Terapkan "Sombere and Smart City", Danny Pomanto Antar Makassar Masuk Daftar Kota Pintar Dunia

Kompas.com - 06/04/2023, 08:34 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto berhasil mengantarkan Makassar masuk dalam daftar Kota Pintar Dunia.

Kota Makassar merupakan satu dari dua kota di Indonesia yang masuk dalam daftar Kota Pintar Dunia. Informasi ini dicatut berdasarkan data yang dirilis oleh IMD World Competitiveness Center melalui Smart City Index (SCI) Report 2023.

Dari total 141 kota yang diteliti, Jakarta berada di urutan ke-102, sedangkan Makassar di urutan ke-114.

Kota Makassar dinilai memiliki rapor baru untuk beberapa area seperti, akses informasi terhadap keputusan pemerintah daerah (pemda).

Kemudian, kemampuan mengatur janji temu medis secara online, kemudahan penggunaan angkutan umum berkat penjualan tiket dan penjadwalan secara online.

Baca juga: Efek jika GoTo Masuk Konstituen Indeks Global

SCI merupakan satu-satunya indeks global yang berfokus pada bagaimana warga negara merasakan ruang lingkup dan dampak dari upaya pemerintah membuat kota pintar. Hal ini dilakukan pemerintah dengan menyeimbangkan aspek ekonomi dan teknologi dengan dimensi manusiawi.

Capaian tersebut tak lepas dari andil orang nomor satu di Kota Makassar yang sejak periode pertama kepemimpinannya pada 2014 telah menerapkan konsep Sombere and Smart City dalam pemerintahannya.

Pria yang akrab disapa Danny Pomanto itu mengusung visi Mewujudkan Makassar Kota Dunia yang Sombere and Smart City.

Di bawah kepemimpinannya, Kota Makassar terus mengokohkan diri masuk dalam jajaran kota-kota dunia melalui sistem smart city.

Danny Pomanto selama ini telah melakukan banyak hal agar sistem kota pintar yang diterapkan di Kota Makassar menjadi alat untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 6 April 2023: Cerah Berawan Pagi hingga Sore

Dipadu dengan konsep kearifan lokal

Keberhasilan Danny Pomanto dalam menerapkan Sombere and Smart City terus menjadi perhatian internasional.

Terlebih, setelah ia didaulat sebagai pembicara dalam High Level Experts and Leaders Panel Conference yang merupakan rangkaian acara G20 di Bali pada November 2022.

Danny mengungkapkan konsep smart city yang diterapkan di Kota Makassar berbeda dengan kota-kota lain, karena dipadu dengan konsep kearifan lokal, yakni sombere atau ramah.

"Jika smart city adalah perangkat keras dan lunak, maka sombere adalah perangkat hati, atau hardware,” kata Danny Pomanto dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (6/4/2023).

Baca juga: Kembangkan Platform Marketplace Pemerintah, LKPP Optimis Bisa Jadi Raja E-Commerce Indonesia

Ia menjelaskan, sistem Sombere and Smart City sebagai platform dan induk kota pintar bagi Makassar telah menghasilkan beragam program cerdas untuk mengidentifikasi persoalan dan sekaligus telah menemukan solusinya.

Menurut Danny, sistem tersebut tidak hanya memaksimalkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik semata, tetapi juga telah dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

Salah satunya, kata dia, melalui program Lorong Wisata yang memuat 21 konten. Dalam program ini terdapat penguatan kebutuhan pangan keluarga, sirkulasi perekonomian di lorong, serta mitigasi sosial.

“Program tersebut kami sandingkan dengan platform Sombere and Smart City milik kami, sehingga progresnya dapat terpantau secara aktual,” imbuh Danny.

 

Terkini Lainnya
Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Makassar Berjaya
Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Makassar Berjaya
Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Makassar Berjaya
Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Makassar Berjaya
CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

Makassar Berjaya
Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Makassar Berjaya
Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Makassar Berjaya
Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Makassar Berjaya
Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Makassar Berjaya
Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Makassar Berjaya
Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Makassar Berjaya
Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Makassar Berjaya
Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Makassar Berjaya
Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Makassar Berjaya
PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas bersama Tim Ahli Komisi Informasi PPID Utama

PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas bersama Tim Ahli Komisi Informasi PPID Utama

Makassar Berjaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com