Curhat Gubernur Sulut soal Industri Perikanan yang Terpukul

Yoga Sukmana
Kompas.com - Rabu, 14 November 2018
Curhat Gubernur Sulut soal Industri Perikanan yang TerpukulDok. Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi UtaraGubernur Sulut Olly Dondokambey (pertama paling kiri), Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro (ke-2 dari kanan) dalam FGD menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Kamis (14/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menumpahkan unek-uneknya terkait kondisi industri perikanan di daerahnya yang terpukul sejak 4 tahun lalu.
 
Sejumlah regulasi yang di keluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dinilai menjadi penyebab terpukulnya industri perikanan di Sulawesi Utara.

"Sejak empat tahun yang lalu kondisi industri perikanan maupun para nelayan berdampak signifikan kepada perekonomian di Sulawesi Utara," ujarnya saat menjadi pembicara dalam acara diskusi Sumbang Pemikiran Kadin dalam RPJMN 2020-2024 di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Pada 2014 tutur dia, 7 pabrik industri perikanan kaleng di Indonesia berada di Bitung, Sulawesi Utara. Namum sejak 2015, pabrik-pabrik tersebut mengalami kekurangan pasokan ikan.

Baca juga: Kadin Sebut Ada Gejala Deindustrialisasi di Sektor Perikanan

Saat ini kata dia, kondisinya sangat parah. Pabrik-pabrik pengolahan ikan tersebut kolaps akibat kekurangan pasokan bahan baku ikan.

Para pengusaha kata Olly, merasa sejumlah aturan yang di keluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sangat memberatkan.

"Kendala kami yakni regulasi yang ada di pemerintah pusat. Saya sangat mengharapkan di pemerintahan pusat bisa menyelesaikan masalah ini," kata dia tanpa menyebut aturan tersebut.

Namun ia menyebutkan, akibat aturan KKP itu, kapal-kapal perikanan di Sulawesi Utara tidak bisa beroperasi karena dianggap kapal eks asing.

Baca juga: Puji Menteri Susi Berdedikasi, Menteri Perikanan Norwegia Ingin Bertemu di Bali

Sementara itu pemerintah pusat kata dia juga lambat dalam memberikan izin sejumlah kapal beroperasi. Padahal beroperasinya kapal-kapal itu bisa memberikan pasokan ikan kepada industri perikanan.

Selain itu ucap dia, pemerintah juga mempersulit upaya impor ikan untuk memenuhi pasokan industri perikanan di Sulawesi Utara

"Regulasi sangat menghambat misalnya toh kalau industri ini akan mengimpor ikan, untuk memenuhi kebutuhan industri, tidak bisa masuk langsung ke Bitung juga. Harus lewat Surabaya saat impor barang. Ini regulasi yang sangat menghambat," kata dia.

"Lalu posisi galangan kapal di sana sampai hari ini masih dicurigai bahwa itu hanya kamuflase untuk pembuatan kapal. Ini menjadi hal-hal kendala di Sulawesi Utara," sambung dia.

Untungnya di tengah kondisi sulit industri perikanan itu, sektor pariwisata meningkat. Hal itu dinilai sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara.

"Tetapi tuhan itu adil, saat perikanan kita drop, tetapi diberikan kesempatan yang lain yakni kesempatan pariwisata," sambung dia.

Meski begitu, Olly berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa mencari solusi untuk membantu industri perikanan di Sulawesi Utara bangkit lagi.

PenulisYoga Sukmana
EditorErlangga Djumena
Terkini Lainnya
Serahkan LKPD 2018, Gubernur Olly Harap BPK Terus Beri Masukan
Serahkan LKPD 2018, Gubernur Olly Harap BPK Terus Beri Masukan
Sulut Maju dan Mandiri
Gubernur Olly Harap Eksistensi Gereja Bantu Selesaikan Masalah Negara
Gubernur Olly Harap Eksistensi Gereja Bantu Selesaikan Masalah Negara
Sulut Maju dan Mandiri
Sulut Andalkan Cabor Gateball Dulang Emas di PON 2020
Sulut Andalkan Cabor Gateball Dulang Emas di PON 2020
Sulut Maju dan Mandiri
Kemenpar Dukung Penuh KEK Pariwisata Tanjung Pulisan - Likupang
Kemenpar Dukung Penuh KEK Pariwisata Tanjung Pulisan - Likupang
Sulut Maju dan Mandiri
Tim Gateball Sulawesi Utara Kembali Berjaya di Bali
Tim Gateball Sulawesi Utara Kembali Berjaya di Bali
Sulut Maju dan Mandiri
Ingin Hasil Terbaik, Wagub Kandouw Ingatkan 7 Prioritas Pembangunan Sulut
Ingin Hasil Terbaik, Wagub Kandouw Ingatkan 7 Prioritas Pembangunan Sulut
Sulut Maju dan Mandiri
Wagub Sulut Dukung Kampanye Kilau Generasi Bebas HIV AIDS dan Napza
Wagub Sulut Dukung Kampanye Kilau Generasi Bebas HIV AIDS dan Napza
Sulut Maju dan Mandiri
Pemprov Sulut Berharap Bansos Pangan Tahun Ini Lebih Tepat Sasaran
Pemprov Sulut Berharap Bansos Pangan Tahun Ini Lebih Tepat Sasaran
Sulut Maju dan Mandiri
Lewat Video Conference, Wagub Kandouw Buka UNBK SMK se-Sulut
Lewat Video Conference, Wagub Kandouw Buka UNBK SMK se-Sulut
Sulut Maju dan Mandiri
Wagub Koundow Hadiri HUT Jemaat GPdI Victory Tountimomor
Wagub Koundow Hadiri HUT Jemaat GPdI Victory Tountimomor
Sulut Maju dan Mandiri
Sekdaprov Sulut: ASN Harus Paham Tata Naskah Dinas
Sekdaprov Sulut: ASN Harus Paham Tata Naskah Dinas
Sulut Maju dan Mandiri
Wagub Sulut Inpeksi Mendadak Bank SulutGo Cabang Melonguane
Wagub Sulut Inpeksi Mendadak Bank SulutGo Cabang Melonguane
Sulut Maju dan Mandiri
Hadiri Apel Gelar Pasukan, Gubernur Olly Pastikan Suasana Sulut Aman
Hadiri Apel Gelar Pasukan, Gubernur Olly Pastikan Suasana Sulut Aman
Sulut Maju dan Mandiri
Gubernur Olly Puji Kerja Sama Pemprov Sulut dengan GMIM
Gubernur Olly Puji Kerja Sama Pemprov Sulut dengan GMIM
Sulut Maju dan Mandiri
Usai ODSK Masuk TOP 99 Inovasi Pemda, Pemprov Sulut Targetkan Ini
Usai ODSK Masuk TOP 99 Inovasi Pemda, Pemprov Sulut Targetkan Ini
Sulut Maju dan Mandiri