Banyuwangi Terapkan Pendidikan Karakter Anak Lewat Permainan Tradisional

Kompas.com - Sabtu, 22 Juli 2017
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bermain egrang bathok bersama anak-anak saat Festival Memengan Tradisional 2017 yang digelar di Jalan Protokol depan kantor Bupati Banyuwangi, Sabtu (22/7/2017).FIRMAN ARIF/KOMPAS.com Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bermain egrang bathok bersama anak-anak saat Festival Memengan Tradisional 2017 yang digelar di Jalan Protokol depan kantor Bupati Banyuwangi, Sabtu (22/7/2017).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pemerintah Banyuwangi memberi tempat khusus bagi anak-anak dalam rangkaian Banyuwangi Festival 2017. Aktivitas bermain dan berkreasi anak merupakan bentuk pendidikan karakter yang tak boleh dilewatkan.

 

“Ini juga sebagai bentuk pendidikan karakter bagi anak, yang mengajak mereka belajar kebiasaan baik yang sesuai perkembangan usia anak. Lewat permainan tradisional, mereka akan banyak belajar mengasah kreativitas dan dilakukan secara berkelompok. Ini akan melatih mereka untuk menumbuhkan kebersamaan dalam kehidupannya, berbeda dengan permainan modern yang individualistis,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Sabtu (22/7/2017).

 

Festival Memengan (permainan) Tradisional merupakan wahana bagi anak-anak Banyuwangi untuk berkreativitas. Festival ini digelar pada Sabtu (22/7) pagi di Jalan Protokol depan Gedung Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Peserta festival adalah anak-anak yang jumlahnya mencapai 5100 orang, berasal dari 25 kecamatan.

 

Anas berpendapat, permainan tradisional patut dilestarikan karena memuat nilai-nilai yang mesti diteruskan pada generasi muda. Selain fisik beraktivitas, anak-anak dapat mengolah rasa dan jiwa lewat permainan tradisional. Anak-anak bisa belajar bekerja sama, tolong menolong, toleransi, dan jujur serta adil lewat aktivitas bermain.

 

Permainan tradisional mengajarkan banyak nilai luhur serta mengasah fisik serta jiwa,” katanya.

 

Dalam Festival Memengan Tradisional, setiap kecamatan yang berjalan bergantian menampilkan atraksi permainan. Permainan yang ditampilkan antara lain egrang bambu, gasingan, bedhil-bedhilan, trompet janur, gobag sodor, engklek, dakon, bintang aliyan, medi-median, balap karung, klompen panjang, tarik tambang hingga dagongan.

Nostalgia masa kecil

Permainan tradisional Egrang Bambu dan Egrang Bathok ditampilkan anak-anak dari Kecamatan Giri dalam Festival Memengan Tradsional 2017. Lebih dari 5000 anak terlibat dalam festival permainan tradisional Banyuwangi yang digelar Sabtu (22/7/2017).FIRMAN ARIF/KOMPAS.com Permainan tradisional Egrang Bambu dan Egrang Bathok ditampilkan anak-anak dari Kecamatan Giri dalam Festival Memengan Tradsional 2017. Lebih dari 5000 anak terlibat dalam festival permainan tradisional Banyuwangi yang digelar Sabtu (22/7/2017).

Ribuan anak berlarian, berguling, bersorak-sorak di Jalan Protokol yang sudah disulap menjadi arena festival. Hujan yang mengguyur pada awal acara tak menghentikan anak-anak untuk bermain.

"Dulu waktu saya kecil kalau sedang main lalu hujan bukan malah berhenti, tapi lanjut karena permainan akan semakin seru. Jadi ayo bermain anak-anak, hujan membuat permainan makin seru," ujar Bupati Anas melalui pengeras suara disambut sorak anak-anak yang bermain.

Tiap kali sekelompok anak menampilkan atraksi di depan Bupati dan undangan, ada senyum yang tercipta di wajah penonton. Mereka seolah teringat masa kecilnya. Anas bahkan ikut bermain egrang bathok, engklek, gasing, dan peleg-pelegan.

