Lewat RISE Program, Walkot Danny Ingin Makassar Jadi Wilayah Zero Kumuh

Kompas.com - 12/07/2022, 20:57 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali kota (Walkot) Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengadakan penanganan wilayah kumuh yang terjadi di Kota Makassar menjadi program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Pria yang akrab disapa Danny Pomanto itu mengatakan, program Revitalisasi Pemukiman Kumuh dan Lingkungannya atau Revitalising Invormal Settlements and their Environments (RISE) menjadi salah satu upaya yang digagasnya untuk mewujudkan Zero Kumuh di Makassar.

"Ke depannya, kami mengusulkan replikasi infrastruktur hijau tidak hanya pada 12 lokasi di Makassar, tetapi juga dilakukan di kawasan kumuh di seluruh Kota Makassar,” ungkap Danny dalam keterangan persnya, Selasa (12/7/2022).

Hal tersebut disampaikan oleh Danny saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Monash University untuk melakukan pertemuan bersama Executive Committee RISE Program dalam rangka memenuhi undangan Dekan Monash Art Design and Architecture (MADA), Selasa.

Sebagai informasi, RISE Program adalah sistem klaster penanganan sanitasi komunal pada kawasan kumuh yang menempatkan rawa buatan pada kawasan-kawasan tersebut.

Nantinya, rawa buatan ini akan menjadi sistem alami dalam penyelesaian lingkungan, sehingga tidak dibutuhkan lagi koneksi jaringan instalansi pengolahan air limbah ( IPAL) pada kawasan tersebut.

Hal itu dikarenakan, penanganan limbah grey water dan black water di lingkungan sudah terselesaikan secara alami pada setiap klaster.

Baca juga: Kunjungi 4 Kota di Australia, Ini Kegiatan Wali Kota Makassar

Salah satu langkah dalam membawa Makassar menuju Zero Kumuh adalah dengan pembangunan infrastruktur hijau. Dok. Humas Pemkot Makassar Salah satu langkah dalam membawa Makassar menuju Zero Kumuh adalah dengan pembangunan infrastruktur hijau.

Menurut Danny, usulan yang diajukannya tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perdagangan dan Luar Negeri (DFAT) Australia dengan pembagian pembiayaan dari daerah.

“Jika usulan ini nantinya diterima dan dilanjutkan, maka penanganan kawasan kumuh di Kota Makassar akan terselesaikan dan mendekati kata Zero Kumuh,” jelas Danny.

Ia mengharapkan, program tersebut akan terus berkembang hingga lima tahun ke depan dengan pendampingan yang diberikan oleh Universitas Hasanuddin (Unhas).

“Diharapkan pendampingan dari Unhas akan diteruskan untuk memenuhi persyaratan sebuah quality control pembangunan infrastruktur dan riset kolaborasi internasional yang kembali melibatkan universitas-universitas terbaik di dunia,” katanya.

Staf ahli bidang perencanaan kota Eng Ihsan Latief mengatakan, pelaksanaan program itu membutuhkan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat.

Baca juga: Bangun Dunia Baru Lewat Makaverse, Wali Kota Makassar: Avatar yang Melayani Publik

Adapun pendekatan utama dalam keberlanjutan tersebut, yakni proses perencanaan, desain, konstruksi, hingga pemeliharaan.

“Program RISE akan semakin terinstitusionalkan menjadi sebuah program sendiri dan Kota Makassar menjadi kota pertama di dunia yang melakukan pembangunan infrastruktur hijau pada kawasan-kawasan kumuhnya,” jelas Ihsan.

Maka dari itu, pada pertengahan Agustus, setelah perayaan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia, akan dilakukan seremonial groundbreaking pembangunan infrastruktur hijau di kampung Untia.

Acara groundbreaking tersebut merupakan sebuah pendekatan baru dalam pencapaian nyata Sustainable Development Goals ( SDGs) di Kota Makassar.

Turut memeriahkan acara groundbreaking, Kementerian Pembangunan dan Pembangunan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Keduataan Besar (Kedubes) Australia, Executive Committee RISE Program Monash University, dan beberapa tamu undangan lain.

Hal tersebut dilakukan sebagai representasi pembangunan pada lima kawasan pertama, yaitu Kampung Barombong, Tamalate, Kampung Alla Alla Batua, Kampung Gampangcaya Tallo, Kampung Untia, serta Kampung Bonolengga Bulorokeng.

Terkini Lainnya
Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Makassar Berjaya
Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Makassar Berjaya
Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Makassar Berjaya
Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Makassar Berjaya
CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

Makassar Berjaya
Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Makassar Berjaya
Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Makassar Berjaya
Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Makassar Berjaya
Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Makassar Berjaya
Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Makassar Berjaya
Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Makassar Berjaya
Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Makassar Berjaya
Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Makassar Berjaya
Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Makassar Berjaya
PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas bersama Tim Ahli Komisi Informasi PPID Utama

PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas bersama Tim Ahli Komisi Informasi PPID Utama

Makassar Berjaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com