Skor IPKD Batam Tertinggi di Kepri, Walkot Amsakar Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

Kompas.com - 07/04/2026, 16:17 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kota Batam kembali mencuri perhatian dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2026. 

Di hadapan para pejabat daerah dan perwakilan pemerintah pusat, Wali Kota Batam Amsakar Achmad memaparkan sederet "rapor hijau" yang menempatkan Batam sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam efisiensi dan transparansi di Bumi Segantang Lada.

Salah satu capaian yang mengesankan adalah skor 82,9606 dalam Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah ( IPKD).

Angka itu menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepri dan mencerminkan tata kelola keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam yang transparan dan akuntabel.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan 3 Griya Pekerja di Batam, Solusi Hunian Layak dan Terjangkau

Amsakar mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan di Batam.

 

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (7/4/2026).

Hal itu disampaikan Amsakar dalam Musrenbang Kepri 2026 di Balairungsari Wan Seri Beni, Tanjungpinang, Kepri, Senin (6/4/2026). 

Dia menegaskan, Pemkot Batam berkomitmen mendorong pembangunan yang selaras dan berkelanjutan. 

Musrenbang Kepri 2026 menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah daerah dan provinsi.

Baca juga: Kasus Pungli WN Singapura, 4 Pejabat Imigrasi Batam Dicopot dan Diperiksa

Terkait hal itu, Amsakar menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna memperkuat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Batam dan Kepri.

“Musrenbang ini menjadi momentum untuk menyatukan visi agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain IPKD, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian lain Kota Batam, di antaranya penghargaan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) bersama Kabupaten Karimun dan Natuna.

Apresiasi dari Wamendagri

Musrenbang tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari tingkat nasional dan daerah, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya.

Dalam sambutannya secara virtual, Bima menyampaikan bahwa perkembangan pembangunan di Kepri menunjukkan capaian yang impresif.

Baca juga: Berkunjung ke Pabrik Pintar Schneider Electric di Batam, Kolaborasi Manusia dan AI

Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 mencapai 7,89 persen dan menempati peringkat keempat nasional, dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali di angka 3,54 persen.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 7,07 persen pada 2020 menjadi 4,85 persen pada 2025. 

Kemudian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat sebesar 80,53, termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia.

“Perkembangan Kepri sangat impresif dan membanggakan. Hal ini terlihat dari data yang menunjukkan kualitas perencanaan yang semakin baik,” ujar Bima.

Dia menambahkan, capaian tersebut perlu terus dijaga melalui konsistensi visi pembangunan, penguatan kemandirian daerah, kepemimpinan yang efektif, serta kolaborasi yang solid antarpemangku kepentingan.

Baca juga: Menhan Tinjau Galangan di Batam, Cek Progres Pembuatan Kapal Perang Dalam Negeri

Musrenbang itu turut dihadiri Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Ketua DPRD Kepulauan Riau Iman Sutiawan, perwakilan Kementerian PPN/Bappenas Tri Dewi Fitrianti, serta Kepala Bappeda Kepulauan Riau Aries Fhariandi. (ADV)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com