KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyiapkan pembangunan rumah sakit (RS) bertaraf internasional di wilayahnya yang tetap dapat melayani pasien BPJS Kesehatan.
Rencana tersebut dibahas bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan badan usaha milik daerah (BUMD), dan jajaran direksi Rumah Sakit Haji Medan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (18/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Bobby memastikan kesiapan skema pembangunan rumah sakit yang direncanakan berdiri di Kota Medan.
Ia menegaskan, rumah sakit tersebut harus didukung fasilitas kesehatan yang memadai, alat kesehatan (alkes) modern, sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, serta pelayanan maksimal bagi masyarakat.
“Rumah sakit ini harus memiliki pelayanan kesehatan yang modern dengan fasilitas yang nyaman, layaknya hotel berbintang lima,” ujar Bobby dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Publik Desak WHO Tetapkan Krisis Iklim Jadi Darurat Kesehatan Global
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumut Faisal Hasrimy mengatakan, rumah sakit bertaraf internasional itu akan dibangun melalui pola kerja sama operasional (KSO) antara pemerintah dan swasta.
Menurut Faisal, skema KSO dipilih karena dinilai lebih efektif dan efisien. Selain mempercepat operasional rumah sakit, pola tersebut juga dianggap mampu meminimalkan risiko pengelolaan SDM dan manajemen.
“Dengan sistem KSO, Pemprov Sumut tidak perlu membangun kapasitas operasional rumah sakit dari nol. Selain itu, mitigasi risiko SDM dan manajemen lebih baik, operasional lebih cepat, aset tetap dimiliki pemerintah, fleksibel secara administratif, dan kualitas layanan tetap terjaga,” ujar Faisal.
Ia menjelaskan, proyek tersebut merupakan kolaborasi antara PT Dirga Surya, PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), RS Haji Medan, RS Mitra (RS An-Nisa), dan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara atau Bank Sumut.
Dalam skema operasional KSO, PT Dirga Surya bertugas menyediakan aset, RS Mitra mengelola layanan operasional sesuai standar profesional, sedangkan RS Haji Medan memastikan mutu layanan, tata kelola, dan keberlanjutan rumah sakit.
Baca juga: Arbani Yasiz Ngaku Kesal dengan Pemain Lain di 402 Rumah Sakit Angker Korea, Kenapa?
“Rumah sakit bertaraf internasional ini untuk pasien BPJS Kesehatan. Tujuannya mewujudkan layanan kesehatan terpadu, bermutu tinggi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan daerah,” kata Faisal.
Rumah sakit tersebut direncanakan memiliki enam lantai dengan kapasitas 250 tempat tidur. Selain itu, fasilitas kesehatan modern dan tenaga medis yang kompeten juga akan disiapkan untuk mendukung pelayanan.
Lokasinya berada di pusat Kota Medan dan berdekatan dengan dua rumah sakit bertaraf internasional lain yang saat ini belum melayani pasien BPJS Kesehatan.
Sebagai informasi, pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Biro Perekonomian Setda Provsu Poppy Marulita Hutagalung, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, serta Pelaksana Harian Bapperida Sumut Effendi Pohan.
Hadir pula Direktur Utama Rumah Sakit Haji Medan Yulinda Elvi Nasution, Wakil Direktur Rumah Sakit Haji Medan Ridesman Nasution, Komisaris Utama PT Bank Sumut Firsal Ferial Mutyara, Direktur Utama PT Dirga Surya Ari Wibowo, serta Direktur Utama PPSU Ferry Indra.