KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menaruh perhatian serius terhadap meningkatnya kasus kanker yang baru terdeteksi pada stadium lanjut.
Untuk menangani kasus tersebut, Pemprov Riau memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan kebiasaan hidup sehat melalui seminar kanker yang diselenggarakan oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Riau di Gedung Wanita, Jalan Diponegoro, Kamis (13/11/2025).
Dalam pembukaan seminar bertema Optimalisasi Kebiasaan Hidup Sehat untuk Mencegah Kanker, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau Zulkifli Syukur berharap kegiatan ini mampu mendorong gerakan nyata dari berbagai elemen masyarakat.
"Mulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga komunitas, marilah kita membiasakan perilaku hidup sehat dan melakukan pemeriksaan dini secara sehat dan berkala," ujarnya, dilansir dari laman mediacenter. riau.go.id, Kamis.
Baca juga: Pemeriksaan Kanker Lebih Akurat dengan Alat PET-CT
Zulkifli menegaskan, tema seminar bukan sekadar rangkaian kata, melainkan ajakan moral bagi masyarakat untuk menjadikan kesehatan sebagai prioritas.
Tantangan terbesar, kata dia, bukan pada pemahaman manfaat hidup sehat, tetapi pada konsistensi menjalankannya setiap hari.
Zulkifli menjelaskan bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, melainkan berkaitan erat dengan pola hidup masyarakat. Pola makan yang tidak seimbang, kurang olahraga, stres, dan kebiasaan merokok turut menjadi faktor risiko signifikan.
“Yang lebih menyedihkan, banyak kasus kanker di Indonesia baru diketahui saat sudah stadium lanjut,” tambahnya.
Oleh karena itu, Zulkifli mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap kesehatan, dari menunggu sakit menjadi mencegah sejak dini.
Baca juga: Makanan Ultraproses Berkaitan dengan Risiko Kanker Usus Besar pada Perempuan Usia Muda
“Mari kita ubah cara pandang kita, dari mengobati penyakit menjadi menjaga kesehatan, dari menunggu sakit menjadi mencegah sejak dini,” pungkasnya.