KOMPAS.com - Bupati Batang M Faiz Kurniawan turun langsung menemui ratusan pendemo yang terdiri dari mahasiswa dan buruh di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Sabtu (30/8/2025).
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah (pemda) terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat.
“Bagi kami, kritik adalah bagian dari masukan kepada pemerintah. Insyaallah akan kami tangkap dengan baik, dan akan kami berikan proposal bagaimana cara menyelesaikannya,” ujar Faiz dalam keterangan resminya, Senin (1/9/2025).
Ia menyebut banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat, mulai dari isu ketenagakerjaan, pendidikan, hingga akses kesejahteraan.
Baca juga: 248 Desa di Batang Miliki Kopdes Merah Putih, Bupati Faiz: Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Warga
Lebih lanjut, Faiz mengungkapkan, isu ketenagakerjaan menjadi sorotan utama saat berdialog dengan masyarakat.
Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, Faiz menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang telah menyiapkan program Dapat Kerja (Daker) untuk memberikan peluang kerja lebih luas bagi masyarakat.
“Untuk isu ketenagakerjaan, kami sudah punya program Daker. Insyaallah program ini akan terus kami masifkan agar bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Di bidang pendidikan, Pemkab Batang menggulirkan berbagai inisiatif, salah satunya program beasiswa bimbingan belajar bagi anak-anak kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Baca juga: 100 Lulusan SMA/SMK Jateng Bakal Dapat Beasiswa Kuliah Sambil Kerja di Korsel
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendengarkan aspirasi yang disampaikan masyarakat, mulai dari isu ketenagakerjaan, pendidikan, hingga akses kesejahteraan saat aksi demonstrasi berlangsung di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Sabtu (30/8/2025).“Alhamdulillah, tahun ini (2025) kami kawal lebih dari 50 anak masuk ke PTN. Kami juga memberikan kursus bahasa Inggris supaya mereka bisa melanjutkan kuliah ke luar negeri,” ungkap Faiz.
Ia menegaskan bahwa tidak semua permasalahan bisa selesai dalam waktu singkat, tetapi pemerintah berkomitmen memberikan solusi secara bertahap.
“Banyak aspirasi yang disampaikan, ada yang mungkin bisa diselesaikan dalam 5 tahun, ada yang mungkin butuh waktu 10 tahun, 15 tahun, bahkan 40 tahun. Tetapi bagi kami, momentum ini penting, dan kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik,” jelas Faiz.
Selain itu, Faiz mengajak seluruh masyarakat Batang, termasuk mahasiswa dan buruh, untuk menjaga kekondusifan daerah.
Baca juga: Aksi Damai Warga Tanah Abang: Jaga Kampung Agar Aman dan Kondusif
Ia menilai pertumbuhan Kabupaten Batang sangat bergantung pada situasi yang aman dan stabil.
Faiz berharap masyarakat dapat menjaga Kabupaten Batang agar tetap tumbuh dengan baik.
Pemkab Batang pun, sebut dia, berkomitmen terus memberikan yang terbaik bagi warganya.