Agar Panen Lebih Berkualitas, Petani Mangga Podang Ikuti Pendampingan dari Pemkab Kediri

Kompas.com - 08/10/2023, 19:03 WIB
Aningtias Jatmika,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sebagai salah satu komoditas unggul di Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim), mangga podang menjadi fokus perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

Untuk diketahui, mangga podang merupakan komoditas endemik yang banyak tumbuh di daerah pegunungan atau Kediri wilayah barat Sungai Brantas, seperti di Kecamatan Tarokan, Banyakan, Grogol, Semen, dan Mojo. Mangga podang pun banyak tumbuh di pekarangan rumah warga.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau akrab disapa Mas Dhito pun mendorong petani untuk dapat menghasilkan mangga podang berkualitas. Salah satunya, dengan melarang petani untuk merangsang (booster) mangga agar cepat masak.

Larangan tersebut disampaikan Bupati Kediri kepada petani mangga podang saat mengunjungi Pasar Buah Banyakan, Sabtu (7/10/2023).

“Kami melakukan pengawasan ketat agar petani mangga podang tidak melakukan booster,” kata Mas Dhito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (8/10/2023).

Untuk diketahui, agar cepat masak, petani kerap menggunakan booster berupa ethrel. Namun, booster ini membuat buah cepat busuk.

Padahal, buah tersebut akan dikirim ke luar kota, seperti Surabaya, Bali, bahkan sejumlah kota di Kalimantan. Artinya, kualitas buah harus dijaga.

Baca juga: Siapkan 2 Opsi Strategis Pasar Buah Banyakan, Mas Dhito Akan Pertimbangkan Pilihan Terbaik bagi Pedagang

Selain larangan menggunakan booster, Mas Dhito juga menginstruksikan dinas terkait di Pemkab Kediri untuk melakukan pendampingan kepada petani mangga podang.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Pertabun) Kabupaten Kediri Anang Widodo menambahkan, pendampingan dapat menaikkan kualitas dan nilai jual mangga podang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pendampingan yang dilakukan Dinas Pertabun Kabupaten Kediri meliputi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti lalat buah,” ucap Anang.

Secara rinci, Sub Koordinator Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Hortikultura Dinas Pertabun Kabupaten Kediri Vinorita menyebut, pengendalian OPT dilakukan menggunakan teknologi ramah lingkungan.

"Kami mengendalikan OPT menggunakan asap cair," kata Vinorita.

Selain hama, masalah yang juga dihadapi petani mangga podang adalah penurunan harga buah saat musim panen. Untuk mengantisipasi hal ini, Dinas Pertabun gencar mendorong petani agar dapat memanen mangga di luar musim panen.

Dinas Pertabun pun melakukan pendampingan berupa pengarahan bagi petani untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tanaman mangga. Hasilnya, sejak Mei 2023, petani bisa memanen mangga dengan harga terbaik.

Baca juga: Persik Kediri Cetak Skor 2-0 dari Bhayangkara FC, Mas Dhito: Kediri Pride

Untuk mendapatkan harga tinggi, petani pun diarahkan untuk melakukan klasifikasi buah premium.

"Berdasarkan agroklimatologi dan karakteristik, buah mangga berkualitas premium banyak dihasilkan dari Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan," ucap Vinorita.

Adapun buah dari Desa Bulusari berukuran lebih besar dan lebih tahan lama ketimbang buah dari daerah lain.

Vinorita mengatakan, pendampingan yang dilakukan kepada petani juga dilakukan Dinas Pertabun bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lain, misalnya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik). Kolaborasi ini dilakukan dalam pengolahan mangga podang.

Terkini Lainnya
Berikan Lansia Perhatian Khusus, Mas Dhito Fasilitasi Kursi Roda Jemaah Calon Haji Tertua

Berikan Lansia Perhatian Khusus, Mas Dhito Fasilitasi Kursi Roda Jemaah Calon Haji Tertua

Kediri Hari Ini
Siswa Kediri Diduga Keracunan MBG, Mas Dhito Ancam Cabut Izin SPPG

Siswa Kediri Diduga Keracunan MBG, Mas Dhito Ancam Cabut Izin SPPG

Kediri Hari Ini
Kediri Bangkit! Mas Dhito Sulap Gedung Pemkab Pascainsiden Jadi Kantor Modern Berstandar Keamanan Tinggi

Kediri Bangkit! Mas Dhito Sulap Gedung Pemkab Pascainsiden Jadi Kantor Modern Berstandar Keamanan Tinggi

Kediri Hari Ini
Hari Jadi Ke-1.222, Pemkab Kediri Ajak ASN Tancap Gas Layani Masyarakat

Hari Jadi Ke-1.222, Pemkab Kediri Ajak ASN Tancap Gas Layani Masyarakat

Kediri Hari Ini
Matangkan Persiapan Lebaran, Kediri Siagakan Pos Pengamanan di Titik Krusial

Matangkan Persiapan Lebaran, Kediri Siagakan Pos Pengamanan di Titik Krusial

Kediri Hari Ini
Bupati Dhito Ajak 200 Anak Yatim Kediri Borong Baju Baru di Mal

Bupati Dhito Ajak 200 Anak Yatim Kediri Borong Baju Baru di Mal

Kediri Hari Ini
Dukung Sektor Pertanian, Bupati Kediri Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Padi untuk Petani

Dukung Sektor Pertanian, Bupati Kediri Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih Padi untuk Petani

Kediri Hari Ini
Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Kediri Prioritaskan Sektor Pertanian

Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Kediri Prioritaskan Sektor Pertanian

Kediri Hari Ini
Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Minta Perangkat Daerah Lakukan Identifikasi

Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Minta Perangkat Daerah Lakukan Identifikasi

Kediri Hari Ini
Bandara Dhoho Resmi Beroperasi, Pemkab Kediri Tawarkan Wisata Gratis dan Diskon Hotel untuk Genjot Okupansi

Bandara Dhoho Resmi Beroperasi, Pemkab Kediri Tawarkan Wisata Gratis dan Diskon Hotel untuk Genjot Okupansi

Kediri Hari Ini
Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Dorong Evaluasi Lapangan

Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Dorong Evaluasi Lapangan

Kediri Hari Ini
Jaga Mutu Program MBG, Mas Dhito Minta SPPG Kediri Komitmen terhadap Keamanan Pangan

Jaga Mutu Program MBG, Mas Dhito Minta SPPG Kediri Komitmen terhadap Keamanan Pangan

Kediri Hari Ini
MPP Kabupaten Kediri Resmi Beroperasi, Mas Dhito: Semangat Baru untuk Melayani Masyarakat

MPP Kabupaten Kediri Resmi Beroperasi, Mas Dhito: Semangat Baru untuk Melayani Masyarakat

Kediri Hari Ini
Kisah Restu, Anak di Kediri yang Kembali Bersekolah Berkat Bantuan Mas Dhito

Kisah Restu, Anak di Kediri yang Kembali Bersekolah Berkat Bantuan Mas Dhito

Kediri Hari Ini
Mas Dhito Minta 344 KDMP di Kediri Punya Fokus Usaha

Mas Dhito Minta 344 KDMP di Kediri Punya Fokus Usaha

Kediri Hari Ini
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com