KOMPAS.com - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga jalan dengan menggunakannya sesuai kapasitas atau peruntukannya.
Ia menyoroti tonase kendaraan yang melintas karena kelebihan muatan bisa mempercepat kerusakan.
"Tonasenya tidak boleh lebih, karena pembangunan jalan memakan biaya Rp 29 miliar dari dana bagi hasil (DBH) sawit. Jadi, harus bisa kita jaga jalannya,” ungkap Abdul Wahid saat meninjau langsung progres pembangunan Jalan Selensen-Kota Baru-Bagan Jaya di Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (1/10/2025).
Baca juga: Helm Saya Tuli untuk Disabilitas Tunarungu di Riau...
“Kami meninjau Jalan Selensen-Kota Baru-Bagan Jaya dengan ruas panjangnya 2,9 kilometer (km). Pembangunannya sudah berlangsung, targetnya awal Desember kita selesaikan,” katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com.
Menurut Abdul Wahid, keberadaan jalan mulus akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta akses layanan dasar.
“Oleh karena itu, setelah jalan ini bagus, mari kita rawat bersama-sama. Saya pesankan kepada kepala desa untuk memeliharanya, karena banyak aktivitas yang menggunakan jalan ini,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas jalan, Abdul Wahid meminta Dinas Perhubungan Riau melakukan langkah pengawasan.
Baca juga: Demi PAD dan Infrastruktur, Gubernur Riau Wajibkan Seluruh Kendaraan Usaha Berpelat BM
Dengan begitu, pemeliharaan jalan dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.
“Ya, maka dari itu saya tadi minta Pak Kadis Perhubungan, nanti kita bikin razia over dimension overload ( ODOL). Kalau ada tonase yang berlebih, silakan bongkar, pindahkan ke mobil yang baru sehingga tidak rusak jalan,” pinta Abdul Wahid.