Pangkas Birokrasi dan Tingkatkan Layanan, RSUD Petala Bumi Hadirkan Inovasi Aduan Digital

Kompas.com - 19/07/2024, 15:34 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Indra mengapresiasi Sistem Elektronik Harmonisasi Aduan Terintegrasi RSUD Petala Bumi ( SEHAT RSPB) yang mempercepat kinerja pelayanan publik.

Dia juga mendukung sistem yang digagas Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Raja Jeihan Saputra dalam mengoptimalisasi layanan pengaduan.

Indra mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bangga dan mendukung gagasan inovatif untuk optimalisasi layanan pengaduan. 

“Inovasi ini diharapkan dapat signifikan memangkas birokrasi yang selama ini menjadi tantangan dalam administrasi pelayanan publik," katanya.

Dia mengatakan itu saat menghadiri peluncuran SEHAT RSPB di Aula Lantai II RSPB, Provinsi Riau, Jumat (19/7/2024).

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Riau Bhayangkara Run 2024

Indra mengatakan, salah satu capaian utama yang diharapkan adalah SEHAT RSPB dapat mengatasi masalah lamanya waktu penanganan pengaduan. 

“Ini sering kali menjadi penghambat dalam memberikan layanan yang cepat dan efisien kepada masyarakat," ucapnya dalam siaran persnya, Jumat.

Dia juga berharap, sistem tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam penanganan keluhan, tetapi juga secara signifikan memperbaiki capaian indikator waktu tunggu keluhan sehingga mencapai tingkat maksimal.

"Dukungan penuh dari Pemprov Riau mencerminkan komitmen mereka untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik," ujarnya.

Sementaa itu, Raja Jeihan mengatakan, bukti konkret keunggulan SEHAT RSPB dalam pelayanan kesehatan terlihat dari kemampuan menyediakan akses yang lebih cepat dan responsif terhadap keluhan pasien.

Baca juga: Kadiskominfotik Riau Minta Masyarakat Selektif Saring Informasi tentang Kepala Daerah dan Pemda

"Dengan integrasi yang baik antara sistem elektronik dan prosedur pelayanan, RSPB berhasil menetapkan standar baru dalam pelayanan yang berkualitas dan efektif bagi masyarakat," jelasnya yang juga hadir dalam peresmian tersebut.

Jehan berharap, masyarakat akan mendapatkan respons yang lebih cepat dan lebih baik atas keluhan yang mereka sampaikan.

Selain itu, kata dia, sistem itu bisa membantu membangun citra pemerintah yang responsif dan proaktif dalam menanggapi kebutuhan warganya.

Di tempat yang sama, Direktur RSUD Petala Bumi Riau Cahaya Purnama Sari berharap, adanya komplain dari masyarakat melalui SEHAT RSPB dapat menambah pembangunan layanan.

"Semoga sistem pengaduan yang terintegrasi langsung ke setiap pejabat struktural ini dapat diatasi dengan segera dan pelayanan di RSPB bisa lebih baik," katanya.

Baca juga: Serahkan Penghargaan untuk Sejumlah Sekolah di Riau, Pj SF Hariyanto: Sebagai Bentuk Apresiasi

Adapun SEHAT RSPB adalah inovasi sistem elektronik harmonisasi aduan terintegrasi yang diterapkan di RSUD Petala Bumi.

Inovasi itu terbukti memberikan manfaat besar dalam mengaktualisasikan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien.

SEHAT RSPB juga mengaktualisasikan Permenkes Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pengaduan di Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Terkini Lainnya
Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Riau
Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Riau
Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Riau
Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Riau
Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Riau
Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Riau
Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Riau
Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Riau
Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Riau
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Riau
Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Riau
Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Riau
Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Riau
Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Riau
Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Riau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com