Jadikan Makassar 2 Kali Lebih Baik, Danny Pomanto Berencana Terapkan "Makaverse"

Kompas.com - 17/05/2023, 13:24 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com – Wali Kota (Walkot) Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, pihaknya memiliki beberapa konsep pemerintahan yang memiliki relasi kuat dengan kajian akademik atau dunia pendidikan.

Walkot yang akrab disapa Danny Pomanto itu menyebutkan, salah satu aspek yang menjadi penekanannya adalah membangun kota menjadi dua kali lebih baik.

Cara yang dilakuan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, yani membangun kota lebih cepat (faster), kuat dan tangguh (resilience), selalu lebih baik (more better), serta adaptif terhadap perubahan.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut erat kaitannya dengan pendidikan, terutama perguruan tinggi.

"Sebagaimana kata Pak Presiden, dalam membangun kota tidak boleh dilakukan rutinitas. Jadi harus faster (lebih cepat) dari biasanya dan harus adaptif karena perubahan terjadi begitu cepat. Makanya kemampuan adaptasi menjadi bagian sangat penting,” ungkapnya.

Baca juga: Sambut MNEK 2023, Danny Pomanto Pamerkan Proses Pembuatan Kapal Pinisi

Dia mengatakan itu saat menjadi pemateri dalam Lokakarya Visi-Misi dan Kurikulum Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) dengan tema Tantangan dan Strategi Peningkatan Daya Saing dalam Pemenuhan Kebutuhan Dunia Kerja di Hotel Claro, Selasa, (16/05/2023).

Danny menjelaskan, untuk mewujudkan visi itu, salah satu hal utama yang dilakukan adalah membangun Makassar melalui dunia baru, yaitu Makassar Metaverse atau Makaverse.

Sejak resmi diperkenalkan ke masyarakat pada Maret 2022, konsep Makaverse atau sebuah duplikasi dunia nyata ke virtual kian matang.

Metaverse penting untuk diterapkan agar masyarakat tidak gampang didikte pihak yang memiliki kekuatan teknologi,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (17/5/2023).

Dia menyebutkan, penerapan konsep Makaverse sudah dimulai dari lorong atau gang yang merupakan sel sebuah kota.

Baca juga: Peringati Hardiknas, Danny Pomanto Canangkan Penggunaan Baju Adat dan Penerapan Program Gasing di Makassar

Hingga saat ini tercatat sudah ada 229 lorong dari 1.096 lorong wisata yang sudah dibuatkan database dalam bentuk quick response (QR) code.

QR code tersebut sudah memiliki data terkait identitas (ID), kartu tanda penduduk (KTP), data keluarga, digital address berupa titik koordinat, data kesehatan, hingga data keuangan.

Danny Pomanto menyebutkan, meski dunia akan menghadapi banyak tantangan ke depan, pihaknya optimistis konsep Makaverse bisa diterapkan mulai dari hal yang paling kecil, yakni dari lorong.

Bahkan, 1.096 lorong wisata yang sudah ada telah dilengkapi CCTV, WiFi, hingga avatar. Semuanya dibentuk dengan konsep tiga dimensi, sehingga memudahkan aparat penegak hukum mengawasi aksi kriminal dan lainnya di lorong-lorong.

Lebih lanjut, Donny mengatakan, aspek ketangguhan dalam mewujudkan resiliensi meliputi ekonomi, sosial, hingga kebencanaan.

Baca juga: Danny Pomanto Pimpin Gladi Kotor Persiapan H-2 Peringatan Otda di Makassar

Oleh karenanya, pembangun kota yang Resiliensi, Sombere and Smart City menjadi poin penting sekaligus membutuhkan peran para akademisi untuk mewujudkan itu.

Dia pun menggarisbawahi bahwa kondisi dunia saat ini terjadi beberapa potensi bencana, yakni bencana populasi, hidrometeorologi (climate change), geopolitik (perang) dan pangan.

Lantaran bencana pangan itu, Danny mengarahkan Kota Makassar untuk berfokus dalam melengkapi ekosistem pangan di lorong-lorong, terutama lorong wisata. Program ini diharapkan akan menciptakan food security atau ketahanan pangan.

Menurutnya, hal itu terbukti dari Lorong Wisata Sidney. Dia menyebutkan, lorong wisata ini adalah sebuah multiinovasi yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan sehingga ada fungsi pemberdayaan.

Untuk resiliensi secara ekonomi, Danny akan terus mempromosikan branding Makassar Kota Makan Enak.

Baca juga: Danny Pomanto Optimistis Bangun Dunia Baru Lewat Makassar Metaverse

Upaya tersebut merupakan salah satu langkah nyata untuk menurunkan angka inflasi di Kota Makassar dan menguatkan pertumbuhan ekonomi yang naik mencapai 5,40 persen jika dibandingkan pada 2021 yang mencapai 4,47 persen.

Terkini Lainnya
Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Makassar Berjaya
Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Makassar Berjaya
Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Makassar Berjaya
Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Makassar Berjaya
CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

Makassar Berjaya
Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Makassar Berjaya
Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Makassar Berjaya
Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Makassar Berjaya
Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Makassar Berjaya
Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Makassar Berjaya
Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Makassar Berjaya
Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Makassar Berjaya
Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Makassar Berjaya
Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Makassar Berjaya
PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas bersama Tim Ahli Komisi Informasi PPID Utama

PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas bersama Tim Ahli Komisi Informasi PPID Utama

Makassar Berjaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com