Wali Kota Semarang Ajak Warganya Meriahkan HUT Kemerdekaan RI

Kompas.com - 03/08/2017, 11:24 WIB

KOMPAS.com - Sorak sorai dukungan ratusan aparatur Pemerintah Kota Semarang menggema di hall balaikota, saat Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bertanding melawan Kepala Badan Pendapatan Daerah Semarang, A. Yudi Mardiana.

Hendrar berlaga saat pembukaan Turnamen Tenis Meja antar-pejabat struktural dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72, Senin (31/7/2017) lalu.

Dengan lincahnya Hendrar menangkis setiap bola pingpong yang dipukulkan lawannya. Satu per satu pukulan bola ia pukul balik dengan cepat. Sesekali Hendi, sapaan akrabnya, melakukan pukulan smash yang mematikan.

Pertandingan berjalan seimbang. Keduanya bergantian mendapatkan poin.

Pada set pertama Hendi kalah 9 - 11 dari Yudi. Pada set kedua Hendi bangkit meningkatkan permainan dan akhirnya menang 11 - 9. Karena skor sama 1 -1 dilanjutkan pertandingan rubber set.

Pertandingan berjalan alot karena saling kejar mengejar poin sampai kedudukan 11 - 11 dilakukan jus untuk mendapatkan 2 poin terlebih dahulu.

Hendi berhasil memenangkan pertandingan 14 - 11. Sehingga pertandingan keseluruhan dimenangkan Hendi dengan skor 2-1.

Usai turnamen, ia mengatakan lomba ini merupakan salah satu sarana untuk mempererat jalinan komunikasi antar pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Sekaligus, Hendi melanjutkan, memperingati HUT kemerdekaan RI yang tahun ini memasuki usia 72 tahun.

“Turnamen tenis meja sebagai sarana silaturahmi antara kepala perangkat daerah dengan sesama karyawan. Seringkali kami mengesampingkan hal ini karena disibukkan dengan pekerjaan kantor.” katanya sesuai rilis yang diterima Kompas.com.

Agustus adalah bulan yang istimewa bagi seluruh bangsa Indonesia karena pada 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka.

Sesuai surat Menteri Sekretaris Negara RI Nomor B-545/M.Sesneg/Set/TU.00.04/06/2017 tanggal 15 Juni 2017, Hendi mengimbau camat dan lurah Semarang agar melibatkan warga dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini.

Warga diminta mengibarkan bendera Merah Putih secara serentak selama satu bulan penuh mulai tanggal 1 Agustus 2017. Untuk menambah semarak, ia meminta warga memasang umbul-umbul, dekorasi atau hiasan kreasi warga lainnya.

Selain itu, Hendi mengajak seluruh warga Semarang menggelar perlombaan di kampung-kampung. Tujuannya, menumbuhkan kebersamaan dan nasionalisme warga Semarang.

Tak hanya siang, malam hari pun warga Semarang diajak menjalani malam tirakatan di setiap RT secara sederhana. Kegiatan itu tentu sesuai tema HUT kemerdekaan RI ke-72 yakni "Kerja Bersama."

Menurut dia, ada dua makna dari tema itu yaitu ‘kerja bersama’ dan ‘bersama kerja.’ Kerja bersama, imbuh Hendi, menunjukkan pendekatan yang bersifat merangkul dan juga memperlihatkan asas kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik.

"Sementara, pengertian bersama kerja merupakan ajakan untuk bersama-sama bekerja membangun kemajuan Indonesia dan mencapai target yang telah direncanakan," ujarnya.


Terkini Lainnya
Pawai Ogoh-ogoh Semarang 2026 Tampilkan Seni Budaya Lintas Etnis, Wujud Nyata Kota Toleran

Pawai Ogoh-ogoh Semarang 2026 Tampilkan Seni Budaya Lintas Etnis, Wujud Nyata Kota Toleran

Semarang
6 Budaya Semarang Raih Status WBTB Nasional, Walkot Agustina: Kado Jelang HUT Ke-479

6 Budaya Semarang Raih Status WBTB Nasional, Walkot Agustina: Kado Jelang HUT Ke-479

Semarang
Tukar Botol Dapat Lumpia, Inisiatif Pemkot Semarang Gaungkan Pengelolaan Sampah

Tukar Botol Dapat Lumpia, Inisiatif Pemkot Semarang Gaungkan Pengelolaan Sampah

Semarang
Pemkot Semarang Pastikan Korban Pembakaran di Tambakmulyo Dapat Perlindungan dan Perawatan

Pemkot Semarang Pastikan Korban Pembakaran di Tambakmulyo Dapat Perlindungan dan Perawatan

Semarang
Peringati Hari Kartini, Walkot Agustina Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Peringati Hari Kartini, Walkot Agustina Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Semarang
Indeks Pemberdayaan Gender Semarang 78,71, Walkot Agustina: Perempuan Kini Jadi Subjek Utama Pembangunan

Indeks Pemberdayaan Gender Semarang 78,71, Walkot Agustina: Perempuan Kini Jadi Subjek Utama Pembangunan

Semarang
Posyandu Kota Semarang Jadi Sorotan Dunia, Wujud Pemberdayaan Perempuan Berbasis Komunitas

Posyandu Kota Semarang Jadi Sorotan Dunia, Wujud Pemberdayaan Perempuan Berbasis Komunitas

Semarang
Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Semarang
Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Semarang
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Semarang
DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

Semarang
Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Semarang
Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Semarang
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com