Hujan Seharian, Kota Makassar Terendam Banjir

Kompas.com - 15/12/2024, 17:27 WIB
Reza Rifaldi,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

MAKASSAR, KOMPAS.com - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), membuat sejumlah permukiman warga terendam banjir pada Minggu (15/12/2024).

Diketahui, curah hujan dengan intensitas tinggi mulai melanda Kota Daeng sejak pagi tadi hingga petang.

Salah satu wilayah yang mulai terendam air hingga setinggi 60 sentimeter adalah Jalan Toddopuli dan Jalan Borong Indah, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel.

Baca juga: 13.454 Korban Banjir Sukabumi Masih Mengungsi, PJ Gubernur Ingatkan soal Logistik

Dari pantauan Kompas.com, sebagian warga mulai melakukan evakuasi barang berharga mereka ke tempat yang aman.

"Tadi pagi mulai hujan deras, tidak lama siang mulai naik air sampai sekarang ini," kata Agung, salah satu warga terdampak banjir, saat berbincang dengan Kompas.com, Minggu.

Kata Agung, sementara dirinya akan mengungsi ke rumah kerabatnya lantaran air yang semakin tinggi merendam rumahnya.

"Saya tidak tahu mau tidur di mana, karena saya lihat air semakin tinggi, apalagi masih hujan ini," ujar dia.

Dia juga mengaku, beberapa pakaiannya sudah terendam banjir. Dia menyebut listrik di rumahnya pun padam karena khawatir terjadi korsleting.

"Sudah gelap di dalam rumah, saya mau nyalakan lampu juga takut, nanti terjadi korsleting listrik," tutup dia.

Hal serupa juga diutarakan warga lainnya, yakni Yahya. Menurutnya, beberapa barang elektronik dalam rumahnya mengalami kerusakan akibat terendam air.

"Tadi saya terlambat pulang, jadi barang ini sudah ada yang rusak, sementara mau evakuasi saja pakaian dulu," ucap Yahya.

Dirinya pun berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi terkait kawasan-kawasan yang sudah menjadi langganan banjir setiap musim penghujan tiba.

"Harusnya solusi ini bagaimana drainase diperbaiki, karena air yang meluap rata-rata dari drainase yang tersumbat," beber dia.

Untuk diketahui, selain rumah warga, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum, termasuk Rumah Sakit (RS) Islam Faisal Makassar, Kantor POS, sekolah, hingga kantor kepolisian.

Baca juga: Hujan Lebat di Lereng Baluran Sebabkan Banjir Bandang, 5 Rumah Rusak

Beberapa pasien pun dievakuasi lantaran ruang ICU di RS mulai digenangi air setinggi kurang lebih 30 sentimeter.

Begitu juga, beberapa ruas jalan protokol yang terendam air hingga kendaraan mengalami mogok dan kemacetan tidak terhindarkan.

Selain banjir, angin kencang juga menyebabkan beberapa pohon besar tumbang. Seperti pohon tumbang yang terjadi di bilangan Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sulsel. Akibatnya, satu kendaraan roda dua rusak tertimpa pohon saat melintas.

Terkini Lainnya
Bukan Menggusur, Wali Kota Makassar Tata PKL dengan Skema Relokasi

Bukan Menggusur, Wali Kota Makassar Tata PKL dengan Skema Relokasi

Makassar Berjaya
Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Makassar Berjaya
Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Makassar Berjaya
Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Makassar Berjaya
Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Makassar Berjaya
CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

Makassar Berjaya
Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Makassar Berjaya
Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Makassar Berjaya
Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Makassar Berjaya
Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Makassar Berjaya
Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Makassar Berjaya
Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Makassar Berjaya
Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Makassar Berjaya
Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Makassar Berjaya
Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Makassar Berjaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com