KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyelenggarakan dua agenda bertema ekologis sepanjang November 2025.
Kedua agenda tersebut yaitu Workshop Green Policing dan Gerakan Penanaman 21.000 Pohon Serentak di seluruh jajaran Kepolisian Resor (Polres) dan Satuan Kerja (Satker) yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pohon Nasional.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Herry Heryawan mengatakan, dua kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi gerakan moral dan ekologis Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam memastikan bumi tetap terawat.
“Penanaman 21.000 pohon ini adalah ikhtiar moral untuk memastikan bumi tetap terjaga. Seluruh jajaran kepolisian di Riau kami gerakkan agar penghijauan dilakukan secara masif, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya, dilansir dari laman mediacenter.riau.go.id, Rabu (12/11/2025).
Baca juga: Wujudkan Misi Hijau, Bupati Anom Memulai Gerakan Penanaman Pohon
Terkait Workshop Green Policing, Herry menegaskan bahwa agenda ini bukan hanya program, melainkan filosofi hidup yang harus diinternalisasi sejak dini.
Oleh karena itu, workshop yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti oleh ratusan ketua organisasi siswa intra sekolah (OSIS) dari 12 kabupaten/kota di Riau.
Mereka dibekali berbagai materi dan kegiatan lapangan yang menumbuhkan kepemimpinan hijau (green leadership), termasuk tur lingkungan, penanaman pohon, orasi Tunas Muda, dan pembuatan konten kreatif bertema lingkungan.
Herry mengajak generasi muda menjadi agen perubahan dalam menepis stigma negatif Riau sebagai daerah "penghasil asap" akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca juga: Bertemu Menhut, Kapolri Tegaskan Perkuat Penanganan Karhutla Nasional
“Ketika karhutla menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas kita, di situlah pentingnya melahirkan ide dan gerakan baru. Saya ingin mengajak generasi muda menjadi agen perubahan yang mencintai lingkungan demi masa depan anak cucu kita,” tegasnya.
Dalam arahannya, Herry menyoroti tiga prinsip utama green policing. Pertama, green habit atau membangun kebiasaan dan gaya hidup hijau sehari-hari.
Kedua, green collaboration mencakup kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Ketiga, green thinking, yakni pola pikir rasional dan etis untuk memahami bahwa kelalaian terhadap lingkungan akan berujung pada bencana.
Baca juga: Warga Duga Tanggul di Pondok Kacang Prima Jebol karena Kelalaian
“Tidak bisa hanya adik-adik pelajar yang bergerak atau dinas pendidikan sendiri. Semua pihak harus berkolaborasi,” kata Herry.
Lebih lanjut, ia mengibaratkan proses kepemimpinan seperti halnya menanam pohon yang membutuhkan kesabaran, perhatian, dan perawatan berkelanjutan.
“Pohon kalau dijaga dengan baik, diberi pupuk, dan disinari matahari, akan tumbuh kuat. Begitu juga dengan calon pemimpin, tumbuhlah menjadi batang yang kokoh, ranting yang meneduhkan, dan daun yang bermanfaat bagi banyak orang,” ucap Herry.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Eko Budhi menjelaskan, keterlibatan para ketua OSIS dalam kegiatan ini memiliki tujuan strategis.
Baca juga: Suasana SPMB di SMAN 1 Semarang, Ketua OSIS Dapat Tambahan Poin
“ Ketua OSIS adalah motor penggerak di sekolah. Mereka disiapkan menjadi pelopor lingkungan yang membawa pesan green policing ke sekolah, komunitas, hingga dunia digital,” jelasnya.
Kegiatan workshop tersebut juga menghadirkan filsuf sekaligus akademisi Rocky Gerung sebagai pembicara tamu.
Ia mengapresiasi inisiatif Polda Riau dan menilai program ini sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran ekologis nasional yang dimulai dari generasi muda.
“Inisiatif ini memulai kampanye menanam pohon dari Riau. Masa depan Indonesia yang hijau lahir dari kepedulian yang tulus dan inisiatif anak muda seperti kalian,” ujar Rocky di hadapan peserta.
Baca juga: Bersama UAS hingga Rocky Gerung, Gubernur Riau Ajak Masyarakat Menanam Pohon
Sebagai penutup workshop, sebanyak 311 ketua OSIS tingkat sekolah menengah atas (SMA)/sekolah menengah kejuruan (SMK)/madrasah aliyah (MA) se-Provinsi Riau menandatangani Deklarasi Pelajar Green Policing di Taman Wisata Alam Mayang, Pekanbaru, Rabu (12/11/2025).
Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga bumi dan melestarikan lingkungan.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau Erisman Yahya serta tamu undangan lainnya.