Pemkab Batang Gandeng Indomaret Perluas Pasar Kelengkeng Lokal

Kompas.com - 21/05/2026, 10:55 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menggandeng Indomaret untuk memperluas pasar kelengkeng lokal melalui kerja sama penyerapan hasil panen petani.

Kerja sama tersebut ditandai dengan peresmian penjualan kelengkeng lokal di Indomaret Fresh Alun-alun Batang oleh Bupati Batang M Faiz Kurniawan, Selasa (19/5/2026).

Sejak akhir 2025, jaringan ritel modern tersebut mulai melirik potensi kelengkeng Batang yang kini diperkirakan mencapai 10.000 pohon, baik milik perseorangan maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Melalui kerja sama dengan Pemkab Batang, Indomaret berperan sebagai penyerap hasil panen (off-taker) kelengkeng petani lokal.

Indomaret wilayah Jakarta ditargetkan menyerap 500 kilogram (kg) kelengkeng per minggu, sedangkan wilayah Jawa Tengah berkisar 100–500 kg per minggu. Jumlah ini ditargetkan meningkat secara bertahap hingga mencapai lima ton per minggu.

Baca juga: Apa Manfaat Kelengkeng untuk Kesehatan? Simak Rahasia Buah Mata Naga

Koordinator petani kelengkeng milenial Batang sekaligus fasilitator pendamping Dinas Pertanian (Dintan) Kabupaten Batang, Aditya Reza Kusuma mengatakan, kehadiran pasar modern menjadi peluang besar bagi petani karena memberikan kepastian penyerapan hasil panen.

Menurutnya, selama ini petani kelengkeng Batang masih bergantung pada pasar lokal dengan daya serap yang terbatas.

“Indomaret menawarkan pasar yang sangat terbuka karena membutuhkan suplai rutin setiap minggu. Jadi, berapa pun produksi petani berpotensi terserap,” ujar Aditya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: 15 Penyakit yang Bisa Diatasi dengan Kelengkeng, Kenali Manfaatnya

Keunggulan dan tantangan kelengkeng Batang

Aditya menjelaskan, kelengkeng Batang memiliki keunggulan karena masa pembuahan dan panennya dapat diatur.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memenuhi kebutuhan pasar modern secara berkelanjutan.

“Jadi, setiap minggu bisa ada panen. Misalnya minggu pertama dari Subah, minggu berikutnya dari Banyuputih, lalu Tersono, dan seterusnya secara bergiliran,” jelas Aditya.

Meski demikian, ia mengakui kelengkeng Batang masih memiliki kelemahan dari sisi tampilan visual sehingga kerap kalah bersaing dengan buah impor.

"Kalau secara rasa, kualitas daging, ketebalan, bijinya kecil, itu kami menang semua. Hanya penampilannya saja," ungkap Aditya. 

Baca juga: Kebun Kelengkeng Berkonsep Agrowisata di Kebumen, Pas untuk Melepas Penat

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Batang menggandeng Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (Undip) Kampus Bandar guna memberikan pendampingan teknis mulai dari budidaya hingga pascapanen.

Selain itu, tim dari Indomaret pusat di Jakarta turut mendampingi petani dalam proses pemetikan, pembersihan, hingga pengemasan buah menggunakan mika 500 gram berlabel “Kelengkeng Kabupaten Batang”.

Dengan pendampingan tersebut, kualitas tampilan kelengkeng Batang dinilai semakin siap bersaing dengan produk impor.

Untuk menjaga keberlanjutan produksi, petani berharap Pemkab Batang terus memberikan dukungan, terutama terkait kebutuhan logistik pertanian seperti pupuk khusus atau booster kelengkeng yang masih didatangkan dari luar negeri.

Baca juga: Prabowo Bangga Indonesia Bisa Ekspor Pupuk ke Negara Lain

"Semoga ada support khusus dari Pemkab Batang, khususnya Pak Bupati, baik link jalur untuk memudahkan impor bahan tersebut atau support fisik lain untuk kepentingan budi daya sampai produksi lebih baik lagi," tutur Aditya.

Terkini Lainnya
Dukung UMKM dan Industri Kreatif, Bupati Faiz Tantang KEK Batang Sokong 30 Persen Ekonomi Daerah

Dukung UMKM dan Industri Kreatif, Bupati Faiz Tantang KEK Batang Sokong 30 Persen Ekonomi Daerah

Kabupaten Batang
Pemkab Batang Gandeng Indomaret Perluas Pasar Kelengkeng Lokal

Pemkab Batang Gandeng Indomaret Perluas Pasar Kelengkeng Lokal

Kabupaten Batang
Jajaki Minat Pasar di Jakarta, Bupati Batang Sebut Kebutuhan PJU Kian Mendesak

Jajaki Minat Pasar di Jakarta, Bupati Batang Sebut Kebutuhan PJU Kian Mendesak

Kabupaten Batang
Dukung Kampanye “Run for Rivers”, Bupati Batang Ikut Lari Sejauh 5 Km

Dukung Kampanye “Run for Rivers”, Bupati Batang Ikut Lari Sejauh 5 Km

Kabupaten Batang
Bukan Wacana, Bupati Faiz Pastikan 2.000 Perangkat Desa di Batang Terima Dana Pensiun

Bukan Wacana, Bupati Faiz Pastikan 2.000 Perangkat Desa di Batang Terima Dana Pensiun

Kabupaten Batang
Sosialisasikan Proyek PJU, Pemkab Batang Siap Terangi 90 Persen Wilayah pada 2027

Sosialisasikan Proyek PJU, Pemkab Batang Siap Terangi 90 Persen Wilayah pada 2027

Kabupaten Batang
Batang Gemilang, Ekonomi Tumbuh 7,49 Persen dan Kemiskinan Turun ke 7,79 Persen

Batang Gemilang, Ekonomi Tumbuh 7,49 Persen dan Kemiskinan Turun ke 7,79 Persen

Kabupaten Batang
Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri, Bupati Batang Raih Penghargaan dari Kompas TV

Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri, Bupati Batang Raih Penghargaan dari Kompas TV

Kabupaten Batang
Bupati Faiz Temui Ratusan Pendemo di Batang, Isu Ketenagakerjaan Jadi Sorotan

Bupati Faiz Temui Ratusan Pendemo di Batang, Isu Ketenagakerjaan Jadi Sorotan

Kabupaten Batang
TP-PKK Batang Raih Juara Favorit  Lomba Masak Ikan Tingkat Jateng, Faelasufa Faiz: Semoga Tahun Depan Juara 1

TP-PKK Batang Raih Juara Favorit Lomba Masak Ikan Tingkat Jateng, Faelasufa Faiz: Semoga Tahun Depan Juara 1

Kabupaten Batang
Momentum Kemerdekaan, Bupati Batang Tekankan Solidaritas dan Kebersamaan Warga

Momentum Kemerdekaan, Bupati Batang Tekankan Solidaritas dan Kebersamaan Warga

Kabupaten Batang
Dari Batang untuk Indonesia, SEG Solar Perkuat Peta Industri Surya Nasional

Dari Batang untuk Indonesia, SEG Solar Perkuat Peta Industri Surya Nasional

Kabupaten Batang
Luncurkan Program Genting, TP-PKK Batang Targetkan 3.000 Anak Dapat Makanan Bergizi

Luncurkan Program Genting, TP-PKK Batang Targetkan 3.000 Anak Dapat Makanan Bergizi

Kabupaten Batang
Pemkab Batang Salurkan Bantuan Pangan Beras Kepada 59.671 KPM, Setiap KPM Dapat 20 Kg

Pemkab Batang Salurkan Bantuan Pangan Beras Kepada 59.671 KPM, Setiap KPM Dapat 20 Kg

Kabupaten Batang
248 Desa di Batang Miliki Kopdes Merah Putih, Bupati Faiz: Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Warga

248 Desa di Batang Miliki Kopdes Merah Putih, Bupati Faiz: Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Warga

Kabupaten Batang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com