Ekspor Ayam Hidup ke Singapura lewat Laut Sukses, Gubernur Kepri Siapkan Operasi Jangka Panjang

Kompas.com - 07/10/2025, 16:13 WIB
I Jalaludin S,
Dwinh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat tonggak penting dalam sektor peternakan dan ekspor, bahkan di Indonesia.

Pada Senin (6/10/2025), Gubernur Kepri Ansar Ahmad melepas ekspor ayam hidup ke Singapura melalui jalur laut dari Pelabuhan Sri Payung Batu Enam, Tanjungpinang.

Pengiriman yang dilakukan PT Indojaya Agrinusa, anak perusahaan PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk, itu menjadi ekspor ayam hidup perdana di Asia. 

Ansar pun mengapresiasi capaian PT Indojaya Agrinusa dan menegaskan akan mendukung penuh upaya JAPFA Group yang telah beroperasi atas undangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan Kabupaten Bintan. 

Dia menilai, keberhasilan PT Indojaya Agrinusa merupakan jaminan bagi Pemprov Kepri untuk memastikan tata ruang ideal untuk menjaga keberlangsungan operasional dalam jangka panjang. 

Baca juga: Luncurkan Beasiswa Dokter Spesialis, Gubernur Kepri Minta Dukungan Pemerintah Pusat

"Pemprov Kepri bersama Kabupaten Bintan, degan melibatkan PT Indojaya Agrinusa akan memformulasikan tata ruang yang tepat untuk pengoperasian jangka panjang dengan luasan lahan yang dibutuhkan," ujar Ansar dalam siaran persnya, Selasa (7/10/2025).

Pada kesempatan itu, dia berterima kasih kepada PT Indojaya Agrinusa yang telah memenuhi kebutuhan ayam dan telur di Provinsi Kepri. 

"Ayam dan telur memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap inflasi. Kehadiran JAPFA telah membantu kami dalam menjamin stabilitas inflasi," kata Ansar. 

Lebih lanjut, dia berharap, JAPFA dapat segera melaksanakan perluasan usaha untuk pemenuhan kebutuhan ayam dan telur di Kepri.

"Selain untuk pemenuhan kebutuhan lokal, kami sepenuhnya mendukung kegiatan ekspor karena ini bagian dari performance. Terlebih, Singapura membutuhkan ayam dalam jumlah besar," jelas Ansar.

Baca juga: Gubernur Kepri Dampingi Wapres Gibran Lawatan Sehari Penuh di Batam

Dia juga mengimbau JAPFA terus melibatkan masyarakat Kepri dalam usahanya. 

"Jangan lupa program inti dan plasma. Kehadiran JAPFA diharapkan dapat mengedukasi masyarakat agar dapat menjadi peternak yang andal,” ujar Ansar.

Dengan demikian, masyarakat dapat menjadi mitra untuk memperkuat kebutuhan PT Indojaya Agrinusa, baik lokal, Singapura, maupun pasar lainnya. 

Adapun pelepasan ekspor dilaksanakan di Pelabuhan Sri Payung Batu Enam, Tanjung Pinang, dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) RI Agung Suganda.

Hadir pula manajemen PT Indojaya Agrinusa, manajemen PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kepri dan Kabupaten Bintan. 

Baca juga: Gubernur Ansar Ahmad: Kepri Harus Jadi Telur Emas Negeri, Bukan Sekadar Jalur Kapal Dunia

Perdana di Asia

Pada kesempatan yang sama, General Manager PT Indo Jaya Agrinusa, Anwar Tandiono menjelaskan, ekspor pada sore itu merupakan ekspor ketujuh yang dilakukan pihaknya ke Negeri Singa tersebut. 

"Ekspor pertama sejak Mei 2023," terangnya. 

Ekspor itu juga menjadi yang kedua PT Indojaya Agrinusa yang dilaksanakan pada 2025. 

Jumlah ayam hidup yang diekspor ke Singapura kali ini sebanyak 28.512 ekor atau 57 ton dalam enam kontainer senilai sekitar Rp 1,8 miliar. 

Anwar mengatakan, pengiriman ayam hidup melalui jalur laut ini menjadi sejarah bagi Indonesia. Pengiriman ayam hidup antarnegara ini dilakukan selama sekitar 11 jam. 

"Yang membanggakan adalah tingkat kematian di bawah 1 persen. Ini menambah keyakinan Singapura bahwa kita bisa memenuhi apa yang dipersyaratkan," ucapnya. 

Baca juga: Pemprov Kepri Buka Beasiswa Dokter Spesialis 2025, Beri Rp 200 Juta Per Tahun

Anwar memastikan, ekspor tersebut dilaksanakan dengan tetap mengedepankan pemenuhan kebutuhan dalam negeri, khususnya Kepri. 

"Kami mencoba melakukan pengiriman secara reguler dua kali seminggu. Itu target. Namun, prioritas pertama adalah market lokal. Kami menjaga keseimbangan antara ekspor dan kebutuhan lokal," katanya. 

Chief Operating Office PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk Arif Widjaja menambahkan, pihaknya tengah memperkuat perjanjian kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Singapura agar ekspor serupa dapat terus berlanjut. 

Untuk itu, Arif meminta dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan peternak lokal. 

"Ini untuk memajukan industri peternakan dan untuk kepentingan serta kebutuhan semua," ungkapnya. 

Baca juga: Kepri Siapkan 15 Event Unggulan, Kejar Target 1,7 Juta Wisman 2025

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan, ekspor yang dilaksanakan PT Indojaya Agrinusa menjadi kebanggaan Indonesia.

Sebab, Kepri mampu menembus pasar ekspor Singapura yang dikenal sangat ketat dalam persyaratan teknis. 

"Ini sudah menunjukkan kemampuan Indonesia, khususnya perusahaan, dalam memenuhi persyaratan. Ini kebanggaan Indonesia. Kami tidak kalah dengan Eropa dan Amerika," kata Agung. 

Dia berharap, Pemprov Kepri dapat membantu dan menjaga keberlangsungan operasional PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk di Kabupaten Bintan. 

"Ini demi cita-cita tercapainya swasembada ayam dan telur di Indonesia," ungkap Agung. 

Baca juga: Pulau Galang Lokasi Pengobatan Warga Gaza Palestina, Pemprov Kepri: Bukan Pelemahan Perjuangan

 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com