Kabupaten Kepulauan Meranti Merasa Dianaktirikan, Pemprov Riau: Mestinya Bicara Berdasarkan Data, Jangan Asumsi

Kompas.com - 12/11/2022, 09:40 WIB
I Jalaludin S,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Riau Erisman Yahya menanggapi pernyataan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti yang mengesankan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau selama ini menganaktirikan kabupaten termuda di Riau itu.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Kabupaten Kepulauan Meranti Yusran dan dimuat di berbagai di media.

Yusran menyebutkan, Bupati Kepulauan Meranti M Adil enggan hadir di acara-acara rapat yang digelar Pemprov Riau karena kecewa dengan sikap Gubernur Riau. Ia menilai, selama ini, Gubernur Riau menganaktirikan Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Semestinya bicara berdasarkan data, jangan asumsi yang terkesan tendensius," ujar Erisman menanggapi pernyataan Yusran di Pekanbaru, Jumat (11/11/2022).

Erisman menegaskan, ada beberapa hal yang wajib diluruskan dari pernyataan Yusran tersebut.

Baca juga: Duduk Perkara Bupati Kepulauan Meranti Tolak Kunjungan Gubernur Riau

Pertama, Yusran menyebutkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun Anggaran (TA) 2022 sebesar Rp 10 triliun.

"APBD Riau saja dia tak tahu. APBD Riau TA 2022 hanya Rp 8,932 triliun, bukan Rp 10 triliun. Itu saja sudah salah," kata Erisman.

Kedua, Yusran mengeluhkan bantuan keuangan (bankeu) pada 2022 dari Pemprov Riau kepada Kabupaten Kepulauan Meranti hanya sebesar Rp 3,8 miliar.

Erisman meluruskan, bankeu yang disalurkan Pemprov Riau ke Kabupaten Kepulauan Meranti melalui APBD TA 2022 sesuai data dari Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Provinsi Riau, yakni Rp 22.186.552.000, bukan Rp 3,8 miliar.

"Ini naik dari 2021 yang hanya sebesar Rp 19.774.133.000. Jumlah itu merupakan bankeu dan bantuan keluarga miskin," ungkap Erisman.

Baca juga: Bupati Kepulauan Meranti Tak Hadir Rapat dengan Mendagri, Camat dan Lurah Diduga Dilarang Datang

Erisman juga menjelaskan, bankeu disalurkan berdasarkan indikator yang jelas, bukan sekehendak hati.

"Tak bisa semaunya saja. Bankeu itu kan ada indikatornya, misalnya bankeu untuk guru bantu. Tentu berdasarkan jumlah guru bantu di kabupaten terkait. Kalau banyak yang terdata, tentu lebih besar. Begitu pun sebaliknya," jelasnya.

Erisman menyebutkan, kemajuan daerah bisa dicapai dengan sinergi dan koordinasi yang baik, bukan dengan cara saling menjatuhkan.

"Semestinya, kita jalin kerja sama yang baik. Sinergi dan kolaborasi yang baik. Hanya dengan begitu, berbagai persoalan yang ada bisa dicarikan solusinya. Kalau saling menyalahkah, apalagi tidak obyektif, ya, mau kita bawa ke mana kampung kita nih," imbuh Erisman.

Baca juga: DPRD Riau Sebut Pengangguran di Riau Turun, Kesejahteraan Masyarakat Membaik

Dia juga mengatakan, menurut Undang-Undang (UU) Otonomi Daerah (Otda), otda dijalankan sesuai keperluan kabupaten atau kota.

"Artinya, kabupaten atau kota semestinya kreatif dan inovatif dalam menggali pendapatan asli daerah (PAD) di daerahnya sehingga punya kemandirian fiskal. Jadi, tak selalu tergantung kepada provinsi. Itulah tujuan otonomi," tegasnya.

Erisman kembali menegaskan, Pemprov Riau ingin seluruh kabupaten atau kota di Riau maju dan sejahtera. Namun, bankeu yang disalurkan kepada kabupaten atau kota sesuai aturan dan kemampuan keuangan.

"Jadi, sekali lagi, tidak ada yang namanya anak benar atau anak tiri itu," tegasnya.

Baca juga: Status Keuangan Pemprov Riau Kini Masuk Level Kemandirian Fiskal

Terkini Lainnya
Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Riau
Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Riau
Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Riau
Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Riau
Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Riau
Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Riau
Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Riau
Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Riau
Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Riau
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Riau
Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Riau
Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Riau
Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Riau
Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Riau
Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Riau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com