Semarang Tampil Cantik di Hari Lebaran, Ini Buktinya....

Kompas.com - 24/06/2017, 19:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Penyanyi yang juga pemain film Dewi Sandra memuji betul perubahan wajah Kota Semarang, Jawa Tengah, akhir-akhir ini. Tak hanya itu, Puteri Indonesia 2015 bahkan menyempatkan untuk touring menyusuri sudut-sudut kota itu.

Melalui akun Instragamnya, Dewi Sandra mengumbar pujian soal perubahan yang terjadi di Kampung Pelangi, Kalisari Kota Semarang. Dewi menyempatkan singgah dan berwisata di Kota Semarang‎. Kampung tematik, Kampung Pelangi adalah salah satu destinasi yang dia pilih.

"Salah satu tempat yang berubah begitu drastis. (Padahal) dulu tempat yang enggan didatangi apalagi dilirik, sekarang menjadi tempat yang lucu banget," tulis Dewi dalam unggahan fotonya saat mengunjungi Kampung Pelangi Semarang.

Apresiasi yang sama disampaikan Puteri Indonesia tahun 2015 yang juga warga kelahiran Kota Semarang, Anindya Kusuma Putri. Anin, begitu disapa, memuji habis perubahan infrastruktur kota yang menjadi jauh lebih rapi dan cantik.

Sebagai warga Semarang, Anin tahu betul tempat kelahirannya itu sejak lahir. Perubahan kota lumpia itu dari tahun ke tahun pun ia paham betul.

"Menurutku, Kota Semarang saat ini lebih rapi. Jadi lebih menarik juga dengan adanya kampung tematik di Semarang yang warna warni bisa buat foto-foto kayak di Brazil. Jadi, orang enggak perlu jauh-jauh lagi ke sana, di sini juga bisa," kata alumnus Undip Semarang it

NAZAR NURDIN/KOMPAS.com Sebuah gang kecil di Jalan Pemetesan, di Kampung Pekojan, Semarang dicat warna-warni dan dihias dengan pernak-pernik payung. Sejak dipercantik, gang kecil itu terus didatangi wisatawan untuk berfoto.
Melihat kotanya yang berubah, Anin bersama teman-temannya pun touring menyusuri Semarang. Saat melaju di jalan arteri Semarang, jalanan tampak bersih, rapi, dan lebih menarik dikunjungi.

"Selain kebersihan, Kota Semarang punya kampung tematik. Tadi pas jalan mau ke Bandara enggak sengaja lihat ada kampung warna-warni dan itu bikin penasaran," katanya.

Percantik kota

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bertekad untuk terus memperbaiki dan menata kota menjadi lebih cantik dan manusiawi. Sejumlah bangunan yang dulunya kumuh dan tidak tertata, perlahan disulap menjadi lebih indah.

Hendrar menyadari bahwa Kota Semarang sebagai Ibu Kota Jawa Tengah berada di posisi strategis sebagai jalur lintas pulau Jawa. Masyarakat yang melintas di kota ini, termasuk pemudik, pasti singgah untuk menikmati keindahan kota.

Ia berharap kunjungan wisatawan saat libur Lebaran 2017 ini meningkat. Hendrar mengajak pemudik dan wisatawan untuk tidak melewatkan waktu liburnya dengan menelusuri sudut-sudut kota yang cantik.

"Kami sengaja menggarap secara cepat beberapa pekerjaan fisik, untuk mempercantik wajah kota Semarang," ujar Walikota yang dinobatkan sebagai kepala daerah terbaik 2017 dalam pelayanan publik oleh Kemenpan RB ini.

Salah satu pekerjaan fisik yang dipercepat itu misalnya pembuatan terowongan di Jalan Arteri Soekarno Hatta yang dibuat seperti tuts piano warna-warni.

NAZAR NURDIN/KOMPAS.com Menyambut pemudik Lebaran 2017, Kota Semarang mengecat dinding terowongan di Jalan Arteri Soekarno Hatta dengan aneka warna ceria.
Pemerintah Kota Semarang berupaya untuk menghilangkan kesan kumuh dan angker terowongan yang banyak dilewati oleh pemudik yang ingin menuju ke Jawa Timur.

Dia optimistis pemudik maupun wisatawan yang singgah, akan menemukan Kota Semarang yang lebih manusiawi dan ramah bagi semua kalangan. (KONTRIBUTOR SEMARANG/ NAZAR NURDIN)

Terkini Lainnya
Semarang Night Carnival 2026, 15 Negara Ramaikan Panggung Budaya di Jantung Kota Atlas

Semarang Night Carnival 2026, 15 Negara Ramaikan Panggung Budaya di Jantung Kota Atlas

Semarang
Pawai Ogoh-ogoh Semarang 2026 Tampilkan Seni Budaya Lintas Etnis, Wujud Nyata Kota Toleran

Pawai Ogoh-ogoh Semarang 2026 Tampilkan Seni Budaya Lintas Etnis, Wujud Nyata Kota Toleran

Semarang
6 Budaya Semarang Raih Status WBTB Nasional, Walkot Agustina: Kado Jelang HUT Ke-479

6 Budaya Semarang Raih Status WBTB Nasional, Walkot Agustina: Kado Jelang HUT Ke-479

Semarang
Tukar Botol Dapat Lumpia, Inisiatif Pemkot Semarang Gaungkan Pengelolaan Sampah

Tukar Botol Dapat Lumpia, Inisiatif Pemkot Semarang Gaungkan Pengelolaan Sampah

Semarang
Pemkot Semarang Pastikan Korban Pembakaran di Tambakmulyo Dapat Perlindungan dan Perawatan

Pemkot Semarang Pastikan Korban Pembakaran di Tambakmulyo Dapat Perlindungan dan Perawatan

Semarang
Peringati Hari Kartini, Walkot Agustina Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Peringati Hari Kartini, Walkot Agustina Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Semarang
Indeks Pemberdayaan Gender Semarang 78,71, Walkot Agustina: Perempuan Kini Jadi Subjek Utama Pembangunan

Indeks Pemberdayaan Gender Semarang 78,71, Walkot Agustina: Perempuan Kini Jadi Subjek Utama Pembangunan

Semarang
Posyandu Kota Semarang Jadi Sorotan Dunia, Wujud Pemberdayaan Perempuan Berbasis Komunitas

Posyandu Kota Semarang Jadi Sorotan Dunia, Wujud Pemberdayaan Perempuan Berbasis Komunitas

Semarang
Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Semarang
Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Semarang
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Semarang
DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

Semarang
Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Semarang
Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Semarang
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com