HUT Ke-71 Berau, Pemkab Gelar Ziarah ke Makam Baddit Dipattung

Kompas.com - 20/09/2024, 10:37 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com - Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kabupaten Berau dan HUT ke-231 Tanjung Redeb, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar rangkaian acara budaya dan sejarah.

Salah satunya, ziarah ke Makam Baddit Dipattung, sosok yang dihormati dalam sejarah Kabupaten Berau.

Ziarah yang dilaksanakan di Kampung Merancang, Kecamatan Gunung Tabur, Rabu, (18/9/2024). Acara ini dihadiri oleh pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Prosesi ini diawali dengan doa bersama di sekitar makam. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh Baddit Dipattung, yang dikenal sebagai pejuang yang berjasa di Berau.

Baddit Dipattung merupakan figur yang memiliki pengaruh besar dalam perjuangan masyarakat Berau pada masa lalu. Makanya saat ini dijadikan tempat ziarah untuk mengenang jasa-jasanya.

Baca juga: Di Hadapan Anggota DPRD Berau, Bupati Sri Juniarsih Paparkan Capaian Pembangunan Berau

Adapun selain menjadi bagian dari rangkaian HUT Berau, ziarah ini juga dianggap sebagai upaya melestarikan tradisi dan memperkuat ikatan kebersamaan antarwarga Berau.

Di sela kegiatan ziarah, Bupati Berau mengatakan, penting bagi masyarakat untuk mengenang dan menghormati jasa para leluhur yang telah berkontribusi besar bagi daerah.

"Dengan mengenang sejarah, kita dapat memetik pelajaran berharga untuk membangun masa depan Berau yang lebih baik. Ziarah ini bukan hanya simbolik, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya semangat gotong-royong dan persatuan," ujarnya.

Acara ziarah ini juga dirangkai dengan prosesi adat, seperti pembacaan doa dan tabur bunga di makam. Suasana haru dan khidmat menyelimuti seluruh yang hadir, mencerminkan rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur.

Peringatan ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga Berau, sekaligus menjadi ajang untuk menggali kembali kearifan lokal serta mempromosikan potensi wisata sejarah yang dimiliki daerah tersebut. Makam Baddit Dipattung sendiri kini telah menjadi salah satu destinasi wisata ziarah yang kian ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.

Baca juga: Gempa M 5,5 Guncang Berau Kaltim, Mengingatkan pada Gempa 1921

Sebagai bagian dari sejarah yang tak terpisahkan dari Berau, ziarah ke makam ini menjadi simbol penghormatan atas warisan budaya dan sejarah yang terus dijaga oleh masyarakat setempat. Kominfo Berau(er)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com