KOMPAS.com - Wali Kota (Walkot) Batam Amsakar Achmad mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 ( SE2026) sebagai langkah strategis untuk menghadirkan data yang lebih komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Amsakar saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam terkait pelaksanaan SE2026, di Kantor Walkot Batam, Kepulauan Riau, Kamis (9/4/2026).
Ia menekankan pentingnya keakuratan data sebagai fondasi utama perencanaan pembangunan daerah. Tanpa data yang akurat, arah kebijakan pembangunan berpotensi tidak selaras.
“Perencanaan tanpa data yang akurat ibarat berjalan tanpa arah. Ini yang harus kita benahi bersama,” ujar Amsakar dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (13/4/2026).
Baca juga: Hasilkan Data Akurat dan Efisien, BPS Hadirkan Inovasi dalam SE2026
Menurut Amsakar, tantangan yang harus segera diselesaikan saat ini adalah sinkronisasi data antarinstansi. Oleh karena itu, ia mengapresiasi langkah BPS Batam dalam mengoordinasikan pelaksanaan SE2026 yang akan digelar pada Mei hingga Agustus 2026.
Pada pertemuan tersebut, Kepala BPS Kota Batam Eko Aprianto menjelaskan bahwa SE2026 akan melibatkan seluruh pelaku usaha, mulai dari skala kecil hingga besar.
“Pelaksanaan sensus diawali dengan pengisian kuesioner secara daring oleh pelaku usaha, kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan berbasis digital,” ungkapnya.
Eko berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam dapat mendukung pelaksanaan SE2026 agar partisipasi pelaku usaha berjalan optimal. Pasalnya, BPS masih mengalami kendala dalam menjangkau perusahaan besar.
Melalui dukungan berbagai pihak, hasil SE2026 diharapkan menjadi basis data ekonomi yang akurat dan terintegrasi. Dengan demikian, data tersebut dapat memperkuat perencanaan pembangunan serta mendorong Batam menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Menristekdikti: Industri Berbasis Sains Jadi Kunci Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen
Amsakar mengatakan, capaian makroekonomi Batam saat ini menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan yang konsisten berada di atas rata-rata nasional, yakni selisih sekitar 1,5 hingga 2 persen.
Batam juga diproyeksikan mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional berkat berbagai potensi strategis yang dimilikinya.
Saat ini, Batam memiliki empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni Nongsa Digital Park, Batam Aero Technic, Tanjung Sauh, serta KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam.
Selain itu, terdapat 31 kawasan industri dan sekitar 110 galangan kapal yang menjadi tulang punggung sektor industri.
Baca juga: Kawasan Industri Harus Dukung Implementasi Energi Hijau
“Potensi ini harus didukung dengan data yang kuat agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” tegas Amsakar.
Dari sisi regulasi, ia menyoroti pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam menyelaraskan kebijakan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, Nomor 28 Tahun 2025, dan Nomor 47 Tahun 2025, guna memperkuat iklim investasi dan pelayanan perizinan.
Amsakar menambahkan, Pemkot Batam menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam mampu menembus 7 persen pada 2026.
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan penguatan sektor industri pengolahan serta dukungan terhadap kemandirian bahan baku dan kelancaran distribusi barang. (ADV)
Baca juga: IHSG Naik 0,22 Persen ke 8.337, Sektor Industri dan Energi Jadi Penopang