Perkuat Karakter Bangsa, Pemkab Tangerang Dorong Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini

Kompas.com - 12/05/2026, 14:05 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk mendorong pendidikan antikorupsi sejak dini sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Maesyal saat menghadiri peluncuran buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Pemkab Tangerang berharap, buku tersebut dapat membantu para tenaga pendidik di jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam memberikan metode mengajar yang lebih jelas terkait penanaman nilai-nilai kejujuran, budaya bersih, dan antikorupsi kepada para anak didiknya.

"Dengan buku ini, diharapkan para guru bisa mendapatkan gambaran dan arah yang lebih jelas untuk mengajarkan nilai-nilai kejujuran, budaya bersih, dan antikorupsi yang bermuara pada pembentukan dan penguatan karakter bangsa," ujar Maesyal dilansir dari laman tangerangkab.go.id, Senin.

Baca juga: Hari Antikorupsi Sedunia, ICW Kritik Vonis Ringan hingga Perampasan Aset

Komitmen Pemkab Tangerang dalam mendorong pendidikan antikorupsi sekaligus menjadi bagian dari dukungannya terhadap program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ( Kemendikdasmen) RI.

"Kami mendukung penuh dan siap menyukseskan program Kemendikdasmen yang menjadikan pendidikan sebagai bagian untuk menguatkan pembentukan karakter dan kepribadian bangsa di jenjang sekolah dasar dan menengah," kata Maesyal.

Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, budi pekerti, dan adab harus ditanamkan sejak dini, bukan hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di keluarga dan masyarakat.

"Budaya jujur, bersih, dan beradab itu harus dimulai sejak dini. Anak didik kita tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kurikulum sekolah, tetapi juga pengalaman dari lingkungan keluarga dan masyarakat," tegas Maesyal.

Baca juga: Panduan Pendidikan Antikorupsi Diluncurkan, Mendikdasmen: Bukan Jadi Mata Pelajaran

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mengatakan, pihaknya terus berusaha menjadikan sekolah sebagai role model pembentukan karakter dan kepribadian bangsa yang kuat dan tangguh di semua jenjang pendidikan.

"Dengan peluncuran buku panduan tentang pendidikan antikorupsi ini, kami berkomitmen bahwa sekolah dapat menjadi model bagaimana budaya jujur, bersih, dan antikorupsi itu tidak sebatas pengetahuan, tetapi menjadi budaya dan peradaban utama," ungkapnya.

Lebih lanjut, Mu'ti menyampaikan bahwa buku panduan pendidikan antikorupsi tersebut dirancang secara sistematis dan berjenjang agar dapat menjadi peta jalan strategis untuk membangun generasi bangsa yang berintegritas. 

Ia menyebut, buku panduan itu dapat menjadi acuan nasional bagi satuan pendidikan dan pemangku kepentingan dalam menanamkan nilai antikorupsi sejak usia dini hingga menengah.

Baca juga: Kepala Daerah Diminta Terbitkan Regulasi Turunan soal Pendidikan Antikorupsi di Sekolah

"Panduan pendidikan antikorupsi ini menyajikan peta kompetensi yang jelas serta langkah-langkah implementatif, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menumbuhkan pendidikan antikorupsi yang berkelanjutan," tutur Mu'ti.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto berharap, buku panduan pendidikan antikorupsi ini mampu memperkuat penanaman budaya bersih dan antikorupsi sejak dini kepada para peserta didik.

"Saya berharap untuk hari ini, esok, dan masa depan, antikorupsi tidak dimulai dari ruang persidangan, tetapi dari ruang kelas. Anak cucu kita sejak dini sudah bisa memahami budaya hidup jujur dan bersih serta bagaimana proses pencegahannya," ungkapnya.

