Respon LKPJ Wali Kota Danny, Pansus DPRD Kota Makassar Beri 8 Rekomendasi

Kompas.com - 07/05/2019, 21:38 WIB
Mikhael Gewati

Editor


MAKASSAR, KOMPAS.com
- Pansus DPRD Kota Makassar menyampaikan hasil rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Makassar Tahun Anggaran 2018 dan LKPJ Akhir Masa Jabatan periode 2014-2019.

Juru bicara Pansus LKPJ Wali Kota, Yeni Rahman mengatakan rekomendasi atas LKPJ ini merupakan hasil pemetaan dan harapan atas kinerja di masing-masing SKPD. Pansus memberikan 8 rekomendasi kepada Pemkot Makassar.

Rekomendasi pertama berkaitan dengan belum ada gambaran jumlah guru yang telah memiliki sertifikasi sebagai pendidik dari tahun 2014-2019.

Khususnya, untuk jenjang SD-SMP, sehingga tidak ada data riil terkait jumlah guru yang memiliki sertifikat pendidik.

"Ini penting karena pemberlakuan PP No. 74 tahun 2008 tentang guru mengatur secara tegas jumlah rasio ketersediaan guru yang telah memiliki sertifikat pendidik dengan jumlah peserta didik. Data ini boleh jadi audah ada di disdik, tapi tidak tertuang dalam LKPJ," kata Yeni dalam rapat paripurna penyampaian rekomendasi di Gedung DPRD Kota Makassar, Selasa (7/5/2019).

Kemudian yang kedua, tidak terealisasinya 100 persen target pendapatan asli daerah (PAD) pada APBD 2018, khususnya untuk target pajak dan retribusi daerah.

Menurut pansus, perlu ada uraian penjelasan faktor-faktor yang menjadi hanbatan dan kendala dalam pelaksanaan pencapaian PAD ini.

Rekomendasi selanjutnya, lanjut Yeni, pansus menitiberatkan belum update-nya website Pemkot Makassar khususnya tiap SKPD dalam menyajikan informasi kepada publik. Padahal hal ini penting dalam rangka akuntabilitas dan transparansi pelayanan publik.

Apalagi dengan jargon Makassar sebagai kota dunia, kepemerintahan wali kota Makassar harusnya bisa memperhatikan perkembangan teknologi informasi.

Oleh karenanya, perlu rekomendasi penyempurnaan terkait pengelolaan konten di masyarakat yang tersaji pada webiste Pemkot Makassar.

Pada rekomendasi kelima, pansus menekankan perlunya menampilkan uraian data detail terkait bagaimana capaian dan realisasi wali kota Makassar berserta wakilnya.

Tentu capaian ang dipaparka berdasarkan visi misi yang telah dipaparkan di hadapan anggota DPRD Kota Makassar dan yang telah terangkum pada dokumen RPJMD Tahun 2014-2019.

"Harusnya ada uraian capaian masing-masibg peta jalan tersebut dalam LKPJ ini sebagai gambaran kepada masyarakat. Khususnya anggota DPRD Kota Makassar mengenai capaian dan realisasi atas kontrak politik lima tahun wali kota Makassar," ujar Yeni.

Rekomendasi keenam, Pansus meminta agar di dalam LKPJ ini bisa menampilkan produk domestik regional bruto (PDRB) per kecamatan.

"Hal ini untuk memudahkan penyusunan anggaran yang lebih adil dan agar kecamatan yang memiliki PDRB rendah bisa dapat anggaran sesuai kebutuhan," tukas Yeni.

Rekomendasi ketujuh, pansus menyoroti kebencanaan yang terjadi di tahun 2018. Di mana belum adanya menjelaskan volume kejadian yang terjadi dan langkah-langkah antisipasi penanggulangan yang dilakukan oleh SKPD terkait.

Terakhir, program penelitian yang dilakukan oleh Balitbangda belum merinci hasil pelaksanaan kegiatan riset penelitian.

Padahal, seharusnya ada uraian yang menjelaskan bagaimana realisasi hasil penelitian dan bagaimana pemanfaatan hasil penelitian bagi kepentingan pemerintahan dan pembangunan lingkup Pemkot Makassar.

Terkini Lainnya
Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Makassar Berjaya
Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Makassar Berjaya
Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Makassar Berjaya
Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Makassar Berjaya
CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

Makassar Berjaya
Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Makassar Berjaya
Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Makassar Berjaya
Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Makassar Berjaya
Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Makassar Berjaya
Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Makassar Berjaya
Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Makassar Berjaya
Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Makassar Berjaya
Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Makassar Berjaya
Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Makassar Berjaya
PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas bersama Tim Ahli Komisi Informasi PPID Utama

PPID Pemkot Makassar Ikuti Pelatihan Tugas bersama Tim Ahli Komisi Informasi PPID Utama

Makassar Berjaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com