Terima Anugerah Puspa Bangsa, Ning Gyta: Saya Dedikasikan untuk Perempuan Tangguh di Jember

Kompas.com - 29/04/2025, 13:54 WIB
Dwinh,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Jember, Gyta Eka Puspita atau Ning Gyta menerima penghargaan Anugerah Puspa Bangsa dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Apresiasi tersebut diberikan kepada Ning Gyta atas dedikasinya dalam memberdayakan perempuan, khususnya para pedagang sayur keliling atau mlijo.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi dalam acara penghargaan tokoh perempuan inspiratif yang digelar di Gedung Kompas Gramedia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2025).

"Saya dedikasikan penghargaan ini untuk para perempuan tangguh di Jember, khususnya para mlijo yang menjadi tulang punggung keluarga," ujar Ning Gyta melalui siaran persnya, Selasa (29/4/2025).

Baca juga: Wanita di Bali Tertembak Saat Bekerja, Proyektil Bersarang di Tulang Punggung

Program Mlijo Cinta yang digagas oleh Ning Gyta, menjadi sorotan nasional karena menyentuh langsung kehidupan perempuan di sektor informal. 

Para mlijo dikenal sebagai pejuang nafkah yang bangun dini hari, belanja di pasar, lalu berkeliling menjajakan sayuran dari rumah ke rumah menggunakan sepeda, motor, atau gerobak sederhana.

Melalui Mlijo Cinta, Ning Gyta berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dapat memberikan dukungan nyata berupa gerobak dagang yang layak dan menarik, serta akses permodalan untuk memperkuat usaha mereka.

Menurutnya, para mlijo tanpa disadari telah memainkan peran penting sebagai pelaku distribusi pangan yang efisien, memperpendek rantai pasok dari pasar ke konsumen, khususnya di kawasan perdesaan dan pinggiran kota.

Baca juga: Cerita Dewi Agustiningsih, Lulusan Doktor Termuda dan Tercepat UGM, 26 Tahun

Lebih lanjut, alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menegaskan bahwa program Mlijo Cinta tidak hanya fokus pada penguatan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan sosial.

"Karena itu, kami memperjuangkan agar para pedagang bisa memperoleh layanan kesehatan gratis dan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," jelas Ning Gyta.

Tak hanya itu, program Mlijo Cinta juga menyasar aspek pendidikan melalui pemberian beasiswa untuk anak-anak para mlijo, guna memastikan kelangsungan pendidikan generasi penerus.

"Mlijo Cinta bukan sekadar soal ekonomi. Ini soal keadilan, pengakuan, dan kesejahteraan bagi perempuan-perempuan luar biasa yang selama ini bekerja dalam senyap," ujar Ning Gyta.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com