Terkini Lainnya
Perkuat Karakter Bangsa, Pemkab Tangerang Dorong Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini

Perkuat Karakter Bangsa, Pemkab Tangerang Dorong Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini

Kabupaten Tangerang
Dihadiri 25.000 Buruh, Puncak May Day 2026 di Tangerang Diisi Memancing 5 Ton Ikan hingga Bakti Sosial

Dihadiri 25.000 Buruh, Puncak May Day 2026 di Tangerang Diisi Memancing 5 Ton Ikan hingga Bakti Sosial

Kabupaten Tangerang
Raih Paritrana Award 2025, Kabupaten Tangerang Perluas Perlindungan bagi Pekerja Rentan

Raih Paritrana Award 2025, Kabupaten Tangerang Perluas Perlindungan bagi Pekerja Rentan

Kabupaten Tangerang
Bupati Tangerang Serap Aspirasi Petani lewat Program NGEMAS

Bupati Tangerang Serap Aspirasi Petani lewat Program NGEMAS

Kabupaten Tangerang
Tekan Pengangguran, Bupati Tangerang Targetkan 1.700 Tenaga Kerja Terampil dan Wirausaha Baru pada 2026

Tekan Pengangguran, Bupati Tangerang Targetkan 1.700 Tenaga Kerja Terampil dan Wirausaha Baru pada 2026

Kabupaten Tangerang
Normalisasi Kali Cirarab, Bupati Tangerang Gandeng Swasta Bebaskan Sepatan-Pasar Kemis dari Banjir

Normalisasi Kali Cirarab, Bupati Tangerang Gandeng Swasta Bebaskan Sepatan-Pasar Kemis dari Banjir

Kabupaten Tangerang
Borong Penghargaan Nasional, BUMD Kabupaten Tangerang Raih 3 Top BUMD Award 2026

Borong Penghargaan Nasional, BUMD Kabupaten Tangerang Raih 3 Top BUMD Award 2026

Kabupaten Tangerang
Sambut Peluncuran BSPS, Bupati Maesyal: Sejalan dengan Program Kabupaten Tangerang

Sambut Peluncuran BSPS, Bupati Maesyal: Sejalan dengan Program Kabupaten Tangerang

Kabupaten Tangerang
Siasati Keterbatasan Loker Dalam Negeri, Pemkab Tangerang Perluas Akses Kerja ke Jepang

Siasati Keterbatasan Loker Dalam Negeri, Pemkab Tangerang Perluas Akses Kerja ke Jepang

Kabupaten Tangerang
Jelang Idul Fitri 1447 H, Bupati Tangerang Pastikan Kesiapan Layanan RSUD Balaraja 

Jelang Idul Fitri 1447 H, Bupati Tangerang Pastikan Kesiapan Layanan RSUD Balaraja 

Kabupaten Tangerang
Jaga Keberagaman, Pemkab Tangerang Dorong Kegiatan Lintas Agama

Jaga Keberagaman, Pemkab Tangerang Dorong Kegiatan Lintas Agama

Kabupaten Tangerang
Ribuan KK Terima Bantuan Pangan dari Pemkab Tangerang Jelang Lebaran 2026

Ribuan KK Terima Bantuan Pangan dari Pemkab Tangerang Jelang Lebaran 2026

Kabupaten Tangerang
Lewat Program Intan Emas, Pemkab Tangerang Alokasikan Rp 1,1 Triliun untuk Kesehatan Anak

Lewat Program Intan Emas, Pemkab Tangerang Alokasikan Rp 1,1 Triliun untuk Kesehatan Anak

Kabupaten Tangerang
Pj Bupati Tangerang Apresiasi Penilaian Terbaik DPR RI terhadap RSUD Kabupaten Tangerang

Pj Bupati Tangerang Apresiasi Penilaian Terbaik DPR RI terhadap RSUD Kabupaten Tangerang

Kabupaten Tangerang
Pj Bupati Tangerang: Syukur, Kami Kembali Raih Paritrana Award Tingkat Provinsi

Pj Bupati Tangerang: Syukur, Kami Kembali Raih Paritrana Award Tingkat Provinsi

Kabupaten Tangerang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com