KOMPAS.com — Industri pariwisata Banyuwangi kian menunjukkan daya tariknya. Kabar baik kini datang dari maskapai penerbangan Aman Air yang mengumumkan rencana strategis untuk mengoperasikan penerbangan seaplane (pesawat amfibi) dengan rute Bali–Banyuwangi.
Rencana penerbangan seaplane itu menawarkan konektivitas unik dan cepat yang menargetkan segmen wisatawan menengah ke atas.
Presiden Direktur Aman Air, Michael Nicholas mengatakan, pembukaan penerbangan Banyuwangi-Bali tak lepas dari daya tarik perkembangan pariwisata terhadap industri penerbangan.
“Banyak maskapai yang tertarik untuk membuka penerbangan menuju Banyuwangi, termasuk Aman Air yang akan mengoperasikan penerbangan seaplane dengan tujuan Banyuwangi,” ungkapnya dalam siaran pers.
Dia mengatakan itu dalam pertemuan dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (24/10/2025).
Baca juga: Kebahagiaan 14.000 Guru Ngaji Banyuwangi Terima Insentif pada Momen Hari Santri
Selain tersedia aerodrome yang memungkinkan aktivitas seaplane, Banyuwangi juga memiliki amenitas yang memadai dan beragam atraksi wisata yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Banyuwangi ini komplet. Selain alamnya bagus, amenitasnya juga memadai. Ditambah lagi ada atraksi yang digelar sepanjang tahun. Ini bisa jadi daya tarik,” ujar Michael.
Sementara itu, Bupati Ipuk menyambut baik rencana tersebut karena menambah daya tarik perjalanan menuju Banyuwangi.
“Ini akan semakin memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke Banyuwangi dan memberikan pengalaman tersendiri,” ujar Ipuk.
Wakil Direktur Aman Air Daniel Dwi Ananta mengaku optimis penerbangan seaplane bisa semakin meramaikan pariwisata di Banyuwangi.
Baca juga: Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Banyuwangi Salurkan Insentif Rp 9,96 Miliar untuk Guru Ngaji
“Kami berpengalaman selama 33 tahun di Kanada. Penumpang-penumpang kami merupakan turis kalangan menengah ke atas yang memang potensial,” ujarnya.
Daniel menyebutkan, jika para penumpang kalangan menengah atas bisa ditarik ke Banyuwangi, hal ini akan membantu pengembangkan pariwisata di Banyuwangi.
“Kami juga akan bekerja sama dengan para investor agar mereka mau membangun resor di Banyuwangi untuk melengkapi amenitas yang sudah ada di sini,” ujarnya.
Daniel memaparkan, penerbangan seaplane Bali-Banyuwangi akan dilayani dengan pesawat jenis Twin Otter berkapasitas 16 hingga 18 penumpang.
Rute itu akan berangkat dari Pelabuhan Benoa Bali menuju water aerodrome di Teluk Pang Pang Banyuwangi.
Baca juga: Jalur Gumitir Ditutup, Pemkab Banyuwangi Upayakan Penambahan Jadwal Kereta Api dan Penerbangan
“Target kami bisa beroperasi pada awal 2026. Kurang lebih di kuartal pertama atau kuartal kedua 2026,” ujarnya.
Daniel menambahkan, pihaknya akan merancang sejumlah paket wisata untuk ditawarkan kepada wisatawan.
“Mungkin kita buat one day trip. Turis berangkat pagi dari Benoa, perjalanan 25 menit menuju Teluk Pang Pang, dilanjutkan keliling menikmati destinasi di Banyuwangi. Sorenya mereka bisa kembali lagi ke Benoa,” ujarnya.
Selain pelancong, kata Daniel, penerbangan seaplane juga akan melayani transportasi barang.
“Jika ada hasil laut dari Banyuwangi yang harus segera di ekspor melalui Bali, bisa kami layani sehingga mereka tetap fresh hingga sampai ke Bandara,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi Daniel Dewantoro Rumani mengatakan, kondisi aerodrome Pang Pang Banyuwangi sudah sangat siap.
Baca juga: Pemkab Banyuwangi Minta Perbaikan Jalur Gumitir Tak Ganggu Aktivitas Warga
“Yang perlu disiapkan justru yang di Benoa karena di sana belum tersedia waterbase. Kami dan Aman Air akan segera berkoordinasi dengan Pelindo untuk mempercepat pembangunan water base di Benoa,” ujarnya.