KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperluas akses kerja ke Jepang sebagai upaya menyiasati keterbatasan lowongan kerja (loker) di dalam negeri.
Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama antara Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang dan Yayasan Dewa Aksara Nusantara (ISO Jepang) untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat di luar negeri.
Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana mengatakan, peluang kerja di luar negeri, khususnya di Jepang, masih terbuka luas dan dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja lokal.
“Terbatasnya peluang kerja di dalam negeri bukan menjadi alasan untuk tidak produktif. Banyak peluang kerja di luar negeri yang terbuka lebar, salah satunya di Jepang,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Pemkab Tangerang, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Pemegang ePaspor Kini Bisa ke Jepang Tanpa Visa
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Pemkab Tangerang telah melepas 28 peserta pelatihan dan pemagangan ke Jepang di Aula Disnaker Kabupaten Tangerang, Kamis (26/3/2026).
Dari jumlah itu, sebanyak 26 orang merupakan peserta pelatihan bahasa dan budaya Jepang, sedangkan dua orang lainnya mengikuti program pemagangan.
Rudi menambahkan, hingga saat ini sebanyak 48 orang telah bekerja di Jepang.
Sementara itu, 14 orang lainnya telah dinyatakan lulus seleksi, memperoleh perusahaan penempatan, dan tengah dalam proses pemberangkatan.
Baca juga: Lulusan SMK Bisa Kerja di Jepang dengan Visa SSW, Apa Itu?
Rudi berharap, para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta bekerja secara profesional dan bertanggung jawab di negara tujuan.
Selain itu, ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kedisiplinan, serta bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan.
“Ingat, waktu adalah kesempatan. Jangan menyia-nyiakan waktu yang ada. Targetkan dalam maksimal tiga bulan sudah lulus dan mendapatkan penempatan di perusahaan tujuan,” ucap Rudi.
Baca juga: 16 Bidang Lowongan Kerja di Jepang, Bisa untuk Lulusan SMK