Saat sekumpulan bocah laki-laki memegang rakitan tulang daun pisang menyerupai bedhil (senjata laras panjang), Anas segera menghampiri. Ia pun ikut memegang salah satu bedhil dan mengangkat "senjata" yang tak berbahaya itu.

Permainan bedhil-bedhilan sendiri telah ada sejak zaman dulu untuk menanamkan nilai patriotisme kepada anak-anak. Pada kesempatan itu, Anas bercerita tentang kisah masa kecilnya. Kini ia kerap mengajak anaknya, Azka, untuk bermain permainan favoritnya dulu yaitu peleg-pelegan.

"Yang paling Saya suka dulu itu peleg-pelegan. Dulu saya balapan kalau main itu. Bedhil-bedhilan juga suka. Bikinnya dari gedhebog. Lalu saya suka mobil-mobilan dari buah jeruk," kenang Anas.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas angkat senjata bersama anak-anak dalam Festival Memengan Tradisional 2017 yang digelar pada Sabtu (22/7/2017). Pemerintah Banyuwangi menekankan permainan tradisonal merupakan sarana pendidikan karakter anak.FIRMAN ARIF/KOMPAS.com Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas angkat senjata bersama anak-anak dalam Festival Memengan Tradisional 2017 yang digelar pada Sabtu (22/7/2017). Pemerintah Banyuwangi menekankan permainan tradisonal merupakan sarana pendidikan karakter anak.

Festival permainan anak ini menyedot perhatian pengunjung. Untuk festival tahun depan, Pemerintah Banyuwangi berencana memindahkan lokasi acara ke tempat yang lebih luas.

"Tahun depan mungkin acaranya akan kami tempatkan di satu lokasi, misalnya Taman Blambangan. Kami ingin menempatkan di satu tempat agar anak-anak dapat leluasa bermain," kata Anas. (KONTRIBUTOR BANYUWANGI/ FIRMAN ARIF)

EditorKurniasih Budi
Terkini Lainnya
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan
banyuwangi
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa
banyuwangi
KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati
KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati
banyuwangi
Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama
Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama
banyuwangi
Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi
Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi
banyuwangi
Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition
Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition
banyuwangi
Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali
Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali
banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi Siap Menjadi Pilot Project Penyederhanaan Birokrasi
Kabupaten Banyuwangi Siap Menjadi Pilot Project Penyederhanaan Birokrasi
banyuwangi
Bersama 16 Kepala Daerah Lainnya, Bupati Ipuk Ikuti Digital Leadership Academy di Singapura
Bersama 16 Kepala Daerah Lainnya, Bupati Ipuk Ikuti Digital Leadership Academy di Singapura
banyuwangi
LAN Apresiasi Inovasi Pelayanan Publik
LAN Apresiasi Inovasi Pelayanan Publik "Smart Kampung" Milik Pemkab Banyuwangi
banyuwangi
Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga
Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga
banyuwangi
Banyuwangi Gelar Festival Nelayan Tangguh, Bupati Ipuk: Ini Ajang Promosi Perikanan
Banyuwangi Gelar Festival Nelayan Tangguh, Bupati Ipuk: Ini Ajang Promosi Perikanan
banyuwangi
Tak Sempat Liburan, Denny Caknan Ingin Kulineran dan Berwisata di Banyuwangi
Tak Sempat Liburan, Denny Caknan Ingin Kulineran dan Berwisata di Banyuwangi
banyuwangi
Tingkatkan Kualitas Branding UMKM, Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Endorsement Foto dan Video Gratis
Tingkatkan Kualitas Branding UMKM, Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Endorsement Foto dan Video Gratis
banyuwangi
Sigap Evakuasi Korban KMP Mutiara I, Ratusan Kadet Taruna AAL Diapresiasi Bupati Banyuwangi
Sigap Evakuasi Korban KMP Mutiara I, Ratusan Kadet Taruna AAL Diapresiasi Bupati Banyuwangi
banyuwangi