KOMPAS.com - Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Riau sukses menggelar Seminar Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang dirangkaikan dengan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) Raya di Ballroom Cititel Hotel Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta, mulai dari tokoh masyarakat, pejabat daerah, organisasi lintas agama, hingga pengurus Komisariat Cabang (Komcab) se-Riau.
Ketua Tim Pelaksana Johannes Gultom menekankan bahwa seminar ini bukan sekadar seremoni penyambutan anggota baru, tetapi juga ruang refleksi atas kontribusi Pemuda Katolik terhadap isu sosial di daerah.
“Kegiatan ini merupakan momentum untuk memperkuat peran Pemuda Katolik dalam isu-isu sosial yang relevan, khususnya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Pemuda Katolik ingin hadir dengan kontribusi nyata,” ujarnya, dilansir dari laman mediacenter. riau.go.id, Minggu (16/11/2025).
Baca juga: Dari Tenun Ikat hingga Warung Digital, Jejak Pemberdayaan Perempuan NTT
Johannes mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan, rekan-rekan Komcab se-Riau, serta para narasumber yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri seminar.
Adapun acara tersebut dipandu oleh Wakil Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Komda Riau drg Nodika Herda Tri Utami, dengan narasumber Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit (RS) Santa Maria dr Ronald Jeckson Sinaga.
Selain itu, hadir pula perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Riau, Fariza.
Administrator Kesehatan (Adminkes) Ahli Madya Dinkes Riau Zulfahera mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang diinisiasi oleh Pemuda Katolik Komda Riau.
Baca juga: Pidato di Seminar 70 Tahun KAA, Megawati: Ini Bukan Sekadar Kenang Sejarah
Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas promosi kesehatan bagi masyarakat Riau.
Dalam paparannya, Zulfahera menyoroti pentingnya peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan perilaku hidup sehat, baik di lingkungan rumah tangga maupun komunitas.
Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKD) yang telah disediakan pemerintah.
Baca juga: Khawatir Ketahuan Penyakitnya, Banyak Warga Kota Madiun Takut Cek Kesehatan Gratis
Zulfahera menjelaskan bahwa program tersebut dapat membantu masyarakat mendeteksi risiko penyakit sejak dini, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Silakan bapak/ibu memeriksakan kesehatannya di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) terdekat. Manfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, karena kesehatan adalah investasi penting bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala P3AP2KB Provinsi Riau Fariza menilai bahwa tema seminar ini sangat relevan dengan tugas pemerintah.
“Isu perempuan masih menyisakan kesenjangan besar. Dari Indeks Pembangunan Gender (IPG) terlihat adanya gap antara laki-laki dan perempuan, terutama di bidang ekonomi. Pendapatan antara keduanya bisa berbeda hingga 200 persen,” jelasnya.
Baca juga: Apakah Ada Perbedaan Gaji antara Karyawan Perempuan dengan Laki-Laki di BUMN?
Fariza menambahkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak juga masih terjadi dan membutuhkan perhatian serius.
“Unit layanan perempuan dan anak di Kepolisian Daerah (Polda) Riau aktif menerima laporan. Karena itu, kegiatan seperti ini penting agar edukasi terus berlangsung,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Fariza berpesan mengenai peran ayah dalam membentuk karakter anak.
“Seorang ayah adalah role model. Karakter anak 90 persen terbentuk dari apa yang dilihatnya pada ayah. Sikap dan tindakan ayah akan membekas secara psikologis,” tegasnya.
Baca juga: Peran Ayah Penting bagi Keberanian dan Ketangguhan Anak, Ini Kata Psikolog
Ketua Pemuda Katolik Komda Riau Agustinus Dian Barnawan menegaskan bahwa isu pemberdayaan perempuan bukanlah wacana, melainkan komitmen nyata organisasi.
“Pemuda Katolik tidak hanya bergerak di isu sosial dan politik, tetapi juga mengangkat isu pemberdayaan perempuan. Kami menjamin kesetaraan, terbukti Ketua Pengurus Pusat Pemuda Katolik dua periode 2015-2018 dan 2018-2021 adalah seorang perempuan, Carolin Margaret Natasha,” jelasnya.
Dian menyebut, banyak Komda dan Komcab di Indonesia yang kini juga dipimpin perempuan. Bahkan, dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025, perempuan ditempatkan sebagai figur penting dalam arah gerak gereja.
Terkait pelaksanaan Mapenta, Dian menjelaskan bahwa Oktober–November merupakan bulan kaderisasi nasional yang ditetapkan oleh Pengurus Pusat Pemuda Katolik.
Baca juga: Lantik Pengurus Lembaga Kaderisasi PKB, Cak Imin Ingin Setop Fajar Pemilu
“Sejatinya, Mapenta adalah tanggung jawab Komcab, tetapi karena tahun ini kita lakukan secara terpusat, maka Komda mengambil peran untuk memastikan kaderisasi berjalan baik,” katanya.
Dian berharap, para peserta Mapenta dapat terlibat aktif setelah kembali ke Komcab masing-masing, baik dengan mengusulkan ide maupun berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.
“Kami di Komda siap bersinergi dengan setiap Komcab untuk memberdayakan para kader, sejalan dengan slogan Ketua Umum Gusma, Grow Further and Level Up,” tegasnya.
Pembimbing Masyarakat Katolik (Pembimas Katolik) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau Alimasa Gea turut mengapresiasi inisiatif Pemuda Katolik yang mengangkat tema sentral tentang perempuan.
Baca juga: Gereja Katolik Ajak Umat Berjalan Bersama Bangsa dalam Sidang Agung 2025
“Kementerian Agama menyampaikan selamat dan sukses atas pelaksanaan kegiatan ini. Pemuda Katolik hari ini berani mengambil topik pemberdayaan perempuan,” ujarnya.
Gea menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan gagasan baru dalam iman Katolik. Dalam Perjanjian Lama dan Baru, banyak perempuan hebat terlibat dalam sejarah keselamatan.
“Dalam konstitusi Gereja pun dinyatakan bahwa perempuan telah diberdayakan oleh Allah sejak kisah penciptaan, menjadi partner laki-laki dalam menata karya-karya-Nya. Oleh sebab itu, selamat mengikuti seminar hari ini, semoga menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelas Gea.