KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya penanganan dan pencegahan human immunodeficiency virus (HIV)/acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) melalui edukasi, layanan kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan, penanganan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kesadaran masyarakat, edukasi, dan dukungan sosial yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS ( ODHA) agar penanganan dapat berjalan lebih optimal.
“Penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, komunitas, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganannya berjalan maksimal,” ujar Benyamin dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Legislator Minta Korban Pencabulan Ponpes Pati Diberi Layanan Kesehatan
Ia menjelaskan, Pemkot Tangsel terus memperkuat akses layanan kesehatan melalui fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia, mulai dari pemeriksaan dan skrining HIV, layanan konseling, hingga pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS juga terus digencarkan, khususnya kepada kelompok usia produktif dan generasi muda agar memiliki pemahaman yang tepat mengenai pentingnya pola hidup sehat.
“Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHA. Mereka harus mendapatkan dukungan dan akses layanan kesehatan yang baik untuk menjalani kehidupan secara optimal,” kata Benyamin.
Dalam upaya tersebut, Pemkot Tangsel juga menggandeng berbagai pihak, seperti komunitas, organisasi masyarakat, hingga institusi pendidikan untuk memperkuat kampanye kesadaran HIV/AIDS di tengah masyarakat.
Baca juga: 188 Kasus Baru HIV Ditemukan di Karawang Awal 2026, Didominasi Kelompok LSL dan Usia Produktif
Benyamin menilai, keterlibatan lintas sektor menjadi langkah penting untuk membangun lingkungan yang lebih peduli, sehat, dan inklusif.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sekaligus memberikan dukungan kepada sesama. Dengan begitu, upaya penanganan HIV/AIDS bisa berjalan lebih efektif,” tuturnya.