Kisah Yanti, Guru Honorer di Riau yang Terima SK PPPK dengan Kursi Roda

Kompas.com - 08/08/2023, 18:10 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Petang itu, sinar matahari masih terik menyengat. Langit tidak berawan pula. Sebanyak 368 guru honorer berkumpul di halaman Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Mereka tampak semringah, menjemput Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Seorang guru bernama Yanti Haizar adalah satu di antara 368 guru honorer yang menerima SK PPPK formasi tenaga pendidik. Ia telah mengabdi 13 tahun di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan.

Nasib elok pun datang, berkat semangat dan doa, Yanti berhasil lulus tes PPPK Formasi Guru di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Ia pun tidak menduga SK tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Riau Syamsuar di halaman SMAN 1 Bandar Sei Kijang, Pelalawan Senin (7/8/2023).

Rasa bahagia bercampur sedih bergelut diperasaan Yanti. Ia tidak mengira bisa diangkat menjadi ASN PPPK. Sebelumnya, dia satu di antara guru honorer yang diusulkan masuk dalam 7.297 formasi kebutuhan tenaga pendidik oleh Pemprov Riau.

Baca juga: 624 Pegawai Pemkab Tuban Terima SK Pengangkatan PPPK.

“Ini pengalaman pertama saya mengikuti tes PPPK, alhamdulillah bisa lulus. Kalau memang sudah rezeki itu tidak ke mana, walaupun menantinya sangat lama," saat berbincang dengan Tim Media Center Riau, Selasa (8/8/2023).

Menurut dia, besarnya pembukaan kuota untuk guru PPPK tahun 2023, memberikan peluang besar untuknya bisa diangkat menjadi PPPK tenaga pendidik.

Yanti pun mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Riau Syamsuar yang telah memperjuangan hak para tenaga honorer.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Syamsuar, karena di tahun beliau inilah, kuota pengangkatan sangat banyak. Semoga ke depannya dunia pendidikan kita semakin baik.” ucap Yanti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa.

Guru berusia 40 tahun ini mengaku bahwa sejak 2010 sudah berprofesi sebagai guru honor di SMKN 1 Pangkalan Lesung.

Meski dirinya berdomisili Kota Pekanbaru, Yanti tetap semangat. Saban hari Senin, perjalanan sejauh 119 kilometer(km) ia lintasi menuju tempat mengajar.

Baca juga: 1.921 PPPK Mengundurkan Diri, BKN: Alasan Paling Banyak Berkaitan dengan Penempatan

Yanti mengajar menggunakan kursi roda. Kondisi ini karena jari kaki sebelah kiri dia harus diamputasi akibat penyakit gula yang derita sejak beberapa bulan belakangan ini.

"“Sudah sebulan lebih ini saya menggunakan kursi roda karena jari kaki saya diamputasi akibat penyakit gula," kata Yanti.

 

Kendati demikian, ia tetap semangat memberikan materi bidang studi agama Islam kepada anak-anak didiknya.

"Sebenarnya saya di beri izin untuk tidak mengajar, namun tidak mungkin saya tak masuk terlalu lama. Sehingga dari atas kursi roda inilah saya melakukan aktivitas,” kata Yanti

Gubernur Riau Syamsuar pun mengapresiasi perjuangan Yanti Haizar. Menurutnya, meski menggunakan kursi roda, guru tersebut tetap semangat mengabdi untuk negeri.

“Saya terharu melihat perjuangan ibu ini, meski di atas kursi roda semangatnya mengajar bolak-balik Pekanbaru ke Pelalawan patut dicontoh, semoga ibu diberikan kekuatan dan kesehatan selalu,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Tidak Ada PHK Massal Tenaga Honorer, Bakal Jadi PPPK Part Time?

Untuk diketahui, jumlah guru di Riau yang lulus PPPK sebanyak 5.851. Jumlah ini terbanyak se Indonesia.

Terkini Lainnya
Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Riau
Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Riau
Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Riau
Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Riau
Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Riau
Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Riau
Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Riau
Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Riau
Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Riau
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Riau
Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Riau
Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Riau
Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Riau
Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Riau
Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Riau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com