Komitmen Pemprov Riau Dukung Program REDD+, Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengurangan Emisi GRK

Kompas.com - 05/12/2024, 20:03 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Taufiq Oesman Hamid mengungkapkan bahwa pengelolaan program reducing emission from deforestation and forest degradation (REDD+)  memerlukan kolaborasi lintas sektor, terutama dalam sektor-sektor yang terkait dengan landscape.

Untuk diketahui, REDD+ adalah inisiatif global yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberikan insentif kepada negara berkembang yang berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), yang sebagian besar berasal dari deforestasi ( penebangan hutan) dan degradasi hutan (kerusakan ekosistem hutan).

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berkomitmen penuh dan akan terus bekerja keras untuk mewujudkan setiap peluang pendanaan yang berfokus pada penguatan program REDD+,” ujar Taufiq saat menerima kunjungan kerja UN- REDD ke Kantor Pemprov Riau, Kamis (5/12/2024).

UN-REDD adalah program kolaborasi antara tiga lembaga utama PBB, yaitu Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Program Pembangunan PBB (UNDP), dan Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP).

Baca juga: Jadi Utusan Khusus Sekjen PBB, Retno Marsudi: Dunia Masih Belum Sadar Krisis Air

Delegasi UN-REDD yang berkunjung terdiri dari sejumlah perwakilan dari UNEP dan FAO, di antaranya Annete Wallgren (UNEP), Kamran Hussain (UNEP), Bambang Arifatmi (UNEP), Marco Piazza (FAO), dan Dwi Farastika (FAO).

Mereka melakukan kunjungan untuk membahas kemajuan dan langkah-langkah strategis dalam implementasi program REDD+ di berbagai wilayah, termasuk di Provinsi Riau.

Pada kesempatan tersebut, Taufik memberikan apresiasi atas keberhasilan program REDD+ yang telah berjalan di Provinsi Riau.

“Pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan yang kuat dari UN-REDD, yang telah bekerja sama dengan Pemprov Riau dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca,” imbuhnya.

Baca juga: Emisi Gas Rumah Kaca Industri Terus Naik, Menperin: Penggunaan Energi Penyumbang Terbanyak

Percepat dan perkuat arsitektur REDD+

Taufiq juga menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, Pemprov Riau, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), intens melakukan rapat-rapat untuk mempercepat dan memperkuat arsitektur REDD+ di provinsi ini.

Dengan adanya arsitektur ini, kata dia, kinerja pemerintah daerah (pemda) dalam menurunkan emisi GRK akan dapat dinilai secara objektif, serta diharapkan dapat mengarah pada pendanaan dan program yang lebih maksimal kembali ke daerah.

Taufiq juga menegaskan bahwa berdasarkan perhitungan kinerja pengurangan emisi GRK pada periode 2014-2016, Pemprov Riau akan menerima pendanaan REDD+ Result-Based Payment (RBP) dari Green Climate Fund (GCF) senilai 2.065 juta dollar Amerika Serikat (AS).

“Saat ini, Pemprov Riau sedang mempersiapkan proposal kegiatan untuk diajukan ke Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH),” ucapnya.

Baca juga: Menag Ajak Perdalam Ajaran Agama Sebagai Solusi Menjaga Lingkungan Hidup

Taufiq berharap, dengan dukungan penuh dari UN-REDD, Pemprov Riau dapat terus meningkatkan kinerjanya dalam menurunkan emisi GRK dan mendapatkan pendanaan yang lebih besar untuk mendukung program-program pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di provinsi ini.

Langkah awal perkuat arsitektur REDD+

Sebelumnya, Ketua Delegasi UN-REDD Annete Wallgren menyampaikan bahwa pihaknya bersama Pemprov Riau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memulai tahapan readiness sebagai langkah awal dalam memperkuat arsitektur REDD+ di Provinsi Riau.

Hingga saat ini, proses tersebut telah berjalan dengan fokus pada sektor lingkungan hidup dan kehutanan.

Meski demikian, menurut Annete, REDD+ tidak hanya bisa berhasil jika hanya berfokus pada sektor-sektor tersebut.

Baca juga: Menhub Pastikan Sejumlah Simpul Transportasi Siap Hadapi Nataru 2024/2025

“Program ini membutuhkan dukungan nyata dari berbagai sektor terkait lainnya yang memiliki peran penting, seperti sektor pangan, pertanian, perkebunan, kelautan, transportasi, dan sektor landscape lainnya,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Annete, komitmen multisektor dan sinergi antara berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta, sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program ini di masa depan.

Annete juga menambahkan bahwa sejumlah agenda strategis telah direncanakan oleh UN-REDD untuk 2025.

Beberapa target output yang akan dicapai di antaranya adalah kick-off meeting yang melibatkan berbagai stakeholders di tingkat Provinsi Riau pada Januari 2025.

Baca juga: Respons Desakan Stakeholders, Korporasi Semakin Aktif Implementasikan Sustainability

Kemudian, dilanjutkan dengan project launching di tingkat nasional pada Februari 2025.

Selain itu, terdapat pula persiapan dokumen-dokumen penting seperti STRADA, FREL, dan BSM yang akan disusun dengan standar internasional, untuk mendukung implementasi REDD+ yang lebih efektif dan terukur.

Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut juga hadir Asisten Administrasi Umum dan Kepegawaian Elly Wardani, Plt Kepala Dinas LHK Alwamen, Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas LHK Doktor (Dr) Matnuril, serta Tim UNEP di Provinsi Riau Danang Kabul.

Terkini Lainnya
Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Riau
Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Riau
Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Riau
Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Riau
Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Riau
Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Riau
Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Riau
Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Riau
Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Riau
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Riau
Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Riau
Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Riau
Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Riau
Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Riau
Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Riau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com