JFC 2025 Terbesar Sepanjang Sejarah, Bupati Jember: Tahun Depan Harus Lebih Megah

Kompas.com - 11/08/2025, 09:38 WIB
Dwinh

Penulis

KOMPAS.com – Puncak penyelenggaraan Jember Fashion Carnival ( JFC) 2025 mencatat sejarah baru sebagai gelaran terbesar sepanjang perjalanan event ini.

Grand carnival yang digelar pada Minggu (10/8/2025) memukau ribuan penonton yang memadati rute karnaval untuk menyaksikan parade busana spektakuler karya anak-anak muda Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengembangkan JFC dan sektor pariwisata daerah.

“Sekarang mata seluruh Indonesia bahkan dunia mengarah pada Kabupaten Jember berkat anak-anak muda yang tergabung di JFC. Tahun ini (2025) adalah JFC terbesar, dan tahun depan harus lebih besar lagi,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (11/8/2025).

Gus Fawait juga mengumumkan rencana strategis mendukung aksesibilitas pariwisata, yakni pembukaan kembali Bandara Jember pada 17 Agustus 2025 dengan penerbangan langsung Jember–Jakarta.

Baca juga: Senyum Anak Disabilitas di Runway 1,8 Km Jember Fashion Carnaval

Langkah tersebut diharapkan mempermudah kunjungan wisatawan nasional maupun mancanegara.

Selain itu, ia mempromosikan potensi unggulan daerah berupa kopi, cokelat, dan cerutu yang telah menembus pasar internasional.

Bupati Jember Muhammad Fawait dalam puncak penyelenggaraan Jember Fashion Carnival (JFC) 2025, Minggu (10/8/2025).DOK. Pemkab Jember Bupati Jember Muhammad Fawait dalam puncak penyelenggaraan Jember Fashion Carnival (JFC) 2025, Minggu (10/8/2025).

Apresiasi Wamen Pariwisata

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada mendiang Dynand Faris, pendiri sekaligus visioner JFC yang berhasil menempatkan Jember di panggung karnaval dunia.

“Almarhum Mas Dynand Faris bukan hanya pendiri, tetapi seorang visioner yang mengangkat nama Jember hingga mendunia. Karyanya telah menginspirasi kita semua,” ungkapnya.

Ni Luh Puspa juga mengapresiasi masyarakat Jember atas kerja sama dan semangat yang membuat JFC mampu bertahan bahkan di masa pandemi.

Ia menegaskan JFC telah lima kali berturut-turut masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dan selalu berada di peringkat 10 besar.

Menurutnya, JFC bukan sekadar atraksi budaya, tetapi juga motor penggerak peningkatan kunjungan wisatawan.

Baca juga: Kementerian Pariwisata Bakal Ikut Evaluasi Standar Keselamatan Pasca-pendaki Brasil Jatuh di Gunung Rinjani

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkomitmen memberikan dukungan penuh agar event tersebut semakin berdampak pada perekonomian daerah.

Rekor baru dan dukungan penuh pemda

Presiden JFC Budi Setiawan mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan tahun ini.

Menurutnya, JFC 2025 adalah gelaran terbesar dari sisi skala acara, jumlah peserta, maupun ragam kostum yang ditampilkan.

“Alhamdulillah, Yang Maha Kuasa memberikan kesempatan kepada kita untuk menggelar pertunjukan spektakuler seperti yang baru saja kita saksikan bersama. Setiap tahun kami berupaya menjadi lebih baik, dan tahun ini terbukti menjadi yang terbesar sepanjang sejarah JFC,” ucap Budi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kesuksesan penyelenggaraan pada 2025.

Menurut Budi, JFC 2025 merupakan gelaran terbesar sepanjang sejarah JFC, baik dari sisi skala acara, jumlah peserta, maupun ragam kostum yang ditampilkan.

Baca juga: Punya Komitmen dengan Pelaku Sound Horeg, Bupati Jember Enggan Respons Fatwa Haram MUI

Ia menegaskan, kesuksesan acara tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Bupati Jember dan jajaran pemerintah daerah. Koordinasi berjalan lancar, fasilitas pendukung terpenuhi tanpa hambatan, dan percepatan pengaktifan Bandara Jember menjadi salah satu fokus bersama untuk memperkuat posisi Jember sebagai kota wisata budaya.

Ke depan, Budi menargetkan JFC lebih kaya konten dan berkelas internasional.

“Kami sudah deklarasikan bahwa Jember adalah kota fesyen Indonesia dan dunia. Tahun depan Insyaallah akan semakin kaya dengan fesyen, kostum, musik, dan e-craft. Target kami adalah memperkuat identitas Jember di mata dunia melalui karnaval yang lebih megah dan variatif,” katanya.

Hiburan spesial dan kolaborasi kreatif

Penampilan Diva Pop Indonesia, Rossa atau yang akrab disapa Teteh Ocha dalam puncak penyelenggaraan Jember Fashion Carnival (JFC) 2025, Minggu (10/08/2025).DOK. Pemkab Jember Penampilan Diva Pop Indonesia, Rossa atau yang akrab disapa Teteh Ocha dalam puncak penyelenggaraan Jember Fashion Carnival (JFC) 2025, Minggu (10/08/2025).

JFC 2025 turut dimeriahkan beragam penampilan defile serta kedatangan bintang tamu istimewa. Diva pop Indonesia Rossa atau Teteh Ocha sukses memikat penonton dengan suara khasnya, menambah semarak suasana malam.

Puncak kemegahan juga hadir pada pagelaran Art Wear di malam sebelumnya, Sabtu (9/8/2025), yang ditutup pertunjukan kembang api spektakuler dari Jepang.

Menariknya, seluruh biaya kembang api tersebut tidak menggunakan APBD Pemerintah Kabupaten Jember, melainkan murni hasil kolaborasi dengan mitra dan sponsor.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com