Hadapi Generasi Z, Wali Kota Danny Minta Guru Harus Terus "Update"

Kompas.com - 03/05/2019, 08:49 WIB
Mikhael Gewati

Editor


MAKASSAR, KOMPAS.com
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyebutkan jika seorang guru harus terus update ataumemperbaharui wawasan setiap harinya.

“Pendidikan hari ini membuat kita sadar sebagai pendidik agar terus meng-update ilmu yang dimiliki. Tantangannya semakin besar, generasi Z yang kita hadapi ini butuh pendampingan lebih. Inilah tantangan pendidikan nasional saat ini,” ucapnya.

Hal itu dikatakan Danny Pomanto saat menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas), di Lapangan Karebosi Kota Makassar, Kamis (2/5/2019), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal senada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy lewat pesan tertulis yang dibacakan Danny. Menurutnya saat ini peserta didik kita didominasi generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi.

Generasi Z adalah orang yang lahir pada periode 1995 - 2010. Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru.

Untuk itu, kata Danny, sekolah dan pada guru pun bisa menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan seperti keluarga, sekolah dan masyarakat.

“Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan,” kata Danny.

Tak hanya itu, Danny menegaskan pula untuk tetap berpegang teguh terhadap budaya yang ada. Sebab budaya menjadi sumber inspirasi dan daya dukung, sehingga menjadi pondasi bagi kemajuan pendidikan di Kota Makassar.

Pada peringatan ini pula Danny me-launching 10 SMPN baru tanpa harus mengeluarkan biaya besar dalam hal pembebasan lahan, pembangunan gedung, penyediaan sarana pembelajaran bahkan tanpa harus mengangkat guru dan tenaga kependidikan yang baru.

Dua diantaranya adalah SMPN 46 dan SMPN 47 yang terletak di Kecamatan Makassar. Danny bercerita dan sekaligus berterima kasih kepada Kadisdik Kota Makassar, Rahman Bando yang telah berhasil menghadirkan dua SMPN di Kecamatan Makassar.

“Dulu di Kecamatan Makassar tidak ada SMPN, sekarang berkat kerja keras pak kadisdik Makassar warga disana berbahagia karena sudah bisa bersekolah di daerahnya sendiri,” jelas Danny.

Pada kesempatan ini pula, seluruh siswa di Kota Makassar hadir mempersembahkan beberapa parade, seperti tarian, fashion show, gerakan pramuka, dan puisi.

Ada hal menarik ketika para siswa membacakan puisi untuk Wali Kota Makassar dan Wakil Wali Kota Makassar. Mereka membacakan puisi yang menguncapkan terima kasih kepada kedua pimpinan Kota Makassar itu.

“Terima kasih pak Wali dan Wawali. Berkat kalian pendidikan di Makassar semakin maju. Kalian pahlawanku," ujar para siswa

Mendengar hal itu nampak mata Danny berkaca-kaca. Usai pembacaan puisi Danny dan Deng Ical langsung memeluk dan menyalami para siswa tersebut.

Berikut 10 SMPN baru yang di-launching Danny di Hardiknas

1. SMPN 46 Makassar, Jl Gunung Latimojong
2. SMPN 47 Makassar, Jl Maccini Sawah
3. SMPN 48 Makassar, Jl Hertasning Blok E 4/1
4. SMPN 49 Makassar, Jl Syekh Yusuf
5. SMPN 50 Makassar, Jl Muhammadiyah
6. SMPN 51 Makassar, Jl Tamangapa V
7. SMPN 52 Makassar, Jl Urip Sumiharjo
8. SMPN 53 Makassar, Jl Samiun
9. SMPN 54 Makassar, Jl Saharaeng Daeng Sese
10. SMPN 55 Makassar, Jl A. Paturungi

Terkini Lainnya
Bukan Menggusur, Wali Kota Makassar Tata PKL dengan Skema Relokasi

Bukan Menggusur, Wali Kota Makassar Tata PKL dengan Skema Relokasi

Makassar Berjaya
Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Merajut Harmoni Membangun Kebersamaan, Walkot Munafri Arifuddin Ungkap Visi Modern dan Beradab Kota Makassar di Usia ke-418 Tahun

Makassar Berjaya
Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Jadi Teladan, 12 PNS Raih Kota Makassar Satyalancana Karya Satya

Makassar Berjaya
Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Pimpin Apel Pagi Akhir Tahun, Danny Pomanto Ajak Jajarannya Perbaiki Diri pada 2025

Makassar Berjaya
Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Refleksi Akhir Tahun 2024, Danny Pomanto Soroti Evaluasi dan Prestasi Kota Makassar

Makassar Berjaya
CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

CSR Award 2024, Pemkot Makassar Berikan Penghargaan kepada 7 Perusahaan

Makassar Berjaya
Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Walkot Makassar Terima Tanda Kehormatan Karya Bakti Putera Indonesia 

Makassar Berjaya
Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Hadiri Open House Keuskupan Agung Makassar, Danny Pomanto: Silaturahmi Rutin Saat Natal

Makassar Berjaya
Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, Nilai Evaluasi Smart City 2024 Kota Makassar Meningkat

Makassar Berjaya
Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Tinjau Banjir di Manggala, Danny Pomanto: Seluruh Pengungsi Harus Tertangani dengan Baik

Makassar Berjaya
Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Banjir Makassar, Tiga Kecamatan Terendam, Warga Mengungsi ke 27 Titik Pengungsian

Makassar Berjaya
Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Wali Kota Makassar Janjikan Hadiah untuk Warga Pemberi Solusi Banjir

Makassar Berjaya
Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Update Banjir di Kota Makassar, Kendala Bantuan, dan Warga yang Memilih Bertahan di Rumahnya...

Makassar Berjaya
Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Mudahkan SKPD, Walkot Makassar Puji Aplikasi SIPAKATAU

Makassar Berjaya
Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Peringati Hari Ibu Ke-96, DWP Kota Makassar Gelar Seminar Kesehatan Mental Ibu

Makassar Berjaya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com