Walkot Makassar Paparkan Ide Membangun untuk Sulsel, Bupati Lutim Beri Sanjungan

Kompas.com - 22/05/2023, 09:36 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bupati Luwu Timur (Lutim) Budiman menyanjung gagasan-gagasan Wali Kota (Walkot) Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dalam membangun Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Dalam 30 menit paparan ide Pak Danny (sapaan akrab Ramdhan Pomanto) yang luar biasa dalam membangun Sulsel itu merupakan bukti dari ribuan buku yang dibaca," katanya.

Dia mengatakan itu usai menyaksikan acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Universitas Hasanuddin (Unhas) Lutim di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Lutim, Sabtu (20/05/2023).

Budiman mengatakan, berkat kerja sama dan sinergitas yang baik dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Kabupaten Lutim memperoleh banyak kemajuan.

Dia menyebutkan, sejak dia menjabat seluruh indikator makro bertambah baik, seperti ekonomi bertumbuh, kemiskinan menurun, pengangguran terbuka menurun, indeks pembangunan manusia (IPM) mendapat nomor satu di antara kabupaten di Sulsel.

Baca juga: Walhi Sulsel dan Danny Pomanto Bicara Solusi Lingkungan dan Kebencanaan di Rakorsus Pemkot Makassar

Kemudian, produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Lutim bertambah dari Rp 23 triliun menjadi Rp 28 triliun.

Budiman pun berterima kasih kepada Danny karena berjasa membangun Kota Malili di Puncak Indah sejak awal pemekaran.

Dia juga mengapresiasi kerja para jajarannya yang banyak dari alumni Unhas.

"Siapa yang kerja? Mereka semua. Kebanyakan teman-teman organisasi perangkat daerah (OPD) merupakan alumni Unhas," ujarnya dalam siaran pers, Senin (22/5/2023).

Budiman berharap, kolaborasi tersebut makin memperkuat pembangunan di Lutim.

"Tidak zaman lagi kita bersaing karena kalau kita bersaing itu dapat menimbulkan sentimen. Sementara itu, kalau berkolaborasi menimbulkan kemenangan bersama. Ini bukti kalau kita bersatu maka pasti aksinya hebat," terangnya.

Baca juga: Danny Pomanto Berhasil Mempertahankan Predikat Opini WTP dari BPK

Budiman juga mengaku bangga karena tidak lama turut menjadi alumni Unhas melalui jenjang akademiknya di pascasarjana.

Kerja sama alumni Unhas

Pada kesempatan itu, Danny mengatakan, Lutim merupakan tempat bersejarah baginya karena dulu dia pernah menjadi konsultan dalam membangun Puncak Indah.

"Saya setiap hari melintas di sini. Saya mencari di mana titiknya, sudutnya, dan jadilah ini desain saya pada saat awal pembentukan Lutim," kata Danny.

Bahkan, kata dia, rujab itu dahulunya merupakan kebun coklat, tetapi kini menjadi Ibu Kota Malili yang dipindahkan ke Puncak Indah dan merupakan hal yang baik untuk semua.

Danny menambahkan, sebagai ketua wilayah, dia menganalogikan alumni sebagai buah di pohon besar, sedangkan almamater adalah pohon.

Baca juga: Sambut MNEK 2023, Danny Pomanto Pamerkan Proses Pembuatan Kapal Pinisi

Maka dari itu, sebagai alumni Unhas, pihaknya ingin menjadi buah untuk bermanfaat bagi banyak orang.

Apalagi, menurut dia, jika dibandingkan dengan kecerdasan, alumni Unhas tidak kalah dengan alumni universitas lain, bahkan lebih unggul.

"Dengan kepemimpinan Ketua Umum Amran Sulaiman dengan visi kolaborasi untuk negeri membuat kita tahu betapa banyak potensi yang harus dikolaborasikan secara bersama," ungkapnya.

Ketua IKA Unhas Wilayah Sulsel itu mengatakan, Unhas memiliki banyak ahli, bahkan sudah menghasilkan wakil presiden. Dia menilai, jika semua potensi yang ada dipersatukan bisa menjadi kekuatan besar.

"Jadi alumni harus bermanfaat kepada sesama alumni, kepada almamater, dan masyarakat. Terkhusus, kita kawal kepemimpinan Pak Bupati agar menjadi dua kali tambah baik," ucapnya disambut riuh para pengurus IKA di Bumi Batara Guru ini.

Baca juga: Jadikan Makassar 2 Kali Lebih Baik, Danny Pomanto Berencana Terapkan Makaverse

Lebih lanjut, Danny mengingatkan para alumni, khususnya di Lutim, agar tidak hanya berpikir tentang smelter, tetapi berpikir tentang hilirisasi.

Sebab, potensi sumber daya alam (SDA) dari Teluk Bone hingga Pegunungan Latimojong berada di Lutim.

Bahkan, alumni arsitektur Unhas itu menilai, apa yang saat ini digarap Vale masih tergolong kulit atau hanya permukaan dari seluruh potensi kekayaan yang dimiliki Sulsel.

"Masih banyak kekayaan lain. Makanya, viral pernyataan saya bahwa satu gunung di Sulsel mampu lunasi utang negara. Itu benar sekali. Maka dalam posisi ini kita perlu berkolaborasi jangan terpisah,” ujarnya.

Danny juga menegaskan, persoalan keadilan mengenai kekayaan alam, memiliki porsi masing-masing perlu didiskusikan.

Baca juga: Danny Pomanto Optimistis Bangun Dunia Baru Lewat Makassar Metaverse

Terkini Lainnya
Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Makassar Berjaya
Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Makassar Berjaya
Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Makassar Berjaya
Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Makassar Berjaya
CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

Makassar Berjaya
Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Makassar Berjaya
Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Makassar Berjaya
Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Makassar Berjaya
Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Makassar Berjaya
Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Makassar Berjaya
Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Makassar Berjaya
Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Makassar Berjaya
Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Makassar Berjaya
Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Makassar Berjaya
PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas bersama Tim Ahli Komisi Informasi PPID Utama

PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas bersama Tim Ahli Komisi Informasi PPID Utama

Makassar Berjaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com