Cerita Bupati Kepulauan Selayar yang Terkejut Lihat Data BPS

Kompas.com - 02/10/2019, 15:40 WIB
Mico Desrianto,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bupati Kepulauan Selayar Basli Ali mengaku terkejut menerima data dari Badan Pusat Statistik ( BPS) perihal perkembangan dari berbagai sektor di wilayahnya.

Hal tersebut dikatakannya saat memberikan kata sambutan dalam acara pembukaan Pelatihan Dasar Calon Pengawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Senin (30/9/2019).

Dalam data tersebut, disebutkan pendapatan perkapita masyarakat di sana mencapai 43,6 Juta per tahun, tertinggi ke-10 dari 24 Kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Ini kejutan bagi saya, Selayar hanya dikalahkan oleh sejumlah daerah yang mempunyai potensi tambang dan ekonomi, seperti Makassar, Maros, Pangkep," ucap dia sesuai keterangan rilis yang Kompas.com terima, Rabu (2/10/2019).

Baca juga: Menteri Susi Puji Potensi Kelautan Kabupaten Kepulauan Selayar

Di sisi lain, lanjut dia, Selayar mampu mengalahkan beberapa kabupaten dan kota yang justru menjadi penyangga ekonomi di Selayar, contohnya Kabupaten Bulukumba, Bantaeng, Jenneponto, Takalar dan Gowa.

Selain itu, BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi Selayar mencapai 8,7 persen, angka ini menjadikan Selayar melewati capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulsel dan tertinggi di antara Kabupaten se-Sulsel.

Capaian tersebut turut perpengaruh pada Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kepulauan Selayar di era pemerintahan Basli Ali.

BPS mencatat Selayar berada di angka 86,87 persen, angka ini juga tertinggi di Sulsel.

Dianggap mampu menekan laju inflasi di daerahnya dan menyumbang pengendalian inflasi secara nasional, Selayar mendapat penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yakni Darmin Nasution.

Baca juga: Pariwisata Kepulauan Selayar di antara Harapan dan Tantangan

Tak lupa, dirinya turut mengapresiasi seluruh pihak yang dianggap berkontribusi terhadap kemajuan Selayar.

Menurutnya, capaian ini tak lepas dari kebersamaan dan sinergitas dari stakeholder, organisasi perangkat daerah, bahkan TNI dan Polri.

Ke depan, Basli mengatakan pihaknya tengah fokus menjalankan tiga agenda strategis, yakni penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata, pembangunan kawasan industri perikanan terpadu dan Selayar sebagai pusat destribusi logistik barang dan jasa.

"Harapannya pencapaian di masa mendatang bisa kita tingkatkan lagi," papar Basli.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com