Pemerintah Susun Dua Draf Terkait Pemulangan WNI Eks ISIS, Draf Menolak dan Menerima

Kontributor Malang, Andi Hartik
Kompas.com - Sabtu, 8 Februari 2020
Pemerintah Susun Dua Draf Terkait Pemulangan WNI Eks ISIS, Draf Menolak dan MenerimaKOMPAS.COM/ANDI HARTIKTenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin ketika diwawancara di Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang, Sabtu (8/2/2020).

MALANG, KOMPAS.com – Pemerintah sudah membentuk tim terkait wacana pemulangan 600 warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).

Tim itu sedang memproses terbentuknya dua draf yang berisi tentang penolakan dan persetujuan pemulangan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin ketika diwawancara di Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang, Sabtu (8/2/2020).

Baca juga: Rencana Pemulangan WNI Eks ISIS, Ganjar Menolak, Ridwan Kamil Terima Bersyarat

“Saat ini, ada tim yang dibentuk oleh pemerintah termasuk di dalamnya Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Tim itu membuat dua draf. Draf pertama menolak dengan regulasi yang ada. Yang kedua, draf yang disiapkan oleh pemerintah adalah menerima kembali menjadi warga negara Indonesia, tapi ada persyaratannya,” kata Ngabalin.

Ngabalin mengatakan, alasan penolakan itu berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.

Seorang warga negara Indonesia yang masuk tentara asing atau berada di luar negeri selama lima tahun tanpa ada kabar dengan kemauan sendiri dianggap hilang status kewarganegaraannya.

“Siapa yang kehilangan hak kewarganegaraannya. Masuk tentara asing, lima tahun di luar negeri tidak mengabarkan. Kemudian atas kemauannya sendiri dan seterusnya,” kata dia.

Draf itu ditargetkan selesai pada Maret atau April. Setelah itu, Presiden Joko Widodo akan memutuskan apakah akan menerima pemulangan itu atau menolaknya.

“Diputuskan apakah diterima atau tidak. Karena presiden yang punya kewenangan,” kata dia.

Secara pribadi, Ngabalin menolak wacana pemulangan tersebut.

Sebab, status kewarganegaraan WNI eks ISIS itu sudah hilang karena mereka sudah tergabung dengan tentara lain selain tentara Indonesia.

“Jangan dikasih pulang. Dia pergi sendiri ke luar negeri. Dia robek-robek paspornya. Dia bilang pemerintah itu thogut, dia bilang pemerintah itu ilegal, dia bilang pemerintah itu kafir,” ungkap dia.

Ngabalin menilai, banyak bahaya yang bakal ditimbulkan WNI terduga teroris pelintas batas itu.

Baca juga: Tenaga Ahli KSP Sebut Presiden Segera Putuskan Nasib WNI Eks ISIS

Sebab, ideologi yang tertanam di dalam benak mereka sudah menyimpang dari ideologi yang dianut di Indonesia.

“Lebih banyak bahayanya. Siapa yang bisa menjamin di otaknya. Fisiknya bisa rusak, tapi kalau ideologi belum tentu. Karena itu sudah menjadi akidahnya," ujar dia.

Ngabalin mengatakan, sebenarnya tidak ada rencana pemerintah untuk memulangkan WNI tersebut. Menurutnya, mereka sendiri yang menginginkan kembali ke Indonesia.

“Bukan pemerintah yang mau. Dia yang mau kembali. Terkatung-katung di sana,” ungkap dia.

PenulisKontributor Malang, Andi Hartik
EditorRobertus Belarminus
Terkini Lainnya
Ganjar Siapkan Jaring Pengaman Ekonomi Rp 1 Triliun untuk Karyawan Terdampak PHK
Ganjar Siapkan Jaring Pengaman Ekonomi Rp 1 Triliun untuk Karyawan Terdampak PHK
Jateng Gayeng
Ganjar: Potensi Penggeseran Anggaran untuk Covid-19 Sangat Besar
Ganjar: Potensi Penggeseran Anggaran untuk Covid-19 Sangat Besar
Jateng Gayeng
8.400 Alat Rapid Test Sudah Tiba, Jateng Segera Gelar Tes Massal Virus Corona
8.400 Alat Rapid Test Sudah Tiba, Jateng Segera Gelar Tes Massal Virus Corona
Jateng Gayeng
Cegah Penyebaran Virus Corona, Ganjar Minta Masyarakat Tidak Mudik Lebaran
Cegah Penyebaran Virus Corona, Ganjar Minta Masyarakat Tidak Mudik Lebaran
Jateng Gayeng
RS Dr Moewardi Surakarta Mampu Produksi APD Sendiri
RS Dr Moewardi Surakarta Mampu Produksi APD Sendiri
Jateng Gayeng
Pemeriksaan Indikasi Corona Gratis di RS Pemprov Jateng Diserbu Warga
Pemeriksaan Indikasi Corona Gratis di RS Pemprov Jateng Diserbu Warga
Jateng Gayeng
Cari Solusi Hadapi Virus Corona, Ganjar Kumpulkan 11 Pakar
Cari Solusi Hadapi Virus Corona, Ganjar Kumpulkan 11 Pakar
Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Gratiskan Tes Corona di 7 Rumah Sakit
Pemprov Jateng Gratiskan Tes Corona di 7 Rumah Sakit
Jateng Gayeng
Pasien Virus Corona di Solo Meninggal, Ganjar Pastikan Jateng Lakukan Tracking
Pasien Virus Corona di Solo Meninggal, Ganjar Pastikan Jateng Lakukan Tracking
Jateng Gayeng
Startup di Jateng Belum Berikan Dampak Perekonomian, Ganjar Beberkan Alasannya
Startup di Jateng Belum Berikan Dampak Perekonomian, Ganjar Beberkan Alasannya
Jateng Gayeng
Pembangunan Ekonomi Kreatif Indonesia Butuh Dukungan dan Kepedulian Pemimpin
Pembangunan Ekonomi Kreatif Indonesia Butuh Dukungan dan Kepedulian Pemimpin
Jateng Gayeng
Ganjar Pranowo: Insyaallah Jawa Tengah Siap Tanggulangi Corona
Ganjar Pranowo: Insyaallah Jawa Tengah Siap Tanggulangi Corona
Jateng Gayeng
Selidiki Masker Mahal, Pemprov Jateng Sidak Apotek dan Distributor
Selidiki Masker Mahal, Pemprov Jateng Sidak Apotek dan Distributor
Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Lakukan Langkah Antsipasi Penyebaran Virus Corona
Pemprov Jateng Lakukan Langkah Antsipasi Penyebaran Virus Corona
Jateng Gayeng
Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan
Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan
Jateng Gayeng