KOMPAS.com - Di tengah aksi massa Aliansi Mahasiswa Anak Buruh Jilid II, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran melakukan aksi simbolis yang mencuri perhatian.
Dia membiarkan punggungnya digunakan sebagai alas darurat untuk menandatangani komitmen tuntutan massa di depan Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin (11/5/2026).
Agustiar mengatakan, tindakan itu merupakan bentuk komitmennya dalam menerima aspirasi masyarakat. Dia juga menghormati penyampaian aspirasi mahasiswa sebagai bagian dari proses demokrasi yang perlu dihargai pemerintah.
“Ini anak-anak kami juga, tentu harus kami hargai. Apa yang mereka sampaikan tadi memang bagian dari demokrasi,” ujar Agustiar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng itu menegaskan, seluruh rekomendasi tetap harus melalui proses pembahasan dan penyesuaian dengan aturan yang berlaku.
Baca juga: Kejati Kalteng Geledah Lagi Kantor KPU Kotim, Incar Tersangka Korupsi Rp 40 Miliar
Agustiar menambahkan, tidak semua usulan dapat langsung diterapkan dalam waktu singkat karena pemerintah perlu mempertimbangkan regulasi serta kewenangan daerah.
“Semua ada prosesnya. Nanti akan kami pelajari dan tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Meski demikian, Agustiar memastikan pemerintah akan mengakomodasi poin-poin rekomendasi yang dinilai relevan dan memungkinkan untuk diterapkan di daerah.
“Kami tentu melihat mana yang sesuai dengan kondisi dan aturan di Indonesia. Kalau ada yang di luar kewenangan daerah atau tidak sesuai regulasi, tentu tidak bisa langsung diterapkan,” tambahnya.
Gubernur Agustiar Sabran menerima aspirasi mahasiswa, dalam aksi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Anak Buruh Jilid II di depan Kantor Gubernur Kalteng, Senin (11/5/2026).
Aspirasi mahasiswa dan pemuda dari Aliansi Anak Buruh tersebut berisi sejumlah rekomendasi kebijakan terkait hak- hak buruh dan kondisi sosial masyarakat.
Koordinator Aksi Aliansi Anak Buruh, Bintang mengatakan, pihaknya akan terus mengawal rekomendasi yang telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng.
Baca juga: Tak Bisa Tidur, Gubernur Kalteng Bakal Pantau Antrean BBM di SPBU Setiap Malam
Bintang berharap aspirasi yang disampaikan mahasiswa tidak hanya diterima secara simbolis, tetapi juga diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan pekerja.
“Kami berharap seluruh rekomendasi yang sudah disampaikan bisa direalisasikan dan benar-benar diperhatikan pemerintah,” tandasnya.