorun menyebutkan, hasil panen cabai tersebut akan dipasarkan di Pasar Induk Tanah Tinggi untuk mengisi pasokan cabai yang berasal dari dalam Kota Tangerang. 

Baca juga: Pemkot Tangerang dan BPS Rencanakan Desa Cantik di 104 Kelurahan

Sebab, kata dia, harga cabai fluktuatif sehingga pihaknya berupaya mengisi pasokan cabai dari lahan-lahan pertanian di Kota Tangerang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) melakukan Gerakan Tanam Cabai di lahan seluas 3.000 meter (m) di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (4/7/2024).
DOK. Humas Pemkot Tangerang Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) melakukan Gerakan Tanam Cabai di lahan seluas 3.000 meter (m) di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (4/7/2024).

Tak hanya itu, guna meningkatkan hasil produksi tanam di Kelompok Wanita Tani (KWT), DKP Kota Tangerang memberikan bantuan 1.000 lubang hidroponik untuk delapan KWT di Kota Tangerang.

Kedelapan KWT tersebut, yakni KWT Anggrek 08, Kelurahan Sudimara Barat, KWT Asri, Kelurahan Cipadu, KWT Pakcoy, Kelurahan Karawaci, KWT Pelangi, Kelurahan Cimone Jaya, KWT Descorda, Kelurahan Keroncong, KWT Plawad Ceria, Kecamatan Poris Plawad, KWT Mina Tani, Kelurahan Panunggangan Barat, dan KWT Putih Berseri, Kelurahan Cibodas Baru.

Muhdorun mengatakan, pihaknya memberikan instalasi 1.000 lubang hidroponik per KWT serta bantuan sarana pertanian kepada 33 SMP Negeri di Kota Tangerang. 

“Hal ini kami lakukan untuk mengedukasi sekolah agar mampu memberdayakan sumber daya pertanian yang diberikan untuk mampu membiasakan bercocok tanam di sekolah,” terangnya.

Baca juga: Sederet Program Gratis sejak Lahir hingga Meninggal Dunia dari Pemkot Tangerang

Kegiatan menanam cabai tersebut juga dihadiri langsung Penjabat (Pj) Wali Kota (Walkot) Tangerang Nurdin, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0506 Tangerang Ary Sutrisno, Camat Neglasari Andhika Nugraha Krisyna Murti, serta para petani lokal sekitar.

Terkini Lainnya
Penggagas Inovasi Pelayanan Publik Banten, ASN Muda Kota Tangerang Jadi Duta Korpri 2025–2026

Penggagas Inovasi Pelayanan Publik Banten, ASN Muda Kota Tangerang Jadi Duta Korpri 2025–2026

Kota Tangerang
Weekend Seru Bersama Keluarga? Yuk, Jelajahi Destinasi Favorit di Kota Tangerang

Weekend Seru Bersama Keluarga? Yuk, Jelajahi Destinasi Favorit di Kota Tangerang

Kota Tangerang
Ketika Kesempatan Bertemu Semangat, Kisah Pekerja Disabilitas Berkarier dari Job Fair Kota Tangerang

Ketika Kesempatan Bertemu Semangat, Kisah Pekerja Disabilitas Berkarier dari Job Fair Kota Tangerang

Kota Tangerang
Lidah Auto Bergoyang, Ini 5 Seblak Paling Enak di Kota Tangerang

Lidah Auto Bergoyang, Ini 5 Seblak Paling Enak di Kota Tangerang

Kota Tangerang
Pemkot Tangerang Ciptakan Iklim Investasi Kondusif Lewat Sistem Online dan Pendampingan Langsung

Pemkot Tangerang Ciptakan Iklim Investasi Kondusif Lewat Sistem Online dan Pendampingan Langsung

Kota Tangerang
Kota Tangerang Jadi Primadona Hunian Urban: Nyaman Ditinggali dan Menjanjikan untuk Investasi

Kota Tangerang Jadi Primadona Hunian Urban: Nyaman Ditinggali dan Menjanjikan untuk Investasi

Kota Tangerang
Ayo ke Kota Tangerang! Jelajahi Kekayaan Kuliner, Tradisi, dan Keragaman Budaya 

Ayo ke Kota Tangerang! Jelajahi Kekayaan Kuliner, Tradisi, dan Keragaman Budaya 

Kota Tangerang
Mengintip Wajah Baru Pasar Anyar Kota Tangerang Pascarevitalisasi

Mengintip Wajah Baru Pasar Anyar Kota Tangerang Pascarevitalisasi

Kota Tangerang
Bosan dengan Menu Lebaran? Ini Rekomendasi Kuliner di Kota Tangerang yang Wajib Dicoba

Bosan dengan Menu Lebaran? Ini Rekomendasi Kuliner di Kota Tangerang yang Wajib Dicoba

Kota Tangerang
Sempat Minta Sekolah ke Gibran, Anak 13 Tahun Ini Difasilitas Sekolah Gratis oleh Pemkot Tangerang

Sempat Minta Sekolah ke Gibran, Anak 13 Tahun Ini Difasilitas Sekolah Gratis oleh Pemkot Tangerang

Kota Tangerang
Optimalisasi IPAL TPA Rawa Kucing, Solusi Tangerang Menuju Kota Ramah Lingkungan

Optimalisasi IPAL TPA Rawa Kucing, Solusi Tangerang Menuju Kota Ramah Lingkungan

Kota Tangerang
Soal Netralitas Pilkada, Peneliti IDP-LP Nilai Pj Walkot Tangerang Bertindak Tegas

Soal Netralitas Pilkada, Peneliti IDP-LP Nilai Pj Walkot Tangerang Bertindak Tegas

Kota Tangerang
Pemkot Tangerang Raih Penghargaan atas Penanganan AIDS, Tuberculosis dan Malaria

Pemkot Tangerang Raih Penghargaan atas Penanganan AIDS, Tuberculosis dan Malaria

Kota Tangerang
Dua Hari Digelar, Pengunjung Tangerang Digital Festival Vol. 2 Sebut Serasa Nonton Konser Level Nasional

Dua Hari Digelar, Pengunjung Tangerang Digital Festival Vol. 2 Sebut Serasa Nonton Konser Level Nasional

Kota Tangerang
Festival Cisadane 2024 Dimulai, Dr Nurdin: Ayo Nikmati Hajatan Budaya, Seni, dan Karya UMKM!

Festival Cisadane 2024 Dimulai, Dr Nurdin: Ayo Nikmati Hajatan Budaya, Seni, dan Karya UMKM!

Kota Tangerang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com