KOMPAS.com - Gubernur Riau Abdul Wahid mengapresiasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak Riau.
Sebelumnya, BPDP menyalurkan beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit kepada 1.342 mahasiswa asal Riau.
Penerima beasiswa berasal dari lima perguruan tinggi, yakni Politeknik Kampar, Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan, Universitas Pasir Pengaraian, Universitas Lancang Kuning, dan Politeknik Caltex Riau.
Kelima kampus tersebut dipilih karena memiliki program studi relevan dengan pengembangan industri sawit nasional.
Baca juga: Bakal Punya Tiga Pesaing Baru di Industri Sawit, Mampukah Indonesia Bertahan?
Beasiswa yang didanai BPDP itu merupakan bagian dari program nasional. Secara keseluruhan, terdapat 4.000 penerima beasiswa di seluruh Indonesia.
Tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM sektor perkebunan sekaligus menyiapkan generasi unggul guna menjawab tantangan industri sawit berkelanjutan.
Abdul Wahid menegaskan, beasiswa ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh mahasiswa sebagai modal berharga untuk meraih prestasi dan berkontribusi bagi daerah.
“Riau adalah salah satu lumbung sawit terbesar di Indonesia. Kami membutuhkan SDM unggul yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, menjaga kelestarian lingkungan, dan membawa sawit Riau semakin bermarwah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (25/9/2025).
Baca juga: 5.858 Hektar Lahan Mangrove di Riau Direhabilitasi pada 2024-2027
Abdul Wahid menekankan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi besar negara untuk masa depan.
Oleh karena itu, ia mengajak mahasiswa penerima beasiswa untuk membuktikan diri melalui prestasi, kedisiplinan, dan karakter yang kuat.
Lebih lanjut, Abdul Wahid berpesan agar mahasiswa turut memperluas jejaring, meningkatkan keterampilan, dan membangun integritas diri.
“Kalian adalah calon pemimpin masa depan di sektor strategis ini. Jangan sia-siakan kesempatan yang telah diberikan. Buktikan bahwa anak Riau bisa menjadi kebanggaan Indonesia,” tegasnya.
Baca juga: Di Tengah Keterbatasan Anggaran, Gubernur Abdul Wahid Konsisten Genjot Perbaikan Jalan di Riau
Sementara itu, Direktur Politeknik Caltex Riau Dadang Syarif Sihabudin menilai, program beasiswa ini akan melahirkan generasi baru yang siap terjun langsung ke dunia perkebunan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri akan memperkuat daya saing sektor sawit Indonesia.
Salah satu penerima beasiswa dari Politeknik Caltex Riau, Fadly Nugraha Rahmadi, mengaku sangat bersyukur mendapat kesempatan tersebut.
“Beasiswa ini meringankan beban orangtua saya dan memberi semangat baru untuk belajar lebih giat. Saya ingin suatu hari bisa ikut berkontribusi mengembangkan industri sawit Riau agar lebih berkelanjutan,” ungkapnya.
Baca juga: Beasiswa ASEAN untuk Kuliah S1 Gratis di 3 Universitas di Singapura