Sarden Banyuwangi Diekspor ke Jerman, Menperin: Kualitas Produk Tinggi

Kompas.com - 19/10/2023, 19:34 WIB
F Azzahra,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com- Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melepas ekspor ikan sarden hasil produksi Pacific Harvest Banyuwangi ke Jerman dengan nilai kontrak sebesar 2,2 juta dollar Amerika Serikat (AS), Kamis (19/10/2023).

Pacific Harvest merupakan perusahaan olahan makanan laut yang beroperasi di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.

Gumiwang mengatakan, kesuksesan ekspor ikan sarden di pasar Jerman ini menandakan tingginya kualitas produk ikan kaleng di Banyuwangi.

"Jerman dikenal sebagai salah satu negara Eropa yang menerapkan standar tinggi bagi produk-produk impornya. Ini menandakan bahwa produk sarden khas Banyuwangi memiliki kualitas produk yang sangat tinggi karena berhasil masuk ke pasar Jerman," kata Gumiwang dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (19/10/2023).

Baca juga: Siswa di Banyuwangi Diduga Dianiaya Teman sampai Tulangnya Retak

Gumiwang menilai, Jerman merupakan negara yang sulit untuk menerima ekspor, terutama produk makanan. Oleh karena itu, keberhasilan ekspor ini adalah pencapaian bagi Banyuwangi yang telah menghasilkan produk berstandar internasional.

"Dapat diartikan, seluruh proses produksi ikan sarden di Banyuwangi sudah sesuai dengan standar dan kualitas mereka. Harapannya, ke depan kami bisa bekerja sama dengan lebih banyak negara di Eropa," tutur Gumiwang.

Untuk diketahui, Indonesia masuk dalam 10 besar negara pengekspor perikanan terbesar di dunia, sehingga produktivitas pabrik pengalengan ikan di Banyuwangi berpotensi mendongkrak posisi Indonesia untuk naik di urutan lima besar dunia.

"Saya sudah mengoordinasikan dengan sejumlah pihak agar produktivitas pabrik ditingkatkan. Pemerintah akan memberi dukungan dari segi bahan baku dan pengemasan," jelas Gumiwang.

Baca juga: Tour of Kemala Banyuwangi 2023: Ajang Penjaring Bibit Muda, Gelorakan Pariwisata

Sementara itu, Manajer Ekspor Pacific Harvest Anang Kurniawan mengatakan, total ikan kaleng yang diekspor pada 19 Oktober 2023 mencapai 30 kontainer yang terdiri dari 12 kontainer ikan sarden dan 18 kontainer ikan tuna senilai 2,2 juta dollar AS.

"Jerman adalah pasar baru kami. Sebelumnya, pasar ekspor terbesar kami ada di 75 negara di Afrika," terang Anang.

Diketahui, Pacific Harvest mampu mengekspor hingga 80 kontainer ikan kaleng dengan nilai mencapai 8 juta dollar AS per bulannya.

"Untuk ikan tuna sudah 100 persen dari dalam negeri, sementara ikan sarden baru 70 persen. Tiga puluh persen lainnya untuk diimpor. Dengan dukungan pemerintah, kami optimistis dapat terus menambah jumlah produksi hingga dua kali lipat dari saat ini," ujar Anang.

Baca juga: Kunjungi Ponpes di Banyuwangi, Anies dan Cak Imin Minta Restu Kiai

Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Sugirah menyampaikan, ekspor ikan kaleng ke Jerman tersebut berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi.

"Kegiatan ekspor yang berkelanjutan dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi," ucap Sugirah.

Terkini Lainnya
Pemkab Banyuwangi Raih Penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Terbaik dari Kemendagri

Pemkab Banyuwangi Raih Penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Terbaik dari Kemendagri

Banyuwangi
Banyuwangi Raih Penghargaan Swasti Saba dan STBM dari Kemenkes

Banyuwangi Raih Penghargaan Swasti Saba dan STBM dari Kemenkes

Banyuwangi
Didukung Jerman, Pembangkit Listrik Tenaga Angin 200 Megawatt akan Dibangun di Banyuwangi

Didukung Jerman, Pembangkit Listrik Tenaga Angin 200 Megawatt akan Dibangun di Banyuwangi

Banyuwangi
Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi, Satu-satunya Berstandar Olimpiade di Asia Tenggara

Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi, Satu-satunya Berstandar Olimpiade di Asia Tenggara

Banyuwangi
Tingkatkan Kualitas Penerbangan, AirNav Pasang Sistem Navigasi Modern di Bandara Banyuwangi

Tingkatkan Kualitas Penerbangan, AirNav Pasang Sistem Navigasi Modern di Bandara Banyuwangi

Banyuwangi
Inovatif Promosikan Daerah, Banyuwangi Raih Penghargaan Best Smart Branding di ISNA 2025

Inovatif Promosikan Daerah, Banyuwangi Raih Penghargaan Best Smart Branding di ISNA 2025

Banyuwangi
Ribuan Pengunjung Nikmati Kehangatan Festival Ngopi Sepuluh Ewu Banyuwangi

Ribuan Pengunjung Nikmati Kehangatan Festival Ngopi Sepuluh Ewu Banyuwangi

Banyuwangi
Bupati Ipuk Apresiasi Kinerja TPS 3R Banyuwangi yang Sukses Kirim 60 Ton RDF ke Industri

Bupati Ipuk Apresiasi Kinerja TPS 3R Banyuwangi yang Sukses Kirim 60 Ton RDF ke Industri

Banyuwangi
Kenalkan Destinasi “Hidden Gem” di Kawasan Ijen, Bupati Banyuwangi Luncurkan Ijen Golden Route

Kenalkan Destinasi “Hidden Gem” di Kawasan Ijen, Bupati Banyuwangi Luncurkan Ijen Golden Route

Banyuwangi
Wujudkan Pesantren Aman, Pemkab Banyuwangi Bantu Pengurusan PBG dan SLF

Wujudkan Pesantren Aman, Pemkab Banyuwangi Bantu Pengurusan PBG dan SLF

Banyuwangi
Menko IPK AHY Apresiasi Progres Revitalisasi Pasar Banyuwangi: Perpaduan Ekonomi Rakyat dan Wisata Heritage

Menko IPK AHY Apresiasi Progres Revitalisasi Pasar Banyuwangi: Perpaduan Ekonomi Rakyat dan Wisata Heritage

Banyuwangi
Menpora Erick Thohir Apresiasi Konsistensi Banyuwangi Gelar Ajang Balap Sepeda Internasional

Menpora Erick Thohir Apresiasi Konsistensi Banyuwangi Gelar Ajang Balap Sepeda Internasional

Banyuwangi
Lewat Lokakarya, Kemenlu Hubungkan Banyuwangi dengan Jejaring Industri Kreatif Dunia

Lewat Lokakarya, Kemenlu Hubungkan Banyuwangi dengan Jejaring Industri Kreatif Dunia

Banyuwangi
13 Tahun Gandrung Sewu: Ribuan Penari Persembahkan Harmoni di Pantai Marina Boom

13 Tahun Gandrung Sewu: Ribuan Penari Persembahkan Harmoni di Pantai Marina Boom

Banyuwangi
BPK Dorong Percepatan Pembangunan Jalur Pansela Banyuwangi-Jember

BPK Dorong Percepatan Pembangunan Jalur Pansela Banyuwangi-Jember

Banyuwangi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com