Sambut Ramadhan, Warga Semarang Gelar Tradisi "Dugderan"

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - Sabtu, 4 Mei 2019
Sambut Ramadhan, Warga Semarang Gelar Tradisi KOMPAS.com/NAZAR NURDINSimbol ?Warak Ngendok?diarak dalam dalam kegiatan Dugderan menjelang bulan Ramadhan di Kota Semarang, Sabtu (4/5/2019)

SEMARANG, KOMPAS.com – Warga Kota Semarang, Jawa Tengah, punya tradisi sendiri menyambut bulan Ramadhan. Mereka merayakan tradisi penyambutan bulan suci bagi umat Islam itu dengan menggelar acara Dugderan.

Pawai Dugderan dengan simbol ‘Warak Ngendok’ digelar Sabtu (4/5/2019) siang tadi. Dengan start dari halaman Balai Kota Semarang, ribuan orang larut mengawal tradisi yang dilakukan rutin tiap tahun itu menuju Masjid Agung Semarang, lalu Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Dugderan secara simbolis dibuka oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang memerankan diri sebagai Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat.

Baca juga: Tradisi Unik Sambut Ramadhan, Makan Bajambau Perkuat Silaturahmi di Kampar Riau

Dengan menabuh beduk, festial rakyat itu pun dimulai.

“Pemerintah Kota Semarang akan selalu menjaga dan melestarikan tradisi kirab budaya Dugderan, karena ini warisan dari Bupati Pertama Semarang, Ki Ageng Pandan Arang,” kata pria yang disapa Hendi ini.

Dijelaskann Hendrar, Dugderan merupakan tradisi yang dilakukan rutin tiap tahun. Dalam sejarahnya, Bupati Pertama Semarang Ki Ageng Pandan Arang bersama para ulama meminta masyarakat bersiap diri memasuki bulan puasa.

Masyarakat diharap bersih-bersih diri, mempersiapkan fisik dan melakukan hal-hal positif.

Baca juga: Tradisi Meugang Sambut Ramadhan, Harga Daging Naik Tajam di Aceh

Dugderan, sambung Hendrar, adalah ajang untuk memperkuat silaturahmi sesama warga.

Hendrar berharap masyarakat Semarang melakukan kegiatan positif pada bulan suci tersebut.

"Bulan Ramadhan semua harus saling menghargai dan menghormati. Yang puasa harus memahami teman yang agama lain tidak puasa, yang tidak puasa juga harus menghargai tidak makan di sembarang tempat, tidak kemudian malah mengodo-goda,” katanya.

“Sikap saling menghargai dan menghormati ini Insya Allah akan terus kita lestarikan untuk menuju bagian dari pada kekompakan Kota Semarang," tambahnya. 

PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorCandra Setia Budi
Terkini Lainnya
Dirjen Otda Akui Hendrar Prihadi Mampu Ubah Kota Semarang
Dirjen Otda Akui Hendrar Prihadi Mampu Ubah Kota Semarang
semarang
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban
semarang
Tjahyo Kumolo: Radikalisme Jadi Salah Satu Tantangan Terbesar Indonesia Saat Ini
Tjahyo Kumolo: Radikalisme Jadi Salah Satu Tantangan Terbesar Indonesia Saat Ini
semarang
Bangun Transportasi Kota Berbasis Rel, Pemkot Semarang Gandeng PT. KAI
Bangun Transportasi Kota Berbasis Rel, Pemkot Semarang Gandeng PT. KAI
semarang
Pemkot Semarang Bakal Sediakan Lapak Bagi Pedagang Koran
Pemkot Semarang Bakal Sediakan Lapak Bagi Pedagang Koran
semarang
Ada Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang, Ruas Jalan Ini Akan Ditutup
Ada Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang, Ruas Jalan Ini Akan Ditutup
semarang
Walkot Semarang Dukung Program Pemberantasan Korupsi di Jateng
Walkot Semarang Dukung Program Pemberantasan Korupsi di Jateng
semarang
Jaga Kenyamanan Pengunjung di Kota Lama, Pemkot Semarang Gelar Car Free Night
Jaga Kenyamanan Pengunjung di Kota Lama, Pemkot Semarang Gelar Car Free Night
semarang
Wali Kota Hendi: Dengan Smart City Semarang Sukses Hadapi 2 Tantangan Besar
Wali Kota Hendi: Dengan Smart City Semarang Sukses Hadapi 2 Tantangan Besar
semarang
Hendi: Tekan Kasus Bullying, Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua Bagi Siswa
Hendi: Tekan Kasus Bullying, Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua Bagi Siswa
semarang
Wali Kota Hendi Ajak Masyarakat Semarang Teladani KRMT Wongsonegoro
Wali Kota Hendi Ajak Masyarakat Semarang Teladani KRMT Wongsonegoro
semarang
Lewat Big Data, Wali Kota Semarang Optimis Tekan Angka Kemiskinan
Lewat Big Data, Wali Kota Semarang Optimis Tekan Angka Kemiskinan
semarang
Di Semarang, Anak Berkebutuhan Khusus Dapat Hidup Lebih Nyaman
Di Semarang, Anak Berkebutuhan Khusus Dapat Hidup Lebih Nyaman
semarang
Upaya Semarang Mewujudkan Sustainable City Lewat Pengolahan Sampah
Upaya Semarang Mewujudkan Sustainable City Lewat Pengolahan Sampah
semarang
Gandeng Swasta, Pemkot Semarang Akan Cat Ulang Kampung Pelangi
Gandeng Swasta, Pemkot Semarang Akan Cat Ulang Kampung Pelangi
semarang