Punya Komitmen Tinggi Membantu Masyarakat, Pemkot Makassar Raih 6 Penghargaan pada Harganas Ke-31

Kompas.com - 30/06/2024, 11:43 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) berhasil memboyong enam penghargaan sekaligus.

Penghargaan tersebut diraih pada rangkaian kegiatan peringatan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-31 yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada Selasa (25/6/2024) hingga Sabtu (29/6/ 2024).

Anugerah untuk Pemkot Makassar itu diberikan secara langsung oleh pihak BKKBN dan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi).

Enam penghargaan yang diberikan kepada Pemkot Makassar tersebut adalah Satyalancana Wira Karya untuk Wali Kota Makassar Ir Muhammad Ramdhan Pomanto dan Manggala Karya Kencana untuk Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar Indira Yusuf Ismail SE.

Selanjutnya, Juara 1 Kategori (Wilayah Non-DPTK) Regional 2 Role Model Tempat Praktek Mandiri Bidan (TPMB) dan Juara 2 Lomba Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Kota Regional 2 Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Nasional 2024-Kampung KB Nusa Indah Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo.

Kemudian, Juara 3 Pengelola BOKB Kategori Tinggi Dana Alokasi Khusus Sub-Bidang Keluarga Berencana bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota serta Juara 4 Kategori Kreasi Menu Sehat DASHAT untuk Hikmasari dengan kreasi menu ayam masak tiga saus.

Semua penghargaan tersebut dinilai jadi bukti komitmen dan inovasi yang tinggi dari Pemkot Makassar dalam mendukung program nasional keluarga berencana (KB) dan percepatan penurunan angka prevalensi stunting di Kota Makassar.

Untuk diketahui, berdasarkan data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM) per Februari 2024, prevalensi stunting di Kota Makassar berada di angka 3,01 persen.

Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada Februari 2023, yakni 3,73 persen.

Ramdhan atau biasa disapa Danny mengatakan, penghargaan untuk Pemkot Makassar adalah bentuk dukungan penuh terhadap program nasional Bangga Kencana dan penurunan stunting.

Adapun semua upaya yang dilakukan oleh Pemkot Makassar bertujuan untuk membantu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Alhamdulillah, baru saja saya mendapat penganugerahan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo dan kemarin kita juga memboyong lima penghargaan lainnya BKKBN. Jadi total enam penghargaan,” ujar Danny dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (30/6/2024).

Baca juga: Wali Kota dan Ketua TP PKK Makassar Kompak Mendapatkan Penghargaan dari Negara

Pemkot Makassar dinilai berkomitmen dalam mendukung program nasional keluarga berencana (KB) dan percepatan penurunan angka prevalensi stunting di Kota Makassar. Dok. Pemkot Makassar Pemkot Makassar dinilai berkomitmen dalam mendukung program nasional keluarga berencana (KB) dan percepatan penurunan angka prevalensi stunting di Kota Makassar.

Sejauh ini, tambah Danny, Kota Makassar selalu mengoptimalkan program Pembangunan Keluarga Bangga Kencana melalui Kampung KB.

Kampung KB sendiri adalah wadah pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga, mulai dari pemenuhan sarana dan prasarana hingga dukungan regulasi dan pembiayaan Program Bangga Kencana melalui anggaran pembangunan dan belanja daerah (APBD).

Sementara itu, Kepala DPPKB Syahruddin menjelaskan bahwa keberhasilan Pemkot Makassar tersebut merupakan bukti dari kesungguhan mereka dalam membantu mensukseskan program nasional.

Menurutnya, kesuksesan itu tak lepas dari sejumlah inovasi yang diinisiasi oleh Wali Kota Danny.

“Saya bertanya di tahun-tahun sebelumnya, kenapa kota Makassar kenapa hanya jadi penonton saja? Padahal, pak wali punya banyak inovasi terkait Bangga Kencana dan stunting. Mulai dari situ ,saya bentuk tim dan lebih masifkan kerja tim dari DPPKB. Akhirnya, tahun ini kita berhasil,” jelas Syahruddin.

Baca juga: Makassar Jadi Satu-satunya Kota di Indonesia yang Masuk Daftar Kota Terbahagia di Dunia

Terkait stunting, Syahruddin menerangkan bahwa Danny memiliki inovasi dengan melakukan pengendalian terhadap masalah tersebut melalui program Lorong-Lorong.

“Jargon pak wali jelas membangun Makassar dari lorong. Ini yang membuat tim seleksi nasional tertarik dan menganggap itu sebagai hal baru dan inovatif di Indonesia. DPPKB juga punya inovasi berupa aplikasi Masiga yang berisi tentang data base program Bangga Kencana di Kota Makassar dan Lopis atau Lorong Pengendali Stunting,” kata Syahruddin.

 

Terkini Lainnya
Bukan Menggusur, Wali Kota Makassar Tata PKL dengan Skema Relokasi

Bukan Menggusur, Wali Kota Makassar Tata PKL dengan Skema Relokasi

Makassar Berjaya
Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Makassar Berjaya
Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Makassar Berjaya
Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Makassar Berjaya
Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Makassar Berjaya
CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

Makassar Berjaya
Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Makassar Berjaya
Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Makassar Berjaya
Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Makassar Berjaya
Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Makassar Berjaya
Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Makassar Berjaya
Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Makassar Berjaya
Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Makassar Berjaya
Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Makassar Berjaya
Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Makassar Berjaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com