Wagub Kaltara: Kemiskinan Bisa Dihilangkan Kalau Dilakukan dengan Cara Benar

Kompas.com - 03/11/2022, 13:01 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com –  Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Yansen TP mengaku optimistis persoalan kemiskinan dan stunting di Kaltara dapat dihilangkan.

“Saya sepakat dengan Pak Gubernur bahwa kami bisa menghilangkan kemiskinan, kalau kami melakukan itu dengan cara yang benar,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (3/11/2022).

Untuk menurunkan kemiskinan dan stunting, kata Yansen, pihaknya berharap ada sinergitas dari seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga swasta.

Saat ini, sinergitas tersebut terus diupayakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara  dalam menangani persoalan kemiskinan dan stunting.

“Hari ini (kemarin) kami khusus membahas soal program prioritas. Kira-kira program prioritas apa dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang diorientasikan pada penurunan kemiskinan dan stunting,” sebutnya.

Baca juga: Gubernur Zainal Sebut Realisasi Investasi Fantastis di Kaltara Mulai Tercatat pada 2023

Yansen mencontohkan, dia pernah melakukan orientasi pada program memberdayakan rakyat. Polanya, memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk menangani persoalan yang mereka hadapi.

“Di sini mereka yang tahu apa yang harus mereka lakukan. Dari upaya ini, kami bisa melihat ada perubahan terjadi, penurunan kemiskinan juga terjadi, termasuk daya beli meningkat karena programnya melibatkan mereka,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Yansen, masyarakat dikatakan miskin bukan karena sumber dayanya yang rendah, tetapi lebih kepada tidak memaksimalkan sumber daya yang ada.

Ketua Tim Penanganan Kemiskinan dan Stunting itu mengatakan, pihaknya tengah berupaya mencari cara untuk mengubah perilaku masyarakat agar bisa berdaya.

“Tapi harus diketahui juga bahwa tidak bisa disamaratakan pola penanganan status kemiskinan di semua wilayah karena itu berbeda. Jadi, strateginya harus disesuaikan dengan kondisi yang ada di masing-masing daerah,” tuturnya.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Perjalanan Kawasan Industri Raksasa di Kaltara

Yansen mengatakan, Tim Penanganan Kemiskinan dan Stunting Kaltara akan memberikan masukan kepada Gubernur Zainal Arifin Paliwangsupaya strategi menangani masalah kemiskinan dan stunting dapat berjalan baik dan lancar.

Hingga kini, Pemprov Kaltara telah beberapa kali melakukan pembahasan terkait strategi penanganan kemiskinan dan stunting.

Bahkan, kata Yansen, Pemprov Kaltara saat ini sudah memiliki peta kemiskinan dan stunting di di provinsi ke-34 itu.

Oleh karena itu, dalam hal mewujudkan pembangunan, serta menangani persoalan kemiskinan dan stunting, dia menegaskan untuk melakukan reorientasi anggaran yang ada di lingkungan Pemprov Kaltara.

“Karena pada akhirnya nanti, penanganan itu harus berindikasi kepada peningkatan anggaran dan penurunan kemiskinan. Bahkan kalau perlu, menghilangkan kemiskinan,” tegasnya.

Yansen menyebutkan, hingga kini tidak ada kemiskinan ekstrem di Kaltara, tapi kemiskinan tetap menjadi masalah.

Baca juga: Hadiri HUT Ke-10 Kaltara, Gubernur Zainal Minta Masyarakat Berjuang Membangun Ekonomi Kreatif

Dia juga berharap, program dari OPD di lingkungan Pemprov Kaltara dan swasta bisa menurunkan angka kemiskinan dan stunting.

“Harapan kami ke depan masyarakat miskin di Kaltara sudah tidak ada,” harapnya.

Terkini Lainnya
Tingkatkan Tata Kelola SPBE, Pemprov Kaltara Luncurkan Dashboard Radar-KU

Tingkatkan Tata Kelola SPBE, Pemprov Kaltara Luncurkan Dashboard Radar-KU

Provinsi Kalimantan Utara
Ketua Dekranasda Kaltara Harap Produk Kerajinan Daerahnya Tembus Pasar Global

Ketua Dekranasda Kaltara Harap Produk Kerajinan Daerahnya Tembus Pasar Global

Provinsi Kalimantan Utara
30 Penyidik LHK Kaltara Ikuti Pelatihan di Lemdiklat Reserse Polri, Gubernur Zainal Apresiasi

30 Penyidik LHK Kaltara Ikuti Pelatihan di Lemdiklat Reserse Polri, Gubernur Zainal Apresiasi

Provinsi Kalimantan Utara
Fasilitasi Kegiatan Pendidikan Politik, Gubernur Kaltara Serahkan Bantuan Keuangan untuk Parpol

Fasilitasi Kegiatan Pendidikan Politik, Gubernur Kaltara Serahkan Bantuan Keuangan untuk Parpol

Provinsi Kalimantan Utara
Gubernur Kaltara Ajak Sarjana Terus Gali Ilmu dan Berkontribusi Bangun Daerah

Gubernur Kaltara Ajak Sarjana Terus Gali Ilmu dan Berkontribusi Bangun Daerah

Provinsi Kalimantan Utara
Perhatikan Masyarakat Perbatasan, Ketua TP PKK Kaltara Hadiri Pemeriksaan Kesehatan di Sebatik Barat

Perhatikan Masyarakat Perbatasan, Ketua TP PKK Kaltara Hadiri Pemeriksaan Kesehatan di Sebatik Barat

Provinsi Kalimantan Utara
Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemprov Kaltara Gelar Festival Literasi Kaltara 2023

Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemprov Kaltara Gelar Festival Literasi Kaltara 2023

Provinsi Kalimantan Utara
HUT Ke-24 Malinau, Gubernur Kaltara: Saya Bangga dan Berbahagia

HUT Ke-24 Malinau, Gubernur Kaltara: Saya Bangga dan Berbahagia

Provinsi Kalimantan Utara
Gelar KIF 2023, Kaltara Tawarkan Proyek Investasi Senilai Rp 10 Triliun

Gelar KIF 2023, Kaltara Tawarkan Proyek Investasi Senilai Rp 10 Triliun

Provinsi Kalimantan Utara
Tiba di Sebatik, Ma’ruf Amien Akan Kukuhkan Komite Dewan Ekonomi dan Keuangan Kaltara Syariah 

Tiba di Sebatik, Ma’ruf Amien Akan Kukuhkan Komite Dewan Ekonomi dan Keuangan Kaltara Syariah 

Provinsi Kalimantan Utara
Wapres Ma’ruf Sebut Keuangan Syariah Punya Potensi Perkuat Ekonomi Kaltara

Wapres Ma’ruf Sebut Keuangan Syariah Punya Potensi Perkuat Ekonomi Kaltara

Provinsi Kalimantan Utara
HUT Ke-78 RI, Gubernur Kaltara Agendakan Safari Kemerdekaan di Malinau-Krayan

HUT Ke-78 RI, Gubernur Kaltara Agendakan Safari Kemerdekaan di Malinau-Krayan

Provinsi Kalimantan Utara
Gubernur Kaltara Terima Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar dari Kemendikbud Ristek

Gubernur Kaltara Terima Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar dari Kemendikbud Ristek

Provinsi Kalimantan Utara
Gubernur Kaltara Terima Penghargaan Top Pembina BUMD 2023

Gubernur Kaltara Terima Penghargaan Top Pembina BUMD 2023

Provinsi Kalimantan Utara
Jokowi Yakin KIPI Jadi Masa Depan Industri Energi Hijau Indonesia

Jokowi Yakin KIPI Jadi Masa Depan Industri Energi Hijau Indonesia

Provinsi Kalimantan Utara
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com