Resmikan Gedung GKKA Makassar, Danny Pomanto Ajak Jemaat Kuatkan Keimanan Umat

Kompas.com - 10/08/2023, 13:01 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengajak para umat beragama, terutama jemaat Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia (GKKA) Makassar untuk memperkukuh pondasi keimanan melalui program Perkuatan Keimanan Umat.

Pria yang akrab disapa Danny Pomanto itu menjelaskan, program Perkuatan Keimanan Umat merupakan upaya menjaga dan merangkul semua agama untuk bersama-sama menjaga Kota Makassar.

Program tersebut memberikan edukasi kepada para pengikut agama dan keyakinan agar bersama menjaga keamanan dan ketenteraman Kota Makassar sesuai dengan anjuran agama masing-masing.

“Intinya agar semua umat beragama bersatu-padu, bersinergi menjaga dan melindungi Kota Makassar. Saling bersinergi dalam pengamanan dan ketenteraman hidup. Termasuk saling membantu, menjaga rasa persatuan dan persaudaraan,” jelas Danny Pomanto itu dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (10/8/2023).

Baca juga: Panduan Upacara Bendera HUT Ke-78 RI di Sekolah

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat Peresmian dan Penahbisan Gedung GKKA Makassar sekaligus menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-95 GKKA Makassar di Jalan Banda, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Selasa, (8/8/2023).

Dalam kesempatan itu, Danny Pomanto mengucapkan terima kasih kepada GKKA Makassar karena menjadi bagian Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam program Perkuatan Keimanan Umat.

"Kami berterima kasih atas inisiasi menghadirkan ruang-ruang peribadatan seperti ini. Saya yakin bahwa semua jemaat menjadi bagian penting dalam taat beragama dan taat terhadap kotanya," katanya.

Danny Pomanto yakin, adanya pembangunan gedung gereja baru tersebut akan membuat Makassar semakin baik, termasuk juga membuat jemaat menjadi warga kota yang baik.

Baca juga: Pemilik Lahan di Jambi Tutup Akses Jalan Menuju Gereja, Jemaat Jalan Kaki Ratusan Meter

Pada kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa kondisi dunia saat ini sudah tidak baik-baik saja. Hal ini terlihat ketika dirinya beberapa kali melakukan perjalanan ke Eropa.

Kondisi tidak baik tersebut, salah satunya adalah melihat banyak orang-orang di Eropa meninggalkan nilai religiusme mereka. Bahkan, sekitar 20 persen masyarakat di benua ini mengalami gangguan mental.

Danny Pomanto menilai bahwa kondisi itu berbeda dengan Indonesia yang masih banyak dihuni oleh masyarakat dengan keragaman keyakinan.

Oleh karenanya, ia merasa bersyukur ada banyak wilayah, khususnya Makassar yang masih memiliki instrumen pendeta, jemaat, keluarga besar, dan orang-orang terdekat sehingga hubungan kekeluargaan itu masih utuh.

Baca juga: Cerita Guru Defi, Hadirkan MPLS Menyenangkan Tumbuhkan Rasa Kekeluargaan

"Bentuk kesyukuran itu kami wujudkan dalam program perkuatan keimanan umat. Tentunya untuk umat semua agama bahwa mari bersama-sama memperkukuh pondasi keimanan kita," imbuh Danny Pomanto.

Menurutnya, keakraban dan rasa persaudaraan merupakan hal paling mahal yang kini tidak dimiliki oleh dunia luar.

Selain Perkuatan Keimanan Umat, Danny Pomanto juga menekankan program Jagai Anakta sebagai sarana edukasi kepada orangtua dan anak untuk menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat.

Baca juga: Wapres Minta Pondok Pesantren Beri Edukasi untuk Cegah Polarisasi Jelang Pemilu

Ia menilai upaya itu merupakan investasi yang luar biasa dalam hidup, lantaran banyak kejadian di luar dengan kasus anak yang membuang orangtua mereka.

“(Oleh karena itu) jika ingin selamat dunia-akhirat maka jadikanlah anak-anak kita taat beragama,” ucap Danny Pomanto.

 

 

Terkini Lainnya
Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Makassar Berjaya
Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Makassar Berjaya
Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Makassar Berjaya
Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Makassar Berjaya
CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

Makassar Berjaya
Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Makassar Berjaya
Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Makassar Berjaya
Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Makassar Berjaya
Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Makassar Berjaya
Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Makassar Berjaya
Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Makassar Berjaya
Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Makassar Berjaya
Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Makassar Berjaya
Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Makassar Berjaya
PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas bersama Tim Ahli Komisi Informasi PPID Utama

PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas bersama Tim Ahli Komisi Informasi PPID Utama

Makassar Berjaